
Happy reading 💞
🍁🍁🍁
Sejak tadi Alex masih merenung, memikirkan solusi untuk diri nya dan juga rumah tangga nya setelah kehadiran Calvin dalam hidup nya.
Alex sudah tidak konsentrasi lagi untuk menyelesaikan pekerjaan nya, akhirnya semua pekerjaan ia serahkan pada Dion.
Saat memasuki jam makan siang, Alex kembali teringat Jenni kemudian mengambil ponsel nya untuk menghubungi nya sekedar mengingatkan makan siang.
"Hallo sayang.." Alex menampilkan wajah ceria nya saat Jenni menerima panggilan video dari Alex.
"Kamu lagi ngapain? kenapa masih cemberut gitu hm..?" tanya Alex halus, saat mendapati Jenni masih setia memasang wajah ditekuk nya itu.
Tapi Jenni tetap terlihat sangat cantik, apalagi dengan baju yang di kenakan nya sangat terbuka pada bagian atas nya.
Alex yang melihat itu ingin segera pulang dan membuat nya men*de*sah nikmat dalam kungkungan nya.
lagi lagi Jenni tidak menjawab, hanya memperhatikan wajah Alex di layar laptop nya, karena saat ini Jenni memang sedang menggunakan panggilan video nya di laptop.
Dari raut wajah nya Jenni mengerti, sekarang Alex sedang banyak masalah.
Walaupun Alex mencoba untuk senyum tapi ia tahu, senyum nya tidak seceria seperti biasa.
__ADS_1
Jenni berfikir, mungkin saja saat ini Alex sedang banyak pekerjaan.
"Sayang..jangan cemberut terus dong, nanti aku tambah kangen gimana? kalo liat kamu cemberut gitu, aku nggak sabar pengen cepet cepet pulang buat cium kamu." Alex tidak bohong, saat ini memang dia sangat membutuhkan Jenni sebagai sandaran.
"Kangen.." lirih Jenni manja di seberang sana.
" Ka..kamu bicara apa sayang, coba ulangi?" Jantung Alex rasa nya ingin melompat dari tempat nya, ia sangat senang Jenni mengatakan itu tapi ia juga ingin memastikan nya sekali lagi.
"Ishh...kangen, tadi kamu belum sempat cium aku udah berangkat gitu aja." Jenni mengatakan nya dengan ekspresi cemberut, membuat nya menjadi sangat lucu.
Seketika Alex mengembangkan senyum nya, hati nya berbunga-bunga saat Jennifer mengatakan itu.
Beban yang baru saja di pikul nya seperti hilang seketika.
Alex benar benar melupakan masalah nya kali ini.
"Bu..bukan gitu ma..maksud ku." Terlihat Jenni sangat gugup di seberang sana, ia keceplosan saat mengatakan itu.
Terlihat jelas, mata nya langsung melotot dan menepuk mulut nya setelah Jenni mengatakan nya tadi.
"Oh iya, Jam 1 aku ada bimbingan dengan Prof. Kemal. Aku harus bersiap siap ke kampus, aku tutup dulu ya.."
Tutt
Belum sempat Alex menjawab, ponsel sudah di matikan sepihak oleh Jenni.
Tapi Alex tahu, kalau Jenni sebenarnya hanya ingin mengalihkan pembicaraan nya tadi.
__ADS_1
Terlihat sekali wajah Jenni tadi yang sudah berubah warna seperti kepiting rebus.
Alex tahu saat ini mungkin sedang merutuki diri nya karena tanpa sadar dia salah bicara meminta ingin di cium.
Alex menyeringai di tempat nya, kemudian beranjak dari tempat duduk nya dan mengambil jas yang di sampir kan di kursi kerja nya.
Alex berjalan keluar dengan penuh semangat.
Saat melewati ruangan Dion ia menyempatkan memberi tahu pada nya bahwa ia akan ke kampus karena ada urusan penting.
Padahal sebenarnya saat ini Alex tidak memiliki jadwal mengajar.
Tapi Alex tidak akan membiarkan Jenni pergi ke kampus sendiri, yang pastinya akan banyak laki laki yang mendekati Jenni seperti biasa.
Alex memang sudah beberapa kali memperhatikan Jenni yang selalu di kelilingi cowok yang juga tidak kalah tampan dari nya.
Tapi menurut Alex, tetap dialah satu-satunya laki laki paling tampan menurut nya. (percaya diri sekali anda!!😏)
...----------------...
...❤️❤️❤️...
...**TBC...
Mau lanjut gak?
Kalo lanjut, jempolnya gerakin dulu😏😂✌️**
__ADS_1