
" Dipta gue gak bisa tidur " Sudah jam dua Pagi Sampai Dipta kelar bermain game Aluna belum dapat menidurkan diri
Dipta miringkan Posisi menghadap Punggung Aluna
" Gue Peluk mau " Barangkali idenya ini dapat menidurkan Aluna
Aluna berbalik lalu menjitak jidat Dipta
" Aduh " rintih cowok itu
" Makanya jangan Mesum " Aluna kembali memunggungi Dipta
" Salah mulu gue Perasaan "
" Ya emang Io salah "
" Gue searching lo Aluna di google Gue nyari gimana jadi suami yang baik Nah salah satu cara itu dengan memberikan sentuhan atau Pelukan Tapi masih salah aja gue Gak tau lagi deh gue belajar kemana Ilmu google aja masih salah di mata lo,"
" Lo gabut banget ngapain searching hal begituan,"
" Ya kan itu salah satu usaha gue biar jadi suami yang baik buat lo Daripada lo gak ada usaha,"
" Ada "
" Apa "
" Gue juga semalem searching nyari cara cerai tanpa jadi janda,"
" Sialan Bisa-bisanya Io mau cerai dari gue Jahat lo," Dipta memiringkan badannya membelakangi Aluna lalu menarik selimut sampai ke kepalanya
" Lebih baik gue tidur daripada sakit hati,"
Aluna menghadap Punggung Dipta
" Dipta Jangan tidur lo Gue takut sendirian Kalau ada hantu nenek lo gimana," Aluna mengoncang-goncang lengan kekar Dipta
Dipta membuka selimutnya lagi. " Apa sih Aluna Gue mau tidur,"
" Temenin gue Gue takut "
" Takut apa ? Nenek gue orang baik gak bakal ngehantuin kita Apalagi gue cucu yang baik hati Lagian Io gak sendiri ada gue di sebelah lo,"
" Ahh Pokoknya jangan tidur Temenin gue begadang,"
" ihh males banget sumpah kecuali ada imbalannya,"
" Jangan aneh-aneh Io ya "
Dipta mengubah Posisinya menghadap Aluna
" Cium gue dulu dong nanti gue temenin begadang,"
" Gak "
__ADS_1
" Ya udah gue tidur Biar lo dihantuin sama kuntilanak,"
" Ihhh Dipta " Aluna ketakutan ia pun merapatkan tubuhnya di tubuh Dipta
" Lo jangan nakutin gue dong."
" Makanya cium dulu suaminya Nanti ditemenin begadang deh."
" Arghh nyebelin banget sih lo "
" Ayo cium "
Aluna terpaksa memanyunkan bibirnya sambil kejam mata lalu mencium Pipi Dipta meski jijik Pipi Dipta memerah dan Pria itu tersenyum Puas.
" Astaga gue baper " girang Dipta dalam hati Akhirnya setelah seminggu menikah ia dapat ciuman dari Aluna Uhhh, Panas dingin jadinya.
" Udah Puas kan, lo " Muka tak ikhlas Aluna sangat kelihatan sekali.
" Kurang sebenarnya " jawab Dipta Padahal ia sangat Puas walaupun hanya dapat ciuman seuprit.
" Emang gak Pandai bersyukur lo " Aluna mengubah Posisinya memunggungi Dipta Ia lebih milih menatap tembok daripada wajah Dipta yang ngeselin.
" Dipta " Aluna yang masih belum bisa tidur mencari bahan agar Dipta tidak ketiduran.
" Apa " tanya Dipta yang asik natap tokek yang nempel di dinding. Ia tidak boleh membeberkan Peliharaannya itu Pada Aluna jika tidak mau tokeknya besok Pagi jadi tokek geprek
" Dipta Jadi lo itu beneran suka sama gue " Malas sebenarnya Aluna nanya beginian tapi dia Penasaran juga sama jawabannya.
