
Sebelum Dipta Pergi meninggalkan Angga Dipta menyempatkan diri untuk menepuk Pundak Angga dan membisikkan sesuatu ke Angga
" Cepetan Move on deh masih banyak cewek cantik di luar sana " ledeknya
Dipta membawa Aluna Pergi Kini tinggal Angga yang hatinya sedang tersayat-sayat. Ia mengepal tangannya erat lalu melangkah cepat keluar ruangan mengejar Dipta
" Hei Dipta " Panggilnya Ketika Dipta menoleh ia langsung menonjok wajah cowok itu.
Dipta langsung terhuyung ke belakang ketika Angga menonjok wajahnya
" Apa sih Lo mukul gue segala " Teriak Dipta tidak terima
" ini semua gara-gara lo Dipta gue benci banget sama Lo seharusnya Aluna itu milik gue," Umpat Angga mencengkeram erat kerah baju Dipta dengan kuat
" itu bukan salah gue Lo aja yang lama nembak Aluna jadi lo jangan salahin gue Paham," Dipta langsung mendorong Angga sampai Terhuyung
" Kurang ajar " Angga tidak terima Angga langsung berdiri dan memukul hidung Dipta
Saking kuatnya Pukulan itu membuat hidung Dipta mengeluarkan darah Perkelahian mereka Pun dimulai. Angga meluapkan semua sesalnya. Tidak hanya amarahnya Pada Aluna yang lebih memilih Dipta dan Dipta yang merebut Aluna darinya. Tetapi ia juga melepaskan kekesalannya Pada ayahnya yang selama ini selalu menuntutnya. Ia menderita selama ini. Namun, tidak ada yang tahu lukanya. Yang orang tuanya Pedulikan hanya Pendidikannya Perceraian orang tuanya sangat merusak hidupnya.
Mereka sama-sama memukul dan sudah Aluna mencoba untuk melerainya tapi kedua cowok itu tidak memedulikan Aluna sama sekali.
Sampai kesabaran Aluna habis dan memilih memanggil Pak Tono untuk membantunya memisahkan Dipta Angga Untungnya ruangan Pak Tono tidak jauh dari ruang OSIS.
" Astagfirullahalazim " kaget Pak Tono ketika melihat 2 muridnya yang sedang berkelahi hebat.
" ANGGA DIPTA " Pekiknya.
Angga yang duduk di atas tubuh Dipta segera berdiri melihat Pak Tono Begitupun Dipta yang berdiri dengan melawan rasa sakit tubuhnya.
" Mau jadi apa kalian " hardik Pak Tono
Angga cuman menunduk sedangkan Dipta menahan sakit di wajahnya yang dipukul habis oleh Angga yang kesetanan Entah kerasukan apa sampai Angga begitu kuat dan membuatnya kewalahan.
" Udah merasa jagoan kamu " Pak Tono menunjuk Dipta Yang ia tahu Dipta lah yang biasanya membuat onar duluan.
Dipta diam karena menunggu Angga mengakui kesalahannya namun cowok itu tak kunjung bicara.
" Dipta Kapan sih kamu sadar Perbuatan kamu sama sekali gak dewasa," ketus Pak Tono menyalahkan Dipta
" Kalau mau jadi jagoan jangan sekolah di sini, "
Dipta mengepal tangannya kesal. Ia mendongak menatap Pak Tono. Bukan dia yang salah tapi Angga Namun kenapa orang-orang selalu menghakiminya duluan sebelum bertanya siapa Pelakunya ?
" ikut saya ke kantor sekarang " Pak Tono melenggang Pergi.
__ADS_1
Dipta menyusul Pak Tono dan tinggallah Angga bersama Aluna
Angga tidak berkata apa-apa pada gadis yang disukainya itu. Mereka hanya eye contact lalu ia memilih Pergi meninggalkan Aluna sendiri.
...••••...
PLAK
Dipta memegang Pipinya Kepala sekolah menamparnya. Ini kali Pertama dalam hidupnya dipukul oleh ayah dari Pelaku sebenarnya. Mungkin ini Perkelahian terhebatnya dengan Angga makanya ia sampai mendapat Pukulan Biasanya ia hanya dapat surat Panggilan orang tua atau dapat hukuman.
" Kamu lagi ! Kamu lagi Sudah berapa kali kamu cari masalah di sekolah ini Dan selalu Angga yang jadi korbannya,"
Dipta hanya menahan agar tidak lancang Pada Pria yang Paling dihormati di sekolah ini.
