
Happy reading 💞
🍁🍁🍁
Setelah Jenni hilang dari pandangan Alex, kini ia meneruskan langkah nya menuju ruangan miliknya.
Saat sedang berjalan, ada segerombol mahasiswi yang menggunakan pakaian s*eks*i menghampiri Alex.
"Hai pak Alex..sudah lama kita nggak kencan loh.." sapa salah satu mahasiswi nya bernama Clara.
Ia mengedipkan sebelah mata nya untuk menggoda Alex.
Dia mendekati Alex sambil mencondongkan dua buah pir nya yang hampir tumpah dari wadah nya itu.
Dia mendekat ke sisi lengan kanan Alex dan bergelayut manja disana.
Alex hanya diam tanpa mencegah para mahasiswa mendekati nya.
Bahkan sekarang segerombolan mahasiswa itu ikut bergelayut di tubuh Alex, sampai ia tidak terlihat karena terhalang oleh para wanita itu.
Mungkin jika dulu Alex sangat menyukai moment seperti ini, tapi sekarang sudah beda lagi.
Ia justru merasa risih saat para mahasiswa yang menggunakan pakaian s*eks*i ini bergelayut manja di tubuh nya.
Ada yang mengelus dada bidang nya, ada yang bergelayut di kedua lengan nya dan ada pula yang mengelus punggung nya membentuk pola abstrak.
Bahkan ada yang iseng meniup telinga dan leher nya, membuat Alex yang minim iman itu seketika tubuh nya meremang tapi ia harus bisa menahan nya.
"Pak Alex..saya ingin menanyakan beberapa pelajaran mata kuliah pak Alex yang belum saya mengerti, apakah bapak ada waktu?" tanya Clara sembari menggerakkan jari jemari nya ke dada bidang Alex yang masih terbungkus kemeja.
"Baiklah, tapi lepaskan tangan kalian dulu. Kita bahas di ruangan saya saja." Ucap Alex sembari melepas pelan tangan tangan nakal yang menempel di tubuh Alex.
"Baik pak." Cindy sangat antusias mendengarkan jawaban Alex, karena dulu Alex juga pernah menyuruh Cindy untuk mengantarkan buku milik Alex ke ruangan nya.
Tapi bukan hanya mengantarkan buku saja, mereka justru melakukan pergulatan di ruangan Alex.
Cindy merasa sangat puas saat Alex terus memacu nya yang menurut nya sangat perkasa.
Dan mulai saat itu pula, Cindy terus mendekati Alex bahkan tak jarang ia menawarkan diri untuk memberikan servis nya pada Alex.
Alex yang notabene nya seorang Casanova tentu tak akan menyia-nyiakan kesempatan untuk memangsa nya.
Apalagi Cindy tergolong wanita cantik dan memiliki body s*eks*i membuat Alex semakin bernafsu.
"Oke guys, karena pak Alex akan mengajari ku. Maka kalian pergi dulu. Gak usah ikutin kita, daaahh.." Cindy mengusir para gengs nya itu, karena ia tidak ingin waktu nya dengan Alex di ganggu.
__ADS_1
Alex yang memang sejak tadi tidak menghiraukan mereka pun, memilih untuk diam.
Dia tidak melarang Cindy yang mengusir teman teman nya itu, karena menurut nya lebih baik dari pada harus di kerubungi banyak wanita seperti tadi.
Mereka melanjutkan langkah nya menuju ruangan Alex.
Saat mereka berjalan melewati ruangan dosen kemal, Jenni melihat suami nya berjalan dengan wanita s*eks*i yang bergelayut di lengan kokoh suami nya itu.
Jenni menjadi tidak konsentrasi dengan bimbingan nya kali ini.
"Jennifer, apa Anda mendengarkan saya??" tanya Prof. Kemal saat melihat Jenni melamun dan melihat ke arah luar ruangan.
Prof. Kemal pun mengikuti arah pandang Jenni, tapi tidak ada apapun disana.
"Hallo Jennifer, apa yang sedang kamu lihat??" Prof. Kemal melambai lambaikan tangan nya ke depan wajah Jenni.
"Ah iya pak maaf." Jenni memejamkan mata sambil menggelengkan kepalanya.
"Maaf pak saya tidak konsentrasi." Jenni merasa tidak enak hati pada Prof. Kemal.
Untung nya Prof. Kemal bukan lah dosen killer atau dosen yang sering marah marah.
Jadi Jenni tidak perlu khawatir mendapatkan hukuman dari nya, karena beliau orang yang jarang menghukum mahasiswa nya, bahkan bisa di bilang tidak pernah.
