
Waktu terus berjalan, hari berganti hari tanpa terasa Jenni telah tinggal di apartemen Alex selama satu Minggu.
Kini keduanya sudah tidak canggung lagi bahkan mulai terbuka satu sama lain.
Jenni yang selalu menyiapkan segala keperluan Alex layaknya seorang istri, terkadang membuat Alex merasa sangat bahagia.
Rasanya dia mulai goyah dengan anggapan bahwa wanita adalah sosok materialistis yang hanya menginginkan uang tidak dengan kesetiaan dan harga diri.
Tapi anggapan itu dengan cepat di tepis oleh nya, karena yang selama ini ia lihat wanita akan dengan mudah mengangkang memberikan ************ nya kepada mereka yang memiliki banyak uang.
Menurut nya wanita adalah sosok hina yang bisa dengan mudah ia pakai kemudian di hempas kan begitu saja ketika dia sudah merasa bosan.
Tapi apa kabar dengan Jenni?? kenapa sangat sulit untuk menyentuhnya??
dia sudah beberapa kali merayu setelah kejadian tempo lalu waktu pertama kali Jenni ke apartemen nya.
Alex juga sudah memberikan black card untuk membeli keperluan Jenni. Tapi sama sekali belum di pakai oleh nyai.
Lalu apa kabar dengan wanita yang tiap malam dia kencani itu??
mereka dengan senang hati membuka ************ nya hanya dengan nominal yang tidak seberapa menurut nya.
Bahkan ada beberapa wanita yang mau tanpa di bayar karena melihat ketampanan Alex.
__ADS_1
Apalagi setelah dia mengetahui penyebab runtuhnya rumah tangga kedua orang tua Alex, semakin menambah kebencian dengan yang namanya wanita.
Dia berkomitmen untuk tidak akan menikah.
Tapi kenapa rasa ini berbeda saat mengingat Jenni?
Apakah benar? cinta itu ada? cinta itu nyata?
Faktanya dia tidak pernah mendapatkan cinta!!
Namun lagi lagi pikirannya mulai bercabang ketika melihat ketulusan Jenni saat melayani dirinya.
Kecuali melayani dalam hal ranjang tentunya!! ckck
"Kau ingin sarapan apa Alex?" tanya Jenni sambil mengambil piring untuk Alex
"sandwich saja" jawab Alex dengan tangan yang di lipat di atas meja sambil memandangi wajah sempurna Jenni.
Alex sungguh kagum mengingat Jenni yang berasal dari keluarga berada tetapi dia bisa melakukan pekerjaan rumah dengan sempurna.
"ada apa?" tanya Jenni seraya memberikan sandwich pada Alex, ia merasa sejak tadi di perhatikan Alex.
" tidak ada!" jawabnya gelagapan sambil membuang pandangan ke arah lain. Alex yang malu setengah mati karena kepergok memandangi wajah cantik Jenni.
__ADS_1
kenapa bisa semalu ini?? padahal biasanya bisa menggombal dan bahkan sering merayu para wanita untuk bisa di kencani??
Lalu kenapa sekarang berubah? atau malu nya hanya berlaku pada Jenni? ckck
sungguh !! tidak ada yang tahu kecuali Alex sendiri !
Merekapun melanjutkan sarapan dengan keheningan hanya sesekali dentingan sendok yang berbunyi memecahkan keheningan mereka berdua.
" Hari ini ke kampus?" tanya Alex memecahkan keheningan mereka berdua.
"Iya..nanti ada kelas jam 10 untuk pembagian Dosen pembimbing" Jenni sambil menyuapi ke dalam mulut sendiri.
" Kalo begitu aku berangkat dulu, hari ini aku tidak ada kelas jadi langsung ke kantor. Nanti kalo mau pergi bawalah mobil yang ada di loby ! ini kuncinya" ucapnya seraya bangkit dari tempat duduk dan menyodorkan kunci mobil milik Alex.
" Hati-hati, jangan ngebut! aku tidak ingin mobil ku lecet karena ulah mu " tambahnya lagi membuat Jenni hanya bisa menghela nafas nya kemudian ikut beranjak dan pergi dari ruangan itu
......---------------......
happy reading βΊοΈβ£οΈ
maaf telat up karena kesibukan di dunia realita π
semoga tidak bosan membaca cerita ku yah..ππ
__ADS_1