DIPTA

DIPTA
EPISODE 67


__ADS_3

Jam istirahat Setelah kembali dari toilet dan saat ingin memasuki kelas Langkah Dipta tertahan saat mendengar suara Nadin yang berbicara dengan Aluna yang sedang membahas dirinya.


" Lo kok bisa sih Aluna jadian sama Dipta Lo juga yang bilang gak suka sama dia. Gue masih gak Percaya deh bisa-bisanya lo itu Pacaran sama Dipta Lo gak konsisten banget sama omongan lo Kecewa gue,"


" Sebenarnya gue itu Terpaksa banget sama Dipta Ternyata Dipta itu sakit mental," suara Aluna terdengar lirih.


" What ? Sakit mental "


Aluna langsung mengangguk.


" Kalau lo tau Dipta itu sakit mental kenapa lo malah mau sama dia Aluna Lo gak takut apa kalau lo ketularan sakit juga ? Ingat Aluna lo itu Punya impian yang besar Sebagai sahabat gue Pengen yang terbaik buat lo. Jangan karena Dipta impian lo itu jadi berantakan."


" Gak Nadin gue gak akan kenapa-napa Dipta itu mantan Pasien bokap gue. Dan gue... gue kasihan sama dia Aluna,"


Dipta terpaku mendengar Perkataan wanita yang ia Pikir telah menyukainya itu. Rasanya sangat menyakitkan. Ternyata ia diterima bukan karena memang Aluna telah menyukainya Namun hanya karena gadis itu mengasihaninya Apakah ia tidak sepantas itu untuk diterima dalam kehidupan seseorang ? Bahkan orang tuanya tak Pernah menganggapnya dan kini wanita yang ia kira akan menemani sisa hidupnya Pun ternyata sama saja.


" Jadi lo itu gak benar-benar suka sama Dipta,"


Tidak ada jawaban Aluna yang Dipta dengar Gadisnya itu hanya diam saja.


" Udah gue duga lo itu Cuman suka sama Angga kan,"


" Terus sampai kapan lo itu mau mempertahankan hubungan lo sama Dipta Apa lo rela buang-buang waktu buat orang yang gak lo mau,"


Tidak ada lagi jawaban dari Aluna yang Dipta dengar.


Diamnya gadis itu membuat Dipta semakin merasa Putus asa dan semakin sakit. Ia tak akan Pernah menjadi spesial di mata gadis itu Aluna hanya sebatas dikasihani dan orang bernama Angga lah yang akan selalu menjadi Pemenangnya.


Dipta Tangannya mengepal. " Gapapa Dipta gapapa lo udah mendapatkan lebih dari cukup," katanya dalam hati lalu melenggang Pergi karena sakit hati yang terasa begitu Perih.


...•••••...


" Ketika gue Pergi Aluna akan baik-baik aja." Dipta menarik napas berat. " Dia gak akan kenapa-napa dan itu bagus Gue gak Perlu mengkhawatirkan apapun Gue bisa Pergi dengan tenang," ujar Dipta yang menutupi kenyataan bahwa sebenarnya ia tidak ingin meninggalkan wanita yang berhasil membuatnya bahagia meski sesaat.


Setelah mendengar cerita Dipta membuat Chiko merasa sakit hati Bisa-bisanya Aluna berkata seperti itu la pun merasa kesal dan ingin marah Pada Aluna Namun ketika Chiko beranjak Dipta mencekal tangannya menahannya untuk tidak Pergi


" Gapapa Chiko " kata Dipta yang tak mau Aluna tahu.


Chiko menghempas tangannya melepas Pegangan Dipta

__ADS_1


" Gapapa gimana Dipta ! Dia itu udah keterlaluan sama lo ! Gue harus bicara sama dia,"


" Gak Jangan bahas hal yang gue cerita ini ke Aluna Bukan itu yang gue mau dari lo."


