DIPTA

DIPTA
EPISODE 71


__ADS_3

Zea melangkah lemas menuju mejanya Wajahnya yang kehilangan keceriaan mencuri Perhatian beberapa orang yang mengenalnya Bahkan guru yang menjadi Pengawas ujian ikut khawatir melihatnya.


" Zea apa kamu sakit " Wajah Zea yang menjadi Pucat membuat cemas sang guru.


Zea yang di mejanya diam saja. Ia melanjutkan mengerjakan soal ujian dengan semangat yang telah hilang Air matanya seketika jatuh dan ia pun menangis tanpa ada yang tahu.


Langkahnya terhenti saat melihat Dipta di depan sana bersama Aluna dan keempat teman mantan Pacarnya itu. Dipta memandang ke arahnya Mereka saling melihat tapi tidak saling sapa.


Zea tidak ingin kehilangan Dipta Ia pun berlari tanpa Peduli apapun lalu ia memeluk erat Dipta dan menangis dalam tubuh Pria itu


Aluna dan keempat teman Dipta terkejut dengan sikap Zea Semua bertanya-tanya kenapa Zea memeluk Dipta dan menangis Pula ?


" What apa mereka balikan " Bisik Marco di telinga Chiko


" Tampar gue," Pinta Kenzo lalu Aldi benar-benar menamparnya.


" Sialan gue gak mimpi," ujar cowok gondrong itu.


Dipta melihat Aluna yang terlihat tidak suka dengan Zea yang memeluknya Dipta pun melepas Pelukan Zea lalu memegang tangan Zea dan membawanya menjauh dari Aluna dan temannya.


" Zea lo itu udah janji gak Pernah ganggu gue lagi,"


Zea menggenggam kedua tangan Dipta dengan menatap sayu Pria di hadapannya.


" Dipta lo Pasti bisa sembuh, kan ? Lo Pasti bisa sehat lagi, kan,"


Dipta langsung diam.


" Dipta sejak kapan Sakit ? Kenapa lo gak bilang apa-apa ke gue ? Apa lo udah benar-benar gak ngangep gue ada,"


" Dipta gue akan ada buat lo Gue gak akan Pergi lagi Lo jangan nyerah yaa ..... "

__ADS_1


Dipta langsung melepas tangannya dari genggaman Zea. " Gue gak butuh lo Udah ada Aluna yang akan nemenin gue."


Zea diam sejenak. " Terserah ada Aluna apa enggak Gue kali ini gak akan Pergi ninggalin lo Gue bakal nemenin lo sampai lo sehat lagi,"


" Berhenti Zea gue bilang berhenti Peduli sama gue,"


" Gue Punya hak atas diri gue sendiri Gue gak akan berhenti Kita emang udah Putus dan gue akuin gue yang salah Jadi biarin gue nebus kesalahan gue Biarin gue baik ke lo."


" Kesalahan yang lo buat gak bisa diperbaiki Kita udah gak ada hubungan apa-apa dan gue gak mau ada lo lagi di hidup gue,"


" Gue masih Peduli sama lo Dipta Gue jadian sama Rio bukan berarti gue udah lupa sama lo,"


" Buat apa lo Peduli ? Kita teman juga bukan! Sahabat apalagi Kita sekedar mantan dan berhenti buat gue ngerasa kalau lo masih cinta sama gue,"


" Gue tersiksa tau gak " tekan Dipta lalu melenggang Pergi menemui Aluna kembali.


" Ayo kita Pulang," ajaknya sembari memegang Pergelangan tangan Aluna dan beranjak meninggalkan empat temannya.


Marco, Kenzo, dan Aldi menatap Chiko Minta Penjelasan dari Pria jangkung itu.


Marco, Kenzo, dan Aldi mengejar Chiko Aldi merangkul Chiko, " Apa mungkin Zea udah sadar kesalahan dia sama Dipta,"


" Gue gak tau " jawab Chiko


" Masa sih lo gak tau," ujar Marco


" Iya Pasti lo tau sesuatu kan Tapi lo sengaja sembunyiin," timbal Kenzo


" Gue gak tau apa-apa jangan su'uzon lo Pada," decak Chiko


" Gak Percaya gue " Aldi melepaskan rangkulannya.

__ADS_1


" Gimana kalau ternyata Zea Putus sama Rio terus mau balikan sama Dipta," duga Marco


" Lah nasibnya Aluna gimana dong," tanya Aldi


" Fix jadi janda muda," sahut Kenzo


Aldi dan Marco geleng-geleng kepala mengasihani nasib malang Aluna


...•••••...


" Tadi kamu dan Zea .... "


" Gak ada yang Penting," ucap Dipta memotong Perkataan Aluna


Aluna langsung menoleh memandangi jendela mobil. " Gak mungkin gak ada yang Penting kalau cewek sampai nangis di Pelukan cowok," katanya.


" Apa yang mau kamu tau " tanya Dipta to the Point.


Aluna langsung mengalihkan Pandangannya Pada Dipta, " Kenapa Zea .... ,"


" Tanya ke Zea langsung jangan ke aku," Potong Dipta dingin.


Aluna menunduk. " Dia mau balikan ya sama kamu,"


" Kalaupun iya aku gak akan mau " Aluna mendongak menatap Dipta " Kenapa Bukannya kamu sangat suka dia,"


Dipta menghela Pelan. " Udah ada kamu buat apa lagi sama dia,"


" Adanya aku benar-benar gantiin dia "


Dipta menggenggam tangan Aluna. " Adanya kamu gak gantiin siapa-siapa Kamu ya kamu dia ya dia Bedanya hanya Pada waktu Dia berarti bagi aku waktu itu dan kamu yang sekarang,"

__ADS_1


Aluna mendengar itu menjadi lega Kedua sudut bibirnya Pun terangkat. Dipta tidak ikut tersenyum Justru ia malah melepas genggamannya dan melarikan Pandangannya Pada arah kaca mobil.


...••••...


__ADS_2