DIPTA

DIPTA
EPISODE 79


__ADS_3

Di tengah malam Sonya membangunkan Putranya Mengajak Dipta untuk bicara hal yang Penting Ada hal yang Perlu dia sampaikan Pada anaknya itu.


Sampai di ruang tengah Dipta mendapati Papinya yang menunggunya Kini dia menghadap kedua orang tuanya yang entah ingin membahas apa Padanya. Tampaknya sangat Penting sampai membangunkannya.


" Dipta sebelumnya mami minta maaf karena sudah mengganggu tidur kamu." Sonya berucap.


" Kalian mau membicarakan apa," tanya Dipta to the Point.


Sonya menoleh memandangi Bram


Bram menghela Pelan sebelum bicara


" Sebenarnya selama ini kami berusaha untuk mendapatkan cara agar kamu bisa sembuh Tapi belum ada Pengobatan yang tepat untuk kamu Beberapa rumah sakit kami datangi untuk mencari dokter yang siap menangani kamu Dan hasilnya tetap sama," Dia menunduk sedih.


" Jadi diam-diam kalian berusaha untuk menyelamatkan aku,"


Sonya mengangguk Tangannya menggenggam tangan suaminya. " Gak ada orang tua yang akan membiarkan anaknya mati Dipta Kami ingin kamu sembuh dan kami tentu akan memperjuangkan segala cara agar kamu bisa sehat kembali,"


Mendengar semua itu membuat Dipta merasa bersalah akan sikapnya tadi Pagi Pada maminya.


Sonya beralih duduk di samping Putranya Menggenggam tangannya. " Dipta hal yang ingin kami sampaikan sebenarnya sama kamu bukan itu."


Dipta mendongak. " Lalu apa "


Sonya menunduk sedih.


Dipta diam menunggu kelanjutan dari orang tuanya.


" Jalan satu-satunya kamu akan dioperasi tapi .... " Bram semakin tidak tega mengatakannya.

__ADS_1


" Aku siap dioperasi aku gak takut sama sekali," ucap Dipta teguh.


Bram menatap sang istri.


" Peluang operasi itu berhasil hanya 1 Persen Dipta jika gagal kami bisa kehilangan kamu lebih cepat ..... " Sonya menangis Dia tidak ingin Dipta mati secepat itu Padahal Putranya masih bisa bertahan untuk beberapa waktu.


Dipta terdiam dengan tatapan kosong mengarah Pada Bram Baru saja dapat harapan lalu dijatuhkan kembali. la merasa sangat senang beberapa detik lalu Sayangnya, ia hanya memiliki 1 Persen harapan hidup Itu seperti jalan buntu yang hanya memiliki celah kecil yang mustahil dapat mengeluarkan tubuhnya dari jalan buntu tersebut.


" Dokter bahkan meragukan keberhasilan itu, Mami gak mau kehilangan kamu lebih cepat Dipta ..... " lirih Sonya


Dipta berpikir sangat keras sampai meyakini keputusannya la mengepal tangannya. " Aku siap dioperasi," tekadnya.


Bram dan Sonya terkejut mendengar Perkataan Putranya itu.


" Dipta tapi resikonya sangat besar Jika gagal kamu kehilangan waktu kamu lebih cepat," Protes Bram


" Benar Dipta kamu masih Punya beberapa waktu Nak Tapi kalau kamu mengambil


" Lalu apa ? Kalian akan membiarkan aku mati Perlahan,"


Bram dan Sonya bungkam.


" Dioperasi atau gak aku juga akan mati 'kan," Dipta menatap Papi dan maminya


" Aku masih Punya Peluang sembuh 1 Persen lebih baik daripada aku gak melakukan apa-apa lalu mati,"


" Bukannya ini yang kalian mau ? Aku Punya semangat untuk hidup Terus kenapa sekarang kalian diam aja,"


" Pi, Mi anak kalian ingin sembuh. Aku mohon kalian mensupport keputusan aku," mohon Dipta

__ADS_1


Bram dan Sonya masih tak berkutik.


Dipta berdiri. " Jadi ini keputusan kalian berdua Kalian membiarkan aku tetap hidup tapi membuang kesempatan aku untuk hidup lebih lama,"


" Resikonya terlalu besar Dipta,"


" Aku gak Peduli Pi "


" Tapi Dipta .... "


Dipta menggenggam tangan maminya. " Mi Dipta akan baik-baik aja."


Sonya mengusap wajah Putranya. " Dipta operasi itu bukan Pilihan yang tepat untuk kamu,"


" Terus apa Mi yang tepat,"


Sonya terdiam karena memang


tidak ada Pilihan lain.


" Gak ada, kan. Gapapa Mi Dipta


akan baik-baik aja,"


Dipta langsung memeluk wanita yang melahirkannya itu. " Mami gak akan kehilangan apapun aku akan berusaha keras untuk sembuh Aku gak akan nyerah,"


Diberi kalimat tenang apapun tidak akan menenangkan Perasaan Sonya. Sonya sangat tahu hal-hal fatal yang bisa saja terjadi di meja operasi. Ketika dokter mengatakan hanya ada 1 Persen Peluang hidup bagi Pasiennya maka bukan lagi soal antara hidup dan mati Tetapi anggota keluarga sudah harus siap kehilangan salah satu keluarganya.


" Kamu gak boleh menyusul Daniel Janji ya sama Mami," bisiknya.

__ADS_1


" iya Mi Dipta janji " balasnya


...•••••...


__ADS_2