"Tidak apa-apa, yang penting jangan ulangi lagi. Kalau saya sedang berbicara tolong di perhatikan dengan seksama, karena saya tidak akan mengulangi penjelasan saya lagi." Prof. Kemal menasehati dengan penuh ketegasan.
"Kalau boleh tahu, apa ada yang mengganggu pikiran mu, sampai kamu tidak konsentrasi seperti ini?" Tanya Prof. Kemal dengan bijak.
"Sebenarnya saya ada janji dengan orang tua saya sekarang pak, tapi saya malah lupa." jawab Jenni berbohong, karena yang sebenarnya Jenni ingin segera menemui Alex yang saat ini pasti ada di ruangan nya bersama Clara.
" Baiklah, kalau memang kamu ada janji dengan orang tuamu sebaiknya kamu tepati janji mu. Sekarang kamu boleh pulang dulu." Ucap Prof. Kemal memberi pengertian.
"Besok jika ingin melanjutkan bimbingan lagi saya ada waktu pukul 11.10 sampai 12.50 saya kosong tidak jadwal mengajar." jelas pak kemal sambil melihat jadwal yang menempel di meja kerja nya.
"Baik pak, terimakasih atas pengertian nya." jawab Jenni merasa lega.
"Saya permisi." Pamit Jenni terburu-buru. Ia ingin segera masuk keruangan Alex dan melihat apa. yang di lakukan nya disana.
.
.
Saat sampai di depan pintu ruangan Alex, terlihat Clara yang sedang menggoda Alex.
Dua kancing baju nya sudah di lepas, dan saat ini Clara sedang meraba-raba dada Alex dan mencoba melepaskan kancing kemeja nya.
__ADS_1
"Pak Alex, kenapa kau tidak menginginkan servis ku lagi? apa saat terakhir kali kita melakukan nya aku tidak memuaskan mu?" tanya jenni sambil membungkukkan badan nya yang diyakini Jenni saat ini dua buah pir itu pasti terpampang jelas di lihat Alex.
Alex hanya diam di tempat nya tanpa memberikan perlawanan.
"Ayolah pak Alex, aku merindukan sentuhan mu." Tangan Clara masih terus bergerak di tubuh Alex, tapi Alex tidak memberikan respon sedikit pun.
Akhirnya Clara memberanikan diri untuk duduk di pangkuan Alex.
Namun baru saja Clara ingin duduk, Alex langsung menghentikan nya.
"Stopp!!" Pekik Alex sambil mendorong tubuh Clara hingga terjatuh ke lantai.
"Tolong, jaga batasan mu!!" Tegas Alex dengan suara berat nya.
Membuat Clara bergidik ngeri saat melihat Alex sedang menahan emosi.
"Saya memang sering tidur dengan banyak wanita, tidak hanya dengan mu. Bahkan hampir semua mahasiswi disini pernah tidur dengan saya." Alex menarik nafas kemudian menghembuskan nya kembali sembari mengontrol emosi nya yang mudah meletup.
"Tapi itu dulu, sebelum saya bertemu dengan seorang wanita berhati malaikat yang sekarang menjadi istri saya. Dialah wanita sempurna yang mau menerima semua kekurangan diri saya dan juga masa lalu saya." Kini Alex sudah berbicara lebih halus tidak seperti tadi.
"Jadi, saya mohon jangan ganggu saya lagi, karena sekarang saya sudah taubat dan tidak akan melakukan nya lagi." Alex memperingatkan clara untuk tidak menggoda nya seperti tadi.
"Tolong, kamu keluar dari ruangan saya, karena saya sedang tidak ingin di ganggu." Usir Alex halus.
"Tidak mungkin! bapak pasti bohong kan? ahahaha..mana mungkin seorang Casanova seperti bapak bisa berubah?" Clara tidak percaya dan malah menertawakan Alex.
"Perkataan bapak tadi tidak benar kan? Pasti itu hanya akal-akalan bapak supaya saya berhenti mengejar bapak kan? yang--" Belum sempat Clara meneruskan perkataan nya, tiba-tiba Jenni datang ke ruangan Alex.
"Sayang.." Jenni menghampiri Alex kemudian duduk di pangkuan nya.
**Yang kemarin minta Alex ke kampus udah aku kabulin ya..
Ada yang mau request lagi, mau ngapain?
Tulis di kolom komentar, nanti othor baca**.
...----------------...
...❤️❤️❤️...
...**TBC...
Like, Commant, Favorit, vote, hadiah**
See you next chapter 👋
__ADS_1