
...Kamu harus janji tak Pernah ninggalin aku sendirian...
Alarm berbunyi Aluna bergegas bangun dengan terburu-buru la harus cepat karena mulai hari ini ia akan menjadi seorang Pelajar sekaligus seorang Istri yang baik. la Punya 2 tanggungjawab yang harus ia kerjakan dengan maksimal Jika kemarin ia hanya fokus Pada sekolahnya tapi mulai detik ini ia juga akan fokus Pada statusnya yang telah menjadi seorang istri dari Dipta yang tampan.
Hal Pertama yang harus ia lakukan adalah menyiapkan sarapan. la bergegas ke Pintu tapi ketika di ambang Pintu ia baru teringat sesuatu.
" Astaga aku belum cuci muka," katanya sambil menepuk jidat.
Aluna segera ke kamar mandi membasuh wajahnya dan setelah menyikat gigi ia bergegas ke dapur untuk membuat nasi goreng spesial Dibuat dengan semangat yang membara
Ketika sarapan selesai dibuat ia kembali ke kamarnya di lantai 3 Untungnya Shifa masih tidur jadi gadis resek itu tidak akan mengacaukan moodnya Selesai berseragam ia ke kamar suaminya Dan Pria itu masih tidur Pulas.
Aluna mendongak melihat jam dinding yang menunjukkan setengah 6 Pagi
" Kayaknya aku kewalahan deh nyetel alarm." Ia menyetel alarm jam 4 subuh Apakah itu kepagian ?
" Gapapa deh daripada kesiangan."
Aluna beranjak ke lemari mengambil seragam untuk Dipta Tugas keduanya sebagai istri adalah menyiapkan Pakaian yang akan dikenakan suaminya.
Diingat-ingat lucu juga ya Dulu dia sangat anti dengan yang namanya Dipta Ogah-ogahan dengan Pria itu dan bahkan setelah menikah pun ia masih merasa terusik oleh Dipta Namun saat ini ia tengah menyiapkan seragam untuk Pria yang tak ia suka itu dan repot-repot juga membuatkannya sarapan Sampai bangun kepagian
" Udah gila sih aku," gumamnya
Aluna meletakan seragam Dipta di meja. Menyetrikanya hingga rapi dan menggantungnya ke belakang Pintu Lalu
tugas ketiganya adalah membangunkan sang suami. la menggoncang Pelan tubuh Dipta sampai ada Pergerakan yang menunjukkan kalau Pria itu sudah bangun dari bunga tidurnya.
Dipta mengucek matanya Malam ini tidurnya terasa nyenyak sekali. la pun mendudukkan dirinya. la merasa mimpi indah tapi lupa mimpinya tentang apa.
__ADS_1
" Morning," Aluna tersenyum
Dipta memandangi gadis itu Manis sekali senyum Aluna Pagi ini.
" Morning to," balasnya dengan suara serak khas orang bangun tidur.
" Cepetan mandi gue ... eh aku juga udah siapin seragam kamu," Hampir Aluna salah bicara Mereka sudah berjanji berbicara menggunakan aku-kamu jadi tidak akan ngobrol dengan lo-gue lagi.
Dipta berangsur menuruni ranjang.
" itu seragam kamu rapikan ? Siapa dulu aku yang setrikain," Aluna menunjuk seragam Dipta yang bergantung di belakang Pintu.
" Rajin banget kamu, tumben."
" Iya dong siapa dulu Aluna ," lagak gadis itu.
" Cepetan mandi nanti kita kesiangan."
" Emang udah jam berapa,"
" Jangan lama ya mandinya,"
" iya "
15 menit dan ketika keluar kamar mandi masih ada Aluna yang menunggunya dengan setia. la tersenyum senang melihat gadis itu.
Setelah memakai seragam Aluna datang menghampiri Penasaran apa yang dilakukan gadis itu ? Aluna memasangkan dasi untuknya.
" Pelan-pelan," la memperingatkan gadis itu ketika menarik dasinya Takutnya jika terlalu kencang
Setelah memasangkannya dasi Aluna juga memasangkan almamaternya Gadis itu benar-benar berasa jadi istrinya sekarang.
__ADS_1
" Selesai " Aluna tersenyum melihat Penampilan suaminya yang sudah Perfect
" Makasih Sayang "
Aluna menahan senyum yang ingin terbit Jujur saja masih terasa menggelikan baginya ketika dipanggil sayang sama Dipta Apalagi untuk membalas Panggilan itu tambah geli lagi.
" Oh ya, aku ada kejutan."
" Apa " tanya Dipta
Aluna mengeluarkan sesuatu yang bergantung di lehernya. " Taraaa .... " Ia menunjukkan kalung yang Pernah Dipta berikan untuknya Kalung berlian dengan mata huruf D dan A yang menyatu.
Mata Dipta berbinar-binar melihat Aluna telah memakai barang Pemberiannya.
" Cantik gak aku makek kalung ini,"
Dipta mengangguk-anggukan kepala Saking senangnya ia sampai tidak dapat berkata-kata.
" Makasih ya kalungnya dan maaf baru aku Pakek sekarang,"
Dipta memeluk Aluna," Gapapa aku yang harusnya bilang makasih,"
Aluna Perlahan membalas Pelukan Dipta itu. " Sama-sama,"
" Aku cinta sama kamu Nuansa Aluna," Ucap Dipta
" Aku sangat mencintaimu Dipta Andreas Malik,"
Akhirnya kata ini yang Dipta inginkan Kata indah yang dilontarkan oleh Perempuan yang sangat dicintai selama ini akhirnya Aluna mencintainya tak Perlu waktu bertahun-tahun untuk menunggunya
Dipta mengusap air matanya
__ADS_1
" Makasih Aluna Makasih ini kata yang aku tunggu Selama ini kata yang indah yang di lontarkan oleh Perempuan yang selama aku cintai Tapi aku tak yakin apa aku bisa bertahan, " batin Dipta
...••••...