
"Seret dia pak, bawa wanita gila itu keluar dari sini." Perintah Alex pada beberapa polisi yang ikut masuk ke dalam ruangan.
Mereka tahu Bella sudah memakai pakaian meski tidak lengkap tapi setidaknya aset wanita itu sudah tertutup meski tidak sempurna.
"Baik pak," Satu polisi yang di yakini sebagai komandan itu mengangguk patuh pada Alex.
"Apa-apaan ini!!! Aku tidak melakukan apapun!! aku di fitnah oleh dia!! lihat lah tubuh ku, bahkan dia berusaha untuk memperkosaa ku!!" Tunjuk Bella pada Alex, ia berusaha menghindari satu polwan yang ingin memborgol tangan nya.
"Silahkan anda jelaskan pada kami saat di kantor polisi." Dua polisi wanita itu tetap memaksa Bella dan membawa nya keluar menuju kantor polisi.
Sedangkan Alex yang sudah berpakaian lengkap akhirnya bernafas lega, tapi ia masih memikirkan keadaan Jenni karena terakhir kali Dion memberi kabar kalau Jenni tidak sadarkan diri.
"Aku harus segera ke rumah sakit sekarang." Gumam Alex kemudian bergegas dari sana setelah menyambar kunci mobil juga ponsel nya yang berada di atas meja.
Sebenarnya sejak tadi Dion sudah memberi kabar kalau Jenni hilang dari jangkauan nya, dan pada saat itu Bella memberitahu nya kalau anak buah bella telah menyandera Jenni.
Alex memerintahkan Dion untuk mencari keberadaan Jenni karena saat ini ia tidak bisa melakukan apapun demi keselamatan Jenni.
Jika Jenni berhasil di selamat kan maka Dion hanya perlu memberi tahu nya melalui pesan, namun jika terjadi sesuatu pada istri nya Dion harus melakukan panggilan.
Dan saat Alex mendengar ada pesan masuk pada Dion yang sengaja ia beri nada dering khusus saat pesan masuk, saat itu lah Alex tahu kalau Jenni telah aman bersama nya.
__ADS_1
Maka dari itu, Alex tidak perlu meneruskan sandiwara nya lagi.
Alex pun mengirimkan rekaman video yang di berikan oleh Susi sang asisten rumah tangga nya itu untuk di jadikan bukti penangkapan Bella.
Bukan hanya itu, beberapa anak buah bella yang berhasil ia bekuk juga menjadi bukti kejahatan Bella dan akhirnya ia berhasil di tangkap.
Beberapa menit setelah keluar dari kantor, Alex tiba di rumah sakit tempat istri nya di rawat saat ini.
Ia tergesa-gesa keluar dari mobil dan langsung menuju ruangan yang sesuai Dion tunjukkan melalui pesan.
Klek
Alex terpaku di tempatnya nya saat melihat istri nya dalam keadaan kacau, mata nya sembab rambut nya acak-acakan dengan baju rumah sakit yang melekat di tubuh nya.
Dion yang berada di tempat duduk sebelah brangkar Jenni segera bangkit saat menyadari Alex sudah sampai di sana.
"Sayang ...," Alex berjalan menuju tempat sang istri dengan mata berkaca-kaca, ia tidak tega rasanya melihat istri nya begitu kacau.
Jenni tidak menanggapi panggilan Alex, pandangan mata nya masih kosong dengan kedua tangan memeluk lutut nya sedangkan kepala nya ia sandarkan pada lutut itu.
Pandangan Alex beralih ke arah Dion seakan memberi isyarat bertanya apa yang terjadi pada istri nya.
__ADS_1
Sedangkan Dion yang tahu akan isyarat Alex hanya bisa menghela nafas berat kemudian pandangan nya sedikit melirik ke arah Jenni seperti ingin menjelaskan sesuatu tapi ada Jenni di samping nya.
"Sayang ...," Panggil Alex lagi seraya menyentuh bahu istri nya.
"Jangan sentuh aku!!! Tidak!! jangan sentuh aku!! ku mohon jangan sentuh aku hiks ... hiks ...," Awal Jenni berteriak histeris namun lama-kelamaan suara itu tenggelam dan berubah menjadi suara tangisan dengan tubuh bergetar hebat.
Dada Alex bergemuruh hebat saat melihat istri nya begitu ketakutan, dugaan-dugaan buruk mulai mendominasi pikiran nya.
Entah apa yang terjadi pada istri nya, yang jelas sangat takut dan saat ini hanya ingin istri nya sembuh dan kembali ceria seperti sediakala.
...💙💙💙...
...**TBC...
TAQABALALLAHU MINNA WA MINKUM
MINAL AIDZIN WAL FAIDZIN
MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN 🙏
SEMOGA DI HARI KEMENANGAN INI KITA SEMUA MENDAPATKAN BERKAH NYA.
__ADS_1
TETAP BERSATU, INDONESIA MAJU💙**