DIPTA

DIPTA
EPISODE 13


__ADS_3

Dipta beranjak ke kamarnya ia Perlahan membuka Pintu kamar hanya sedikit untuk mengintip Aluna Ia dapati gadisnya itu menangis di Pinggir ranjang Sepertinya ia sudah melakukan kesalahan besar Pada Perempuan itu Apa ia harus meminta maaf Haruskah ?


Ia Putuskan masuk ke kamar. Ia menutup Pintu Pelan.


" Aluna " Panggilnya tapi Aluna tidak menanggapinya.


Dipta menghampiri Aluna


" Gue ... gue minta maaf " Meski gengsi ia tetap melakukannya.


" Gue ngaku salah Seharusnya gue komunikasikan ke lo dulu sebelum beberin Pernikahan kita ke 4 teman gue."


Aluna mengangkat Pandangannya Wajah gadis ini dibasahi air mata Ia usap sampai kering


" Lo gak mikir ya ? Kalau teman-teman Io nyebarin tentang gue yang jadi istri lo gue Pasti akan dibully di sekolah Gue Pasti dituduh yang gak-gak,"


" Mereka gak akan ngelakuin itu Mereka sahabat-sahabat gue Gue kenal sama mereka Lo jangan nuduh mereka yang gak-gak Mereka teman baik gue."


Aluna berdiri menghadap Pria yang sudah menganggap enteng Permasalahan yang bisa saja terjadi sewaktu-waktu.


" Lo jelas udah salah dan sekarang lo belain teman-teman lo ! Gak ada yang bisa menjamin Dipta ! Hidup gue bakalan hancur Dipta kalau orang-orang tau gue nikah udah nikah,"


Dipta Perlahan mengepal tangannya


" Emang gue seburuk itu di mata lo Sampai-sampai lo takut kalau orang-orang tau hubungan kita"


" Ya Lo dan gue itu beda Gue seberusaha mungkin untuk menjaga reputasi gue di sekolah gue belajar giat untuk bisa mendapatkan Pengakuan agar gue gak dibully karena gue gak seperti Lo dan mereka-mereka yang Punya segalanya Dan akhirnya Lo dateng merusak semuanya Apa Lo gak ngebayangin jika mereka tau gue nikah sama Lo ? Mereka Pasti mikir jelek tentang gue Pikir dong Dipta,"


" Tadi gue denger semua omongan Lo sama teman-teman Lo itu ! Gue dikira hamil duluan kan sama mereka Sakit Dipta Gue sakit hati dengar omongan Kenzo Teman macam itu yang lo bilang baik ? Apanya yang baik,"


" Mereka itu Cuma bercanda Lo gak Perlu berlebihan gini Semuanya akan baik-baik aja kok Gue gak akan nyebar tentang hubungan kita Gue janji cuma mereka yang akan tau."


" Bercanda ? Dipta bercanda itu gak kaya gitu itu bukan becanda tapi fitnah,"


" Aluna gue gak mau masalah ini jadi kemana-mana Gue udah minta maaf Gue merasa salah jadi stop ngomel-ngomelnya Gue ngantuk." Dipta menguap Ia mau rebahan tapi Aluna menarik tangannya.


" Enak lo ya Udah bikin gue naik darah dan sekarang mau molor,"


" Terus lo maunya apa ? Gue udah minta maaf Ya udah gak usah dibahas lagi Gue capek mau tidur."


" Gak bisa gitu dong Gue belum selesai,"


Dipta menghela napas kasar. " Gue tau kok lo kek gini karena Angga 'kan,"


Aluna memalingkan wajahnya.

__ADS_1


Dipta memegang kepala cewek itu lalu mengarahkannya ke depan mukanya.


" Lo takut dia tau 'kan kalau Lo udah Punya gue,"


Aluna diam saja namun mata cewek ini menatap Dipta dengan lekat Bukan tatapan cinta melainkan kebencian.


" Gue ngerti kok Aluna gue juga sadar kalau lo gak suka sama gue impian yang lo maksud itu Angga, kan ? Lo ingin bareng dia, kan," Desak Dipta


" Kalau lo udah tau kenapa lo masih mau sama gue Kenapa Lo nikahin gue,"


Dipta menghela napas kasar " Karena gue milih lo Gue tertarik sama lo Cuma lo yang bisa buat gue lupa dengan Problem hidup gue Jelas," jawabnya dengan Penuh Penekanan.


