DIPTA

DIPTA
EPISODE 75


__ADS_3


...Aku melakukan semua ini demi kebahagiaan kamu...


Dipta duduk di meja belajarnya Bangun begitu Pagi hanya untuk menulis Catatan yang cukup Penting Perlahan ia menggoreskan tinta Pulpennya di buku agendanya. Menulis beberapa kalima yang membuatnya meneteskan air mata Selesai menulis ia merobek kertas agendanya dan catatan yang ia tulis ia simpan di dalam sebuah amplop Kemudian menyimpannya ke dalam ranselnya.


" Aku harap kertas ini gak Pernah sampai ke kamu Aluna,"


Aluna membuka matanya dan Pemandangan Pertama yang ia dapat adalah wajah wanita yang sangat ia cintai


Dipta yang tersenyum lebar lalu mengelus kepalanya dan memberinya kecupan hangat di keningnya.


" Selamat Pagi Sayang " Dipta berdiri di Pinggir ranjang memberi sapaan manis di Pagi hari.


Aluna mendudukkan dirinya. Ia menoleh melihat suaminya dari ujung kaki hingga kepala. Suaminya itu memakai seragam sekolah dan terlihat sangat tampan.


" Aku akan ke sekolah hari ini Hari ujian terakhir buat nyemangatin kamu." Dipta tersenyum.


" Kamu yakin udah gapapa,"


Dipta langsung mengangguk.


" Aku udah sehat kok kamu jangan khawatir ya," ucap Dipta


Aluna turun ranjang dan berdiri di hadapan Dipta


" Kamu kok kelihatan Pucat ? Kamu Gak sakit, kan,” Aluna memeriksa jidat suaminya. Aneh justru terasa dingin bukan Panas Dipta menurunkan tangan gadis itu dari jidatnya.


" Aku gapapa kok."


" Tapi wajah ka ... "


Dipta menutup mulut Aluna, " Sayang aku udah gak apa-apa kok sekarang waktunya kita ke sekolah,"

__ADS_1


Kenapa ya Perasaan aku jadi takut Senyumnya justru membuatku khawatir Tawanya gak terdengar sama lagi Apa aku yang berlebihan ?


Aluna melingkarkan tangannya di Pinggang Dipta, " Dipta kamu gak merahasiakan apapun 'kan dari aku,"


" Gak ada."


" Syukurlah Berarti Perasaan aku aja," Aluna menyenderkan kepalanya di dada bidang Dipta


" Jantung kamu detaknya cepat banget sih Dipta,"


" itu karena di dekat kamu," jawab Dipta agak gugup.


" Dipta kamu gak bakal 'kan ninggalin aku,"


Mata Dipta berkaca-kaca. " Enggak Aku


gak akan kemana-mana," katanya sambil menahan sesak di hatinya.


" iya Sayang " Aluna melingkarkan


tangannya di tubuh Prianya.


" Kamu juga kan "


" Tentu," jawab Dipta bohong Malam ini ia sama sekali tak dapat tidur Banyak hal yang mengganggu ketenangannya.


Aluna melepas Pelukannya. " Ya udah sekarang kamu mandi aku nyiapin sarapan buat kamu,"


" Dipta kenapa kamu liatin aku terus sih,"


" Shtt ... Diam aku lagi memerhatikan kecantikan kamu dari dekat " ucap Dipta membuat Aluna tersipu malu


" apa-apaan sih Kamu Dipta ini masih Pagi tau masih aja gombal,"

__ADS_1


" aku beneran Aluna kamu itu cantik Pantas aja Angga jatuh cinta sama kamu siapa sih yang dunia ini gak jatuh cinta sama kamu,"


" Dipta walaupun di dunia banyak laki-laki yang ganteng sekalipun aku cuma cinta sama kamu," ucap Aluna menoel hidung Dipta


" Bener nih "


" iya dong "


" I LOVE YOU DIPTA "


Aluna terdiam beberapa detik sebelum membalas ungkapan cinta Prianya.


" I love you too, Sayang."


Apa yang terjadi ? Aluna merasa gelisah Sangat aneh Padahal mereka tidak jadi berpisah Dipta memilih mempertahankannya Lantas apa yang membuat Perasaannya tidak nyaman ?


Mereka sama-sama melepaskan Pelukan Saling menatap dan saling melempar senyuman.


" Ya udah aku mandi dulu ya "


" Oke "


Mereka sama-sama melepaskan Pelukan Saling menatap dan saling melempar senyuman.


" Aku mandi dulu ya Dipta,"


" Oke."


Dipta melangkah menuju Pintu Dia menoleh ketika sampai di ambang Pintu Hanya untuk tersenyum.


Ketika menutup Pintu wajah ceria yang Dipta tampakkan memudar Menjadi dingin dengan sorot mata sayu.


...••••••...

__ADS_1


__ADS_2