" Cepet banget jawabnya "
" Ngapain lama-lama "
" Pasti gak dari hati dari mulut doang Dasar cowok gak tulus,"
" Dari hatilah justru kalo dari mulut itu yang kelamaan mikir Gak tulus Yang spontan baru tulus," Dipta memiringkan Posisinya dan mengambil kesempatan dengan tangan nakalnya Perlahan melingkar di Pinggang Aluna Baru sedetik tangannya mendarat langsung ditepis kasar istrinya.
" Jangan nyuri kesempatan Io," Aluna mengingatkan jangan sampai ia murka di tengah malam begini.
Dipta merentangkan tubuhnya kembali Tidak ada gunanya mereka sekamar kalau begini terus Nikah juga Percuma gak dapat apa-apa Cuma diKDRT-in aja
" Lo kok bisa suka sama gue ? Kan gue jahatin lo mulu," Aluna lanjut membahas Perihal tadi yang Dipta malas membahasnya.
" Bukannya udah gue jawab ya "
" Kapan "
" Waktu itu "
" Yang mana ? Gak ada seingat gue "
" Masih muda tapi Pikun Waktu lo marah sama gue yang ngenalin Io ke temen-temen gue Niat gue Pamer waktu itu ke mereka eh elo malah ngerusak suasana,"
" Ohh yang itu Tapi-tapi gue belom tau alasan Io cinta ke gue Spill dong,"
__ADS_1
Dipta menghela napas berat. " Gak ada alasan Gue juga bingung,"
" Berarti Io gak cinta sama gue Lo Pasti masih cinta sama mantan lo."
" Su'uzon lo "
" Lo aja gak tau alasan kenapa cinta sama gue Jelas dong lo gak cinta ke gue."
" Justru kalau gak ada alasan itu namanya cinta Kalo alasannya fisik berarti nafsu kalau alasannya lo Pintar dan baik berarti itu kagum,"
" Gue kok gak asing ya dengar kata-kata itu." Rasanya Aluna sering mendengar kata-kata yang Dipta ucapkan.
" Emang gue copas di tiktok,"
" Gak kreatif banget "
Posisi Dipta berubah ia mendukung Dipta
" Gimana dengan Perasaan Io ke gue,"
Tatapan Dipta sangat tajam dengan senyum nakal yang membuat Aluna tertegun Jantungnya jadi berdetak cepat Ia sedang tidak aman.
Dipta lebih memajukan tubuhnya membuat Aluna memalingkan wajah karena muka Dipta tepat di depan mukanya Hembusan napas cowok itu sampai terasa Berbau mint dan aroma tubuh Dipta sangat manis Entah apa merek Parfum cowok itu.
" Kok gak dijawab " tanya Dipta dengan suara berat terdengar seksi
Dipta kembali memundurkan tubuhnya Memberi ruang untuk Aluna
" Dipta jangan kek gini Gue takut," rengek Aluna yang Pikirannya sudah traveling kemana-mana.
" Takut apa hm " Dipta kembali menempelkan tubuhnya Pada sang istri
" Dipta Udah ..... " Aluna kembali merengek Tanpa Aluna tahu rengek-annya membuat Dipta semakin gemas.
" Udah apa ? Gue belum ngapa-ngapain lo Lo pasti selama ini ngira gue lemah, kan Pengecut Lo salah Aluna gue hanya nahan Bukan gak berani," Senyum nakal Dipta kembali terukir
Dipta membelai rambut Aluna
" Gimana kalau malam ini kita ..... "
Aluna menggeleng-gelengkan kepalanya
" Enggak Dipta gue gak mau .... "
Aluna ingin sekali melakukan Perlawanan tapi gak bisa karena kakinya ditahan sama kaki Dipta
" Dipta jangan apa-apain gue Gue janji akan baik sama lo tapi jangan lakuin ini Please ....,"
" Kenapa hm "
" Gue belum siap Gue gak mau hamil Gue gak mau cita-cita gue berantakan karena mengandung anak lo," teriak Aluna sambil meneteskan air mata.
...•••••...
__ADS_1