
Dipta membuka dompet dan mengeluarkan dua lembar uang berwarna merah.
" Buat jajan lo " Dipta memberikan jajan untuk istrinya ketika sudah sampai di Parkiran Kiyowo Cafe Tempat nongkrong yang cukup terkenal di dekat SMA Kencana Biasanya Para Pembolos nongkrong di sana.
Ketika Aluna mau mengambil uang itu Dipta malah menariknya kembali.
" Bakal gue kasih kalau lo janji gak dekat-dekat Angga,"
Aluna menghela napas jengah.
" Iya bawel " Aluna merampas uang di tangan Dipta
" Makasih "
" Tunggu " tahan Dipta saat Aluna membuka Pintu mobil.
Aluna menoleh. " Apalagi sih Dipta gue udah Telat nih,"
Dipta mengulurkan tangan. " Salim dulu ke suami,"
" Astaga aku udah kayak anak SD diantar bapaknya ke sekolah, " batin Aluna
" Cepat salim "
" Gak mau "
" Gak berkah hidup lo kalau gak salim ke gue," ancam Dipta
" Ah daripada lama salim aja deh " batin Aluna Ia pun mencium Punggung tangan Dipta dengan amat terpaksa.
Dipta tersenyum senang lalu menyapu Puncak kepala Aluna
Aluna buru-buru keluar dari mobil sebelum Dipta minta hal yang aneh-aneh lagi.
Dipta membuka kaca mobil lalu mengeluarkan kepalanya. " Ingat ya sama janji lo tadi Gue ngawasin Io dari sini kalau Io ketangkap basah ganjen sama Angga gue bakal samperin lo terus ngumumin ke semua orang kalau lo itu istri gue,"
__ADS_1
" Gila " Aluna mengibaskan rambutnya lalu melangkah cepat memasuki cafe sembari mengucap sumpah serapah dalam hati sebab kesal dengan Dipta yang kelakuannya semakin gak waras.
Belum lama dari kepergian Aluna Zea datang bersama Pacarnya Rio Pandangan Dipta sinis melihat mantan Pacarnya bersama mantan sahabatnya Rasa sakitnya masih ada meski 2 tahun sudah berlalu.
" Sayang kamu mau nunggu atau Pulang dulu," tanya Zea Pada Rio dengan Panggilan sayang.
Cowok hitam manis berambut gondrong itupun memegang kepala Zea sambil mengusapnya Pelan.
" Aku Pulang aja deh Nanti aku ke sini lagi kalau kamu udah selesai rapat,"
" Ya udah gak apa-apa " Zea tersenyum kemudian memberikan kecupan manis di Pipi Rio Cowok itu tersenyum mendapat sarapan yang jauh lebih bergizi dari Protein.
Dipta memanas melihat kemesraan itu.
" aku duluan ya " Pamit Zea
" Oke dah "
" Dah " Zea memasuki Kiyowo cafe.
motornya Dipta keluar dari mobil dan datang ke hadapan cowok itu.
" Rio " ucap Dipta dengan nada meledak.
Rio mendongak dan menangkap sosok sahabat lamanya Sudah lama mereka tidak bertemu dan memang sebaiknya keduanya tidak dipertemukan Jika tidak ingin Pertumpahan darah terjadi
" Enak ya Pacaran sama mantan sahabat sendiri," sindir Dipta
" Anjing " Rio turun dari motor dan langsung menghampiri Dipta tanpa Peduli dengan motornya yang tumbang.
Rio langsung mendorong Dipta dengan gaya sok jagoan. " Lo mau apa ? Masih gak terima Zea lebih milih gue ? Comeon Dipta ini udah 2 tahun kali lo dan Zea Putus Masih aja gak moveon Haha,"
Dipta tanpa babibu langsung menonjok muka Rio Tangannya gatal sudah lama tidak mukulin orang.
" Kejadiannya emang 2 tahun lalu Tapi gue gak akan Pernah lupa itu Sahabat gue yang Selama ini gue Percaya malah main belakang sama cewek gue," Dipta senyum smirt setelah membantai muka Rio
__ADS_1
Rio mencekik Dipta " Gue sama sekali gak merebut Zea dari lo Paham Lo yang buat dia gak betah Cowok kayak lo emang gak Pantas sama cewek manapun,"
Dan Perkelahian diantara mereka berdua menjadi dan mengundang Perhatian orang-orang. Sampai Angga Aluna dan Zea beranjak dari tempat duduk mereka untuk melihat siapa yang gelut di Parkiran.
" Rio ? Dipta " Zea cepat melerai Perkelahian itu Berbeda dengan Aluna yang cuma diam berdiri di samping Angga tanpa melakukan apapun Padahal jelas ia melihat Dipta dipukuli Rio
" Dipta " Pekik Zea kala menahan tangan Dipta yang mau memukul wajah Pacarnya.
Angga turun tangan ikut menahan Dipta Mereka berdua tentu memihak Rio karena Zea maupun Angga itu sahabatan.
" Lepasin gue " sentak Dipta
Curang ketika Dipta dipegangi Angga dan Zea, Rio mengambil kesempatan Dia menonjok Perut Dipta sampai cowok itu kehilangan kekuatannya karena Pukulan di Perutnya begitu kuat.
" Mampus lo "
" Rio " tegur Zea Rio sudah kelewatan Zea Pun berniat baik untuk menolong Dipta
" Dipta Lo .... " Belum selesai Zea ngomong Dipta malah mendorongnya.
" Jangan sok baik ke gue " ucap Dipta ketus.
Rio cepat menangkap tubuh Zea yang hampir jatuh.
" Zea kamu gak apa-apa " tanyanya sambil membantu Zea berdiri
Angga ikut membantu Zea yang tampak kecewa dengan sikap Dipta
Aluna bingung antara membantu Dipta atau tidak Aluna ingin bantu tapi takut teman-temannya akan curiga.
Dipta berusaha berdiri sambil melirik ke arah Aluna Bisa-bisanya Aluna cuma jadi Patung di situ Bukannya nolongin malah bengong Emang gak bisa diharapkan
Dipta masuk kedalam mobil dan Pergi dengan rasa sakit di Perut dan wajahnya yang luka akibat Pukulan Rio
...•••••...
__ADS_1