DIPTA

DIPTA
EPISODE 37


__ADS_3

Aluna bergabung ke barisan Sebentar lagi upacara bendera akan segera dimulai Dengan Perasaan ketar-ketir Aluna berusaha untuk tenang.


" Gila gimana nasib aku nanti malam," ucap Aluna dalam hati.


" Lo kenapa " tanya Nadin yang berdiri di barisan depan samping Aluna Dia heran melihat muka Pucat sahabatnya itu Padahal upacara baru mau dimulai tapi Aluna sudah Pucat duluan.


" Gue gapapa " jawab Aluna dengan muka Panik yang gagal ia sembunyikan.


" Gapapa gimana muka lo kek mayat gini."


" Kesucian gue lagi terancam "


" Ha "


" Lo gak bakal ngerti Lebih baik diam,"


" Lo sakit ya " Nadin memeriksa jidat Aluna


" Biasa aja anget doang "


" Kenapa " tanya Kinan yang dibarisan kedua tepatnya di belakang Nadin


" Coba lo liat muka Aluna Pucat kan " Kinan memegang Pundak Aluna lalu menghadapkan tubuh cewek itu ke hadapannya.


" Lo sakit "


" Enggak " bantah Aluna


" Ke UKS aja Nanti Io Pingsan Kita yang repot,"


Nadin manggut-manggut Setuju dengan yang dikatakan Kinan.


Aluna cepat meluruskan barisannya ketika melihat Dipta yang masuk ke barisan mereka.


Dipta baris di bagian Paling belakang Postur tubuhnya yang tinggi dapat melihat Aluna yang berada di barisan Paling depan. Ia tersenyum meski hanya melihat bagian belakang istrinya yang bandel itu.

__ADS_1


" Dipta yakin ikut upacara " tanya Chiko yang barisannya sejejeran dengan Dipta


Dipta merangkul Chiko. " Tenang aja gue kuat kok Gak usah lebay."


Aldi dan Kenzo menoleh ke belakang.


" Kita yang gak kuat kalau Io Pingsan di sini," ujar Kenzo


" Gue sih kuat tapi mereka aja yang Pada lemah," timbal Aldi sambil menunjuk Marco dan Chiko


" Lo liat otot gue " Aldi memamerkan lengan besarnya.


" Gak usah diliat lengan burik kek gitu dibanggain," ledek Marco


Aldi memukul kepala Marco, " Berani Io ya ngejek gue, gue tonjok langsung beda alam lo."


" Gue aduin bunda gak dapat jatah kue lapis lo." Marco balik mengancam Bundanya Punya usaha kue lapis .


" Eh, jangan Kue lapis emak lo enak Gue bercanda aja tadi Santai Marco kita kan sohib Masa sih gue buat Io metong,"


" Penjilat " gumam Marco


BRAK


Dipta tumpang jatuh ke tanah membuat barisan kelasnya heboh. Upacara yang baru beberapa menit berlangsung sudah membuat Pria itu tepar dan keempat temannya panik bahkan kelas sebelah juga ikutan heboh. Cowok yang jarang ikut upacara itu mendadak jadi bahan Perhatian Padahal Dipta dikenal cowok jagoan di sekolah Namun kenapa hanya ikut upacara membuatnya lemah.


" Aluna Dipta Pingsan " ujar Nadin mengabari Aluna yang fokus mendengarkan ceramah dari Bu Hesti yang diberi kesempatan sebagai Pembina upacara.


" Dipta Pingsan "


Nadin mengangguk.


Dengan Cepat Aluna ke barisan belakang


" Dipta " Aluna menghampiri Dipta yang sedang dibopong oleh Chiko dan Aldi

__ADS_1


" Dipta Kenapa " tanya Aluna cemas.


Chiko dan Aldi tidak sempat menjawab Aluna Mereka buru-buru membawa Dipta ke UKS Sedangkan Marco dan Kenzo mengekori dari belakang Aluna juga ikut bersama mereka.


" Gue bilang juga apa Nih anak bandel amat sih," gerutu Chiko yang merasa kesal karena Dipta tidak mau mendengar Perkataannya tadi.


Sampai di UKS Aluna cepat membuka Pintu Chiko dan Aldi merebahkan tubuh Dipta di ranjang Merapikan Posisinya dan melepas sepatu sahabatnya itu.


Kenzo segera menyalakan kipas dan Marco cuma jadi Penonton yang memandangi sahabatnya yang berbaring di ranjang.


" Kasih tau nyokapnya gak " tanya Chiko Pada ketiga temannya.


Semua saling lirik-lirikan.


" Kalian balik aja ke lapangan Biar gue yang urus Dipta " ucap Aluna


" Gimana " tanya Chiko


" Gue di sini aja deh nungguin Dipta enak ngadem," jawab Marco yang justru betah di UKS daripada harus kembali ke lapangan yang Panas-panasan Entar kulitnya gelap dan ia akan dimarahi bunda.


" Gak lo semua balik ke lapangan " tegas Aluna


" Kalau kita gak mau balik ke sana lo mau apa hah," Kenzo nyolot.


Aluna berkacak Pinggang. " Lo mau nama kalian gue masukin ke buku BK "


" Mau ketemu Pak Tono " Ancamnya.


" Ogah deh kalau ketemu Pak Tono Balik ke lapangan aja." Aldi buru-buru ke luar UKS Ketiga temannya pun mengikuti jejaknya. Daripada ketemu guru super galak dan gak ngotak hukumannya mending mereka Panas-panasan di lapangan.


Aluna menutup Pintu UKS lalu duduk di kursi samping ranjang yang Dipta tiduri Aluna merasa bosan Sudah beberapa menit menunggu tapi Dipta belum siuman juga Melihat rambut Dipta yang berantakan membuat Aluna bergerak untuk merapikannya


" Di lihat dari deket ternyata lo ganteng juga Tapi Kenapa gue belum suka sama Lo," Kata Aluna ketika melihat wajah Dipta dari dekat


Saat sedang asik memerhatikan Dipta tiba-tiba Dipta membuka mata dan memegang tangannya.

__ADS_1


...•••••...


__ADS_2