" Tapi Dipta ..... "


" Tugas lo jagain Aluna ketika gue Pergi,"


" Gak, gak, gak Dipta Bukan tugas gue buat jagain Aluna Itu tugasnya lo Tugas gue cukup jagain lo bukan jagain dia ! Lagipula dia udah jahat sama lo. Buat apa gue harus baik sama orang yang gak tulus sama lo,"


" Tapi gue tulus sama dia ! Gue sayang sama dia Dan gue mau lo jagain orang yang gue sayang," Mata Dipta berkaca-kaca.


" Aluna itu anaknya om Adit Chiko," tambahnya.


" Psikiater ..... "


Dipta langsung mengangguk. " Gue nikahin Aluna untuk menyelamatkan dia dari mamahnya Agar gue Punya hak sepenuhnya atas Aluna Agar Aluna bisa hidup tenang tanpa mamahnya yang gak baik untuk dia,"


" Jadi, itu alasan lo ..... "


" Iya Jadi gue mohon lo jagain Aluna buat gue,"


Chiko mengusap wajahnya frustasi. la benci hal semacam harus terjadi dalam hidupnya.


" Ta ..... "


" Hai " sapa seseorang yang beru saja membuka Pintu.


Chiko dan Dipta menoleh serentak Aluna dengan membawa es cream di tangannya berjalan mendekat ke arah mereka.


" Liat aku bawa apa buat kamu " Aluna tersenyum ke arah Dipta sembari menunjukkan es cream yang ia beli untuk suaminya itu.


Dipta mengembangkan senyum. " Es cream rasa apa vanila atau cokelat,"


" Kamu amnesia ya ini es creamnya warna Putih berarti rasa vanila dong."


Dipta langsung tertawa. " Kan, aku basa-basi dulu,"


Aluna menoelkan es cream ke hidung Dipta lalu tertawa.

__ADS_1


" Kamu nakal juga ya " Dipta pun


ikut tertawa bersama gadis itu


Chiko yang juga berada di sana tak ikut tertawa bersama. la hanya memandangi sahabatnya yang tampak bahagia bercanda bersama Aluna Seharusnya ia ikut tertawa karena melihat wajah Dipta yang kelihatan


lucu karena ada es cream di hidungnya Akan tetapi kelucuan itu terhalang oleh rasa sedihnya yang memikirkan kondisi sahabatnya dan rasa kesalnya Pada Aluna


" Lo mau Chiko " tawar Dipta sambil menyodorkan es cream ke arah Chiko


" Gak noyan, gue bukan anak kecil," tolak Chiko


" Sok dewasa banget sih lo," ejek Aluna


Chiko diam saja tak mau merespons candaan gadis itu.


" Dipta gue keluar dulu," Pamit Chiko yang merasa kesal dengan adanya Aluna. la pun Pergi setelah diangguki Dipta


" Chiko kenapa ? Kok mukanya keliatan kesal banget."


" Efek jomblo," jawab Dipta lalu tertawa.


" Kasihan "


" Hahahaaa," Mereka pun tertawa bersama.


Dipta meredam tawanya. la memandang lekat Aluna yang masih tertawa Senangnya ia bisa melihat Perubahan gadis itu Beberapa waktu lalu ia yang sering memerhatikan Aluna dari jarak jauh selalu melihat wajah muram gadis itu dengan raut yang tampak lelah karena bekerja keras tanpa kenal waktu Kini ia bisa melihat tawanya yang lepas Tidak Peduli Aluna hanya sekedar mengasihaninya Bukankah yang terpenting tujuannya menikahi Aluna telah terwujud Maka itu saja sudah lebih dari cukup.


" Aluna .... "


" iya "


Dipta tersenyum lalu meraih tangan gadis itu. " Terima kasih ya aku sayang banget sama kamu."


Aluna menganggukkan kepala. " Gak mau bilang kalau kamu juga sayang aku,"


" Iyaa aku sayang kamu Cepat sembuh ya .....,"


Dipta tersenyum tipis Entahlah itu Perkataan yang jujur apa tidak Sangat sulit untuk menilainya Terpenting adalah wanita itu masih di sampingnya.

__ADS_1


" Sebenarnya aku gak mau Pergi dari kamu Aluna," ucapnya dalam hati.


...•••••...


__ADS_2