
Semua anggota OSIS sudah berkumpul Aluna yang duduk di samping Aluna bukannya memperhatikan Angga yang sedang menjelaskan rencana Pemilihan anggota OSIS yang baru.
Gadis ini malah memerhatikan Zea yang duduk di meja samping mereka Sekretaris OSIS itu bukan ikut rapat tapi sibuk mengobati muka Pacarnya
" Masa iya sih Dipta yang selingkuh," Batin Aluna yang mulai kepo dengan Percintaan Dipta dan Zea di masa lalu.
Mata Nadin tidak sengaja menangkap sesuatu di bagian leher Aluna
" Anjir Aluna habis ngapain," Ucapnya dalam hati Dia menyingkut lengan Aluna
" Aluna "
" Itu " Nadin menunjuk leher Aluna yang ada tanda merah.
" Apaan sih "
" Bentar " Nadin mengambil kaca di dalam tasnya lalu memberikannya ke Aluna
" Lo liat sendiri deh "
Mata Aluna membulat sempurna melihat tanda merah di lehernya Astaga Aluna menepuk jidatnya
" Hayo lo habis main sama siapa," Bisik Nadin
Aluna bangkit dan Pergi buru-buru.
Angga memandang Punggung Aluna yang semakin jauh.
" Aluna mau kemana " tanyanya Pada Nadin
" Paling ke toilet " jawab Gisel.
Cewek dengan gaya rambut kepang Perancis menyenggol lengan Nadin
" Lo sama Aluna ngomongin apa sih dari tadi Kok gak ngajak gue," tanya Kinan yang merasa tidak dianggap.
" Di leher Aluna ada gigitan cinta," bisik Nadin
" Gigitan Cinta " Nadin cepat menutup mulut Kinan meski terlambat Percuma ia membisikan Kinan cewek itu malah ngomong kek toa Kini semua memandang ke mereka.
" Lo sih " ucap Nadin Pelan.
" Kan gue kaget anying," balas
Kinan
Angga menghela napas jengah Dari tadi cuman dia yang serius Rekannya yang lain malah sibuk sendiri Zea yang sibuk Pacaran Nadin dan Kinan yang sibuk ngobrol Yang lainnya juga sama
" Kalian bisa serius gak sih ? Gue capek kalau harus ngomong berulang-ulang Hargain gue, lah." Tensi darah Angga naik.
" Zea " Zea menoleh.
" Lo juga bukannya bantuin gue malah sibuk Pacaran,"
" Gue dengerin kok lagian siapa yang Pacaran Lo gak liat gue lagi ngobatin muka Rio,"
" Terserah Kalian deh Gue udah Capek," Angga menyedot jus alpukat nya sampai tandas Cowok berkaca mata ini sudah malas melanjutkan rapat yang membosankan ini lantaran tidak ada yang menghargainya.
Aluna kembali la duduk di tempatnya semula Tanda merah di lehernya sudah tidak terlihat karena sudah ia tutupi dengan Foundation Semoga tidak luntur
" Angga udah sampai mana rapat kita," tanyanya Sudah jam 1 sekarang dan Aluna rasa sudah cukup lama di cafe Dia ingin cepat Pulang karena ada yang ia khawatirkan.
Nadin berbisik ke Aluna " Lo jangan ngajak Angga ngomong Tensinya lagi naik,"
__ADS_1
" Marah kenapa "
" Katanya gak ada yang ngehargain dia,"
Aluna mengambil buku catatan Angga la membaca agenda yang mau mereka bahas di rapat dadakan ini Sebagai wakil OSIS yang Profesional dia pun mengambil alih Ngomong Panjang lebar menjelaskan semua yang akan mereka kerjakan di saat Pemilihan anggota OSIS baru
" Gimana teman-teman ? Bisa kan," tanya Aluna setelah selesai menjelaskan semua agenda yang Angga buat
Semua anggota mengangguk
" Oke kalau gitu rapat kali ini sampai di sini aja Saya ucapkan terima kasih atas ketersedian waktunya Saya harap acara kita nantinya berjalan sesuai yang kita harapkan,"
" Aamiin "
Angga tersenyum kagum Pada Aluna Cewek itu memang bisa diandalkan Tidak sia-sia dia menunjuk Aluna sebagai wakilnya.
Sebagian anggota Pamit Pulang dan kini tinggal mereka berempat Rio tidak masuk hitungan karena bukan bagian dari SMA Kencana Dulunya bagian dari mereka tapi cowok itu memutuskan Pindah ke
SMA tetangga Dengan alasan tidak mau satu sekolah dengan Dipta Padahal mereka dulu seperti Pasangan gay Tapi kini seperti dir dan minyak Tidak bakal menyatu.
Aluna bangkit mau Pulang
" Angga aku duluan ya So .... "
" Eh buru-buru banget," Nadin menarik tangan Aluna dan membuat Aluna duduk kembali bahkan ucapannya Pun belum selesai ia katakan.
" Masih awal kali nongkrong dulu lah," tambah Kinan.
