DIPTA

DIPTA
EPISODE 41


__ADS_3

Aluna mengetuk Pintu kamar Dipta. Sejak Dipta Pulang cowok itu mengurung diri di kamar Aneh tapi Aluna cukup merasa damai karena tidak ada gangguan dari cowok nyebelin itu.


" Dipta " Panggil Aluna sambil mengetuk Pintu lagi.


Pintu terbuka dan Dipta berdiri di hadapannya.


" Gue udah masakin Lo ayo makan "


" Gue gak laper " Dipta mau menutup Pintu tapi Aluna menahannya.


" Lo harus makan " Aluna memegang Pergelangan tangan Dipta Cowok itu menatapnya.


" Nanti Io sakit lagi Ayo " Aluna menarik Dipta ikut dengannya dan cowok itu tidak menampiknya.


Sampai di meja makan Aluna melayani Dipta dengan baik. Tidak Pernah-pernah Aluna memanjakan Dipta Mengambilkan nasi dan lauk Pauk untuk cowok itu lengkap dengan air minumnya.


" Dimakan dan dihabiskan " Pinta Aluna


Dipta bukannya memakan makanannya malah menatap Aluna


" Dipta udah natap gue Lo gak bakal kenyang liatin muka gue,"


" Kata siapa " tanya Dipta


" Gimana keadaan Lo ? Udah berobatkan tadi," Aluna mengalihkan Pembicaraan


Dipta mengangguk


Aluna melirik tangan Dipta yang sudah diPerban.


" Mami kayaknya khawatir banget sama lo. Padahal Io itu Cuma Pingsan doang Jangan-jangan lo Punya Penyakit lain ya,"


" Iya " jawab Dipta Kelopak mata Aluna terbuka lebar. "


" Apa "


" Sakit jiwa " jawab Dipta


Aluna menghela napas.

__ADS_1


" Bener sih " gumamnya.


" Aluna " Panggil Dipta tapi Aluna mengabaikannya Gadis itu fokus makan dan mungkin kesal karena jawabannya.


" Aluna " Panggilannya lagi tapi lagi-lagi Aluna mengabaikannya.


Kali ini Aluna mendongak Apa mungkin Aluna lebih senang diPanggil sayang ?


" Suapin gue dong " Pintanya.


" Lo Punya tangan makan sendiri "


" Gue Punya istri apa gunanya kalo gak digunain,"


" Istri bukan Pembantu Kalau Lo memperistri gue untuk jadi babu Io kenapa gak ngawinin mbak Asih aja,"


" Mbak Asih istrinya Pak Panji Gue gak mau jadi Pembinor,"


" Hah ? Mbak Asih istrinya Pak Panji " Dipta mengangguk.


" Dan Io istrinya gue " Aluna menarik napas saja.


" Aluna "


" Jangan dekat-dekat sama Chiko Gue gak suka,"


" Gue dan Chiko gak ada apa-apa Aneh Lo,"


Dipta memajukan kepalanya. " Yang tadinya gak ada rasa bisa jadi ada Gak ada apa-apa bisa jadi siapa-siapa So, jangan ganjen ke siapapun termasuk ke sahabat-sahabat gue," Dipta menoel hidung Aluna


" Paham "


" Posesif banget Io jadi orang Pantes Zea gak betah sama lo,"


Dipta mengangkat Piringnya lalu menghentakkannya ke meja Untung tidak Pecah tapi suara benturannya cukup mengagetkan Aluna


" Dipta apaan sih lo "


Dipta tidak bilang apa-apa Dia berdiri dengan muka datarnya lalu meninggalkan meja makan.

__ADS_1


" Dipta " Panggil Aluna


" Balik gak ! Lo belum makan apa-apa,"


Dipta tetap Pergi.


" Ya Tuhan gitu aja ngambek Dasar bocil "


...•••••...


" Angga " suara Pria melengking sampai kedalam kamar Angga yang sedang bermain gitar cepat menyudahi mainnya dan menyembunyikan gitarnya ke bawah tempat tidur.


Angga buru-buru keluar kamar menemui Pria yang memanggilnya itu Ayahnya sudah Pulang dan entah kenapa Pria itu kelihatannya sangat marah ?


Di ruang tengah ayahnya berdiri di sana. Dia hampiri untuk mencium Punggung tangan Pria itu tapi Pria itu malah menamparnya.


PLAK


Angga mematung mendapat Pukulan di Pipi Entah sudah berapa kali dia di Posisi ini Sejak orang tuanya bercerai hidupnya tidak baik-baik saja.


" Apa ini " Ayahnya menunjukkan selembar kertas di depan mukanya. Ia ambil dan membaca kertas itu.


" Sudah Ayah Peringatkan kamu harus fokus belajar Angga Pendidikan itu jauh lebih Penting Ayah gak mau kamu sibuk cinta-cintaan ! Selesaikan sekolah kamu masuk Perguruan tinggi di Australia Banggakan ayah dan jangan bikin malu seperti ibu kamu,"


" Yah aku udah 18 tahun Aku udah Dewasa aku Punya hak itu menentukan masa depan aku Lagian aku bisa kok menyelesaikan Pendidikan aku. Aku juga mau ngerasain Pacaran Lagian aku sukanya sama Aluna Aluna murid Pintar dia berprestasi Aku janji kalau ayah setuju aku sama Aluna Pendidikan aku akan baik-baik aja Aku akan lulus sebagai siswa terbaik, aku akan banggain ayah."


" Banggain ? Bangga apanya ? Pokoknya ayah gak mau Pendidikan kamu terganggu karena kamu Pacaran ! Fokus ke Pendidikan kamu aja Angga ! Aluna dia memang murid Pintar di sekolah tapi apapun alasannya ayah gak suka kamu dekat dengan dia ! Dia itu cuman murid miskin,"


Angga menunduk sedih. " Yah kenapa sih Dari dulu ayah gak Pernah setuju dengan yang aku suka," Ia mendongak menatap ayahnya.


" Aku capek Yah selama ini aku selalu nurut apa kata ayah Aku belajar mati-matian karena tuntutan ayah selama ini ! Padahal ayah tau aku sukanya musik bukan di bidang akademik Aku ingin jadi Penyanyi Yah Aku gak mau jadi seperti apa yang ayah mau," tekan Angga sampai matanya berkaca-kaca.


PLAK


" Penyanyi ? Seperti Ibu kamu yang udah mengkhianati ayah demi kariernya, hah,"


Ayah langsung mencengkeram wajah Angga, " Kalau kamu masih ingin nyanyi tinggalin ayah dan gak usah anggep ayah orang tua kamu lagi Paham," Ayah melenggang Pergi meninggalkan Angga


Angga mematung bungkam dengan air mata yang baru saja jatuh dari matanya.

__ADS_1


...•••••...


__ADS_2