" Berulang kali saya Peringatkan ke kamu jangan cari masalah sama anak saya Dipta, " Pak kepala sekolah menoyor kepala Dipta
" Jangan kira saya gak berani mengeluarkan kamu dari sekolah ini ya,"
" Pak sabar Pak," ujar Pak Tono yang tidak tega melihat Dipta Menurutnya Dipta memang salah tapi main tangan tidak dibenarkan.
" Jangan Pernah ikut campur urusan saya,” Kecam si Kepala Sekolah Pada Pak Tono.
" Kali ini bukan salah saya anak Bapak yang mukulin saya duluan," ucap Dipta yang tidak tahan dengan sikap Kepala Sekolahnya itu.
" Kamu menyalahkan Angga " Kepala Sekolah berkacak Pinggang.
" Ya saya memang beban orang tua Pak tapi saya gak kayak Bapak Beban anak,"
" Kamu ..... " Tangan kepala Sekolah terangkat ingin kembali melayangkan Pukulan di wajah muridnya.
Cepat Pak Tono menahan tangan kepala sekolah dan menyuruh Dipta keluar dari ruangannya.
...•••••...
Dipta berjalan di koridor menuju UKS Wajahnya terasa sakit. Mendapat Pukulan dari Angga dan dari ayah cowok itu. Padahal kali ini bukan kesalahannya Ia hanya terus terang Pada Angga agar cowok itu tidak lagi berani mendekati Aluna Setidaknya dalam beberapa waktu ia bisa tenang sama Aluna tanpa adanya Angga Ketika membuka Pintu UKS ia mendapati Zea yang duduk di tempat Petugas Piket.
Apa hari ini hari Piketnya Zea ? Ah sial batinnya Ketemu mantan bukanlah situasi yang bagus.
Dipta mau menutup Pintu kembali tapi Zea malah menahannya.
" Muka lo luka Parah, biar gue obatin dulu ," Zea menarik tangan Dipta membawa mantannya itu masuk ke UKS.
Dipta duduk di Pinggir ranjang.
" Bentar gue ambil obat dulu." Zea Pergi ke lemari mengambil kotak P3K.
__ADS_1
" Gue bisa ngobatin luka gue sendiri," ucap Dipta yang merasa kurang nyaman harus berduaan di sini bareng mantannya. Entah Aluna kemana harusnya cewek itu yang mengobati lukanya.
" Gue Piket hari ini dan kewajiban gue ngobatin orang sakit." Zea menghampiri Dipta dan siap membersihkan luka-luka di wajah Dipta
Zea mulai membersihkan luka Dipta Cowok itu sesekali meringis Perih.
" Sabar, bentar aja kok "
Dipta menatap Zea. " Gue udah dapat Pengganti lo."
Zea berhenti membersihkan luka Dipta
" iya, gue tau. Aluna kan,"
" Hm "
Zea menyiapkan Plester untuk menutupi luka di jidat Dipta
" Selera lo rendah banget ya," ucapnya sambil menempelkan Plester Dipta
" Ya termasuk lo "
" Sialan " gumam Zea.
Selesai mengobati Dipta ia mengambil kursi dan duduk menghadap Dipta " Lo tau, gue masih mengkhawatirkan lo sampai detik ini,” terangnya tanpa malu.
" Udahlah Zea kita udah gak ada hubungan apa-apa lagi sekarang jadi lo gak Perlu khawatir sama gue," ujar Dipta
Dipta turun dari ranjang. Ia berjongkok di hadapan Zea. Cewek itu memalingkan wajah dan ia tahu Zea menahan tangis Zea mungkin masih ada rasa Padanya. Rasa kasihan bukan cinta.
" Gue akan baik-baik aja Lo bisa lebih bahagia sama Rio daripada gue. Gue cuman ... cuman beban untuk lo."
Zea menggigit bibirnya menahan tangisnya Buat apa ia menangisi orang yang sudah menduakannya dan bersikap egois.
" Aluna jagain lo kan "
" Ya, dia jagain gue Sama kayak lo,"
" Bohong gue tau Aluna itu sukanya Angga Bukan lo. Lo ngapain sih sama dia,"
Dipta berdiri lalu menghela napas berat.
" iya gue Tau Aluna suka sama Angga Tapi gue selalu berusaha buat Aluna suka sama gue bahkan cinta mati sama gue," jawab Dipta
Zea langsung terdiam.
__ADS_1
" Makasih udah obatin luka gue " Dipta melenggang Pergi Di ambang Pintu ia berhenti sesaat," Berhenti mikirin gue karena gue gak mikirin lo lagi.” Ia melanjutkan langkahnya.
...•••••...