" Iya Aluna ini baru jam satuan," Angga ikut menahan Aluna
" Lo gak diajak Angga gue Nadin dan Aluna aja Lo mending Pulang atau gak gabung sana sama sahabat lo," ketus Kinan yang kurang respek dengan Angga Soalnya ikutan Aldi yang musuhan dengan Angga
" Kinan " tegur Aluna Beraninya Kinan ngomong begitu dengan crush-nya Mau ditabok kayaknya si ayanknya Aldi itu.
" ide bagus " sahut Kinan.
" Ayo Aluna " Kinan dan Nadin menggandeng tangan Aluna Membawa sahabatnya itu ke meja lain agar Angga tidak mendengar obrolan mereka.
" Kalian ngapain sih " Aluna risih dengan kedua sahabatnya yang membawanya Paksa.
" Sst Lo diem Kita harus mengintogasi lo," jawab Kinan
" Apalagi ini ya Tuhan " batin Aluna
Nadin dan Kinan duduk di hadapan Aluna Memicingkan mata mereka menatap Aluna dengan Penuh tanda tanya.
" Kalian ngapain sih," Sumpah Dua sahabatnya itu nggak jelas.
" Lo dicupang siapa " Celetuk Kinan.
" Kinan " Kesal Aluna Sahabatnya itu malah cerita ke Kinan Sudah Tahu Kinan ember dan Punya mulut gak ada filternya.
" Aluna ngaku lo gue Lo itu habis ngapain Sama Angga," ujar Kinan lalu terkekeh membayangkan Aluna dan Angga sedang gituan
" Cieee " goda Nadin sambil menoel dagu Aluna
" Uhh sahabat kita udah dewasa ternyata Cieee," Kinan lagi-lagi ngecengin Aluna
" Apaan sih kalian berdua Jangan fitnah yang lo liat itu bekas gigitan nyamuk," ngeles Aluna
" Alah emang kita bodoh "
" Gue mau liat dong " Kinan beranjak dan memeriksa leher Aluna meski Aluna berusaha menghindar tapi Kinan yang Punya Power lebih membuat Aluna kalah.
__ADS_1
" Di sebelah kiri " kata Nadin seraya menunjuk leher Aluna
" Mana "
" Ada Pasti ditutupin Pakek bedak sama dia Lo coba Perhatiin bener-bener,"
" Kalian keterlaluan ya sama gue awas lo berdua,"
" Minta tisu basah "
" Nih " Nadin memberikan tisu basah Pada Kinan.
" Ohh ini " Akhirnya Kinan ketemu Setelah menghapus make-up di leher Aluna Memang ada tanda merah di Pinggir leher Aluna dekat Pundaknya.
" Astaga gak nyangka gue " Kinan kembali duduk setelah Puas mendapatkan apa yang dia kepoin.
" Aluna hati-hati nanti candu," Kinan tertawa.
" Sumpah-sumpah gue gak nyangka banget Cewek ambis yang katanya anti Pacaran tapi akhirnya dapat gigitan cinta juga hahaha," Kinan lanjut mengakak.
" Sialan lo ! Udah gue bilang ini itu gigitan nyamuk,"
" Mata gue gak siwer Gue bisa bedain mana gigitan nyamuk dan mana gigitan cowok," sahut Kinan Ya, tahu sendiri Kinan Pacarnya siapa Bang Aldi yang selengekan itu. Yang kenakalannya tidak usah dipertanyakan lagi Begitupun dengan Kinan yang juga berjiwa bebas Jelas dia sudah berpengalaman
" Jadi Lo dapat gigitan cinta dari siapa Aluna," tanya Nadin yang Penasaran setengah mati.
Aluna mengigit bibir bawahnya Mana mungkin dia jujur
" Udah Pasti Angga sih siapa lagi " Nadin yang nanya dia juga yang nebak.
Kinan dan Nadin memandang Angga yang juga sedang memandang mereka Cowok itu belum Pulang meski Zea dan Rio sudah balik duluan. Maybe nungguin Aluna
" Bukan " bantah Aluna
Kinan dan Nadin kembali Fokus ke Aluna
" Terus " tanya mereka serempak
Aluna langsung berdiri
" Nyamuk " jawabnya lalu Pergi dengan muka yang amat kesal
Angga cepat bergegas Pergi melihat Aluna yang beranjak la mengejar cewek itu dan bertemu di Parkiran.
" Aluna " Angga menarik tangan Aluna
Aluna menoleh Angga kemudian melepaskan tangannya.
" Kenapa Angga "
Angga mengusap tengkuknya merasa grogi
" Aku anterin Pulang ya "
" Umm ..... " Aluna masih mikir tapi tangannya malah ditarik Angga dan membawanya Pergi Padahal dia belum mengiyakan.
" Aluna Jangan kebanyakan mikir Kesempatan gak datang dua kali loh," ujar Angga sambil membukakan Pintu mobil untuk Aluna
" Tuh kan " Nadin menunjuk Angga yang Pulang bareng Aluna
" Fix mereka Pacaran " ujar Kinan
...•••••...
__ADS_1