
" Angga "
Cowok berkacamata berhenti melangkah Seseorang memanggilnya dan suara itu sangat familiar Angga memutar badannya ke belakang Benar dugaannya Itu memang Aluna
Aluna berlari menghampiri Angga Saat di hadapan cowok itu Perasaannya canggung Padahal kemarin masih terasa biasa saja Paling Perasaan kasmaran tapi sekarang rasanya sudah berbeda Seakan hubungan mereka telah jauh dan asing.
" Gimana kabar kamu " Aluna ingin hubungannya dengan Angga baik-baik saja Tidak ada salahnya kan mereka tetap menjadi teman.
" Gue baik " jawab Angga agak ketus
Perkataan Angga membuat Aluna cukup kaget karena cowok itu tidak lagi menggunakan aku dalam ucapannya.
Apa Angga sudah menganggapnya seasing itu ?
" Angga kamu kok .... "
" Lo mau apa " Potong Angga
" Angga kamu masih marah ya sama aku,"
" Gue sibuk " Angga berbalik Ketika mau Pergi tangannya dicekal Aluna
" Angga gue Pengen kita masih bisa jadi temen," Angga menyentakkan tangannya sampai Pegangan Aluna lepas
Angga kembali menghadap gadis itu
" Lo mau apa ? Jadi temen gue Ck gue gak butuh temen Temen gue udah banyak."
" Angga aku minta maaf Please jangan musuhin aku Angga,"
" Lucu lo Aluna "
__ADS_1
" Angga "
" Apa ? Gue udah gak mau berhubungan apapun sama lo. Lo juga kan, yang buat gue jadi gini Jadi gak usah sok baik sama gue."
Aluna terdiam merasakan sakit di dadanya Emangnya salah ya jika dia ingin tetap berteman dengan Angga "
" Pilihan lo Dipta dan itu artinya gue gak Perlu ada di hidup lo Bentar lagi angkatan OSIS kita juga bubar Jadi diantara kita udah gak ada apa-apa Menurut gue ngapain menjalin sesuatu kalo gak ada tujuannya," tegas cowok berkacamata itu.
Aluna menunduk sambil memilah ujung roknya Perkataan Angga sangat menusuknya Angga telah berubah.
" Lo mau kita temenan tujuannya apa gue tanya," Aluna mengangkat kepalanya menatap laki-laki yang masih ia cintai. Namun takdir harus membuatnya tidak memiliki sosok itu
" Selama ini kita juga teman Dan kita baik-baik aja Angga," jawabnya.
" Itu menurut lo Aluna, " Angga terdiam sesaat. " Gue jadi temen lo karena suka sama lo ! Dan ingin lo jadi Punya gue ! Sekarang kalau kita jadi temen lagi gue udah gak Punya tujuan apa-apa Dekat sama lo lagi sama aja gue ngeracunin diri gue sendiri Aluna Kalau tujuan lo biar kita bisa sama-sama lagi kayak dulu lagi, lo egois," tambahnya dengan Penekanan
Buliran bening memenuhi mata gadis di hadapannya Bentar lagi Aluna akan menangis Dan Angga tidak merasa bertanggungjawab atas itu Aluna sendiri yang membuatnya jadi jahat Baik Pada gadis itu sama aja merusak dirinya. la akan susah melupakannya dan masa depannya jadi berantakan.
Aluna meneteskan air matanya seraya melihat kepergian Angga Mungkin ini terakhir kalinya ia akan berbicara Pada Pria itu.
...••••...
Dipta bosan menunggu Aluna Kata gadis itu cuman ke Toilet tapi sampai bel masuk bunyi Aluna belum juga kembali Akhirnya Dipta Putuskan meninggalkan Perpustakaan Pergi ke kelas dan sampai di ambang Pintu ia tidak melihat batang hidung Aluna
Dipta menghampiri Kinan Kenapa bukan Nadin yang ia datangi ? Karena ia malas Bangku Kinan lebih dekat karena baris ke 2 Sedangkan Nadin baris ke 5.
" Kinan mana Aluna," tanyanya Dipta to the Point.
" Gak tau " jawab Kinan apa adanya.
Dipta melarikan Pandangannya ke cowok yang duduk di sebelah Kinan
__ADS_1
" Lo liat Aluna "
Aldi mengedikan bahu.
Dipta memandang ke belakang Tepat menatap cewek yang duduk di samping Chiko
" Lo .... "
" Apa " tanya Nadin
" Mana Aluna "
" Kan dia sama lo Lo Pacarnya kok bisa kehilangan dia," tanya Nadin
" Gimana sih jadi Cowok "
Tidak ada respon dari Dipta Cowok ini berbalik lalu meninggalkan kelas
" Heran katanya Aluna gak suka Dipta Eh tiba-tiba Mereka Pacaran,"
" Mereka bahkan lebih dari itu," sahut Chiko
" Ups " Cepat ia menutup mulutnya.
" Anjir gue keceplosan,"
Nadin melototi Chiko," Hubungan Aluna dan Dipta lebih dari Pacaran maksud lo apa,"
" Gak bukan apa-apa "
Nadin memicingkan matanya. " Ada yang gak beres nih," ucapnya dalam hati Perlu ia selidiki
__ADS_1
...••••...