
Tanpa sengaja Susi menginjak sesuatu di belakang nya saat ia mundur beberapa langkah karena syok mendengar perkataan Bella.
Ia begitu terkejut sehingga tubuhnya sedikit limbung ke belakang tanpa mengingat saat ini dirinya sedang bersembunyi dan seharusnya berhati-hati agar tidak ketahuan Bella.
Cleng
Tanpa sengaja benda dari atas meja kecil di sudut ruangan. Sontak Bella dan Calvin memandang ke arah sumber suara dan nyalang Susi saat menyadari pembantu di rumah itu telah menguping pembicaraan nya tadi.
"Kau ...," Suara Bella tertahan ketika melihat Susi melangkah maju mendekati dirinya.
Susi sebenarnya sangat ketakutan tapi ia mencoba bersikap biasa saja di depan Bella karena ia tidak ingin menjadi orang yang patuh pada manusia jahat seperti Bella.
"Kau tenang saja nyonya, tidak perlu panik hanya karena saya mengetahui rahasia Anda."
Bella mengerutkan dahi saat mendengar perkataan Susi. "Apa maksud mu?"
"Maksud saya, kau tidak perlu cemas seperti itu saat saya mengetahui rahasia Anda. Karena ...," Susi menggantungkan ucapan nya seraya tersenyum smirk di depan Bella.
"Karena apa??" Desak Bella karena merasa penasaran dengan ucapan Susi.
"Karena se rapat apapun seseorang menyembunyikan bangkai, lama-kelamaan bau nya akan tercium juga."
"Jadi tidak perlu merasa cemas seperti itu, anggap saja ini sebagai latihan sebelum nyonya Jenni dan tuan Alex yang mengetahui rahasia ini." Kata Susi penuh keberanian tanpa ketakutan sedikit pun.
__ADS_1
Meski ia bukan golongan orang berpendidikan tinggi tapi sejak kecil Susi di didik oleh kedua orang tua nya dengan baik.
Ia tidak mau ditindas dan menyembunyikan kejahatan seseorang apalagi sampai berpihak pada orang yang jahat.
"Kau ...,"
"Berani sekali kau mengatakan seperti itu pada ku!!!" Kata Bella penuh emosi.
Padahal tadi nya Bella berfikir kalau Susi hanya lah orang miskin yang akan mengambil keuntungan darinya da meminta uang tutup mulut karena telah mengetahui rahasia besar itu.
Tapi ternyata dugaan nya salah besar. Susi bahkan dengan lancang mengatakan hal mustahil menurut Bella tanpa ketakutan sedikit pun.
"Kenapa saya harus takut? Anda bukan siapa pun bagi saya. Bukan majikan ataupun kerabat yang harus saya nasehati agar tidak melakukan hal gila yang nantinya akan merugikan diri sendi--"
Bella sudah tidak tahan dengan ocehan Susi langsung mendaratkan satu tangan nya di pipi Susi dengan sangat keras sedangkan satu tangan nya lagi tetap ia gunakan untuk mencengkram Calvin.
Susi limbung ke belakang karena tidak siap dengan serangan Bella, ia merasakan pipi nya teramat perih akibat tamparan keras Bella.
"Ooohh ... ternyata orang yang bahkan umur nya tidak akan lama lagi berakhir masih memiliki tenaga juga untuk menyakiti orang." Ujar Susi disertai senyuman sinis yang terukir indah di wajah Susi agar tidak terlalu merasakan sakit akibat tamparan tadi.
"Tutup mulut mu boddoh!!" Kata Bella dengan berapi-api, kesabaran Bella benar-benar sudah di ubun-ubun saat Susi mengejek nya karena umur nya sudah tidak lama lagi menurut perkiraan dokter.
"Berani nya kau mengatakan itu pada ku!! lihat saja nyawa siapa yang akan lebih mati!!" Kata Bella dengan penuh emosi.
__ADS_1
"Aku tidak takut nyonya, karena--"
"Ada apa ini?? kenapa kalian seperti sedang berdebat??" Kata Ibu Anin yang tiba-tiba muncul ke dapur, keduanya terkesiap saat melihat Ibu Anin sudah ada disana.
Jika Bella takut Ibu Anin mengetahui semua rahasia nya, tapi Susi justru takut jika Ibu dari sang majikan mengetahui rahasia itu maka akan dipastikan nyawa Ibu Anin juga dalam bahaya.
Susi tahu kalau orang seperti Bella akan dengan tega menyingkirkan siapa pun yang menghalangi ambisi nya.
"Ada apa ini? kenapa kalian tegang seperti itu?" Tanya ibu Anin lagi saat keduanya masih saling diam.
Sebelumnya ibu Anin pamit keluar untuk pergi berziarah ke makam sang suami yaitu ayah kandung Alex, namun tiba-tiba saja muncul di dapur tanpa disadari Bella maupun Susi karena perdebatan kedua nya.
"Ibu, pembantu ini tidak baik. Tadi dia memarahi Calvin karena tidak sengaja menjatuhkan sendok." Ujar Bella dengan ekspresi dibuat-buat.
"Susi, apakah yang dikatakan Bella itu benar?" Tanya ibu Anin penuh selidik, meski sebenarnya ia tidak terlalu percaya karena selama ini Susi terlihat baik.
"Saya ...,"
...❤️❤️❤️...
...TBC...
See you next chapter 👋
__ADS_1