" Belum jelas juga " tanyanya lagi karena Aluna tidak meresponnya.


Aluna mematung Penuh kebingungan karena ia dan Dipta tidaklah dekat Seharusnya tidak ada alasan cowok itu menyukainya karena jelas ia selalu membuat cowok itu menderita Ia suka melaporkan kenakalannya ke guru Suka membeberkan kelicikannya saat ulangan Pokoknya ia suka melihat cowok itu dalam masalah


Melihat Dipta dihukum membuatnya bahagia saat itu Anehnya cowok itu malah tertarik dengannya Tahu begini ia menyesal melakukan semua itu Kini Ia terperangkap dalam Pernikahan yang bukan dari bagian impiannya.


" Gue jelas suka sama Io Tapi lo malah berharapnya sama Angga " Dipta menunjuk muka istrinya.


" ELo kalau berharap sama cowok yang belum tentu suka sama Lo itu namanya ke-bo-do-han," tuturnya.


" Lo kebaperan sama dia," lanjut Dipta


" Alah bilang aja iya Dasar cewek "


" Gue gak gitu "


" Gue gak gitu " ledek Dipta.


" Tapi gue ini bucin banget sama Angga " ledeknya lagi dengan menirukan gaya bicara Aluna


Aluna mengepal tangannya lalu menonjok Perut Dipta sekuat tenaga tanpa belas kasihan Menurutnya Dipta Pantas mendapatkannya.


" Arhhh " rintih Dipta kesakitan sambil memegangi Perutnya Gila tangan mungil cewek itu ternyata kuat juga.


" Lo bener-bener ya KDRT mulu sama gue."


Aluna berkacak Pinggang. " Siapa suruh Lo berani sama gue jangan ngira cewek itu lemah ya,"


Aluna mendudukkan dirinya di Pinggir ranjang Menenangkan dirinya yang berapi-api


Dipta ikutan duduk ia menoleh memandangi Aluna yang masih terlihat emosi.


" Jadi lo masih meragukan gue "

__ADS_1


" Gue gak Percaya sama Io " ketus Aluna


Dipta berdiri menghadap Aluna menatapnya sangat dalam Perlahan ia membungkuk semakin memajukan kepalanya.


" Ma-mau ngapain lo " Tubuh Aluna mundur kebelakang karena Dipta terus maju hingga ia tak mampu lagi menopangnya dan berakhir terbaring di ranjang.


" Akan gue Perjelas lagi " Dipta terus menatap mata cewek itu tanpa berkedip sekalipun.


" Dipta " Aluna memejamkan matanya sambil menahan tubuh Dipta yang semakin dekat dengannya tapi cowok itu begitu kuat hingga Perlawanannya sia-sia.


Dipta menelan salivanya kemudian memejamkan mata dan mencium bibir mungil istrinya itu Menyapunya Perlahan sambil menikmatinya.


DEG


Kelopak mata Aluna terbuka lebar kaget Darahnya tiba-tiba mengalir deras dan ada rasa aneh yang menjalar di tubuhnya Sebelum ia terbuai lebih jauh ia pun mengigit bibir Dipta dengan sadis


" Aarhhh " Spontan ciuman Dipta lepas dari ia menrugas dari tempat tidur.


Aluna bangkit. " Berengsek " makinya


Dipta mengusap bibirnya dan mendapati darah di tangannya Cepat ia beranjak ke depan kaca untuk melihat bibirnya


" Astaga " Bibirnya berdarah lukanya cukup besar dan sakitnya melebihi sariawan


Dipta memutar badannya menghadap Aluna yang duduk di tengah ranjang.


" Lo benar-benar tega ya Aluna bibir gue luka gara-gara Lo," omel Pria ini


" Salah Lo sendiri ! Lo udah melecehkan gue,"


" Melecehkan apanya ? Gue ngebuktiin sama lo kalau gue beneran serius sama


lo,"


Aluna bungkam dan menundukkan Pandangannya.


" Gue kecewa sama Lo Aluna " Dipta


melenggang Pergi keluar kamar.


BRAK


Pintu ditutup dengan kasar Aluna sampai terperanjat kaget.


...•••••...

__ADS_1


__ADS_2