
Happy reading๐
๐๐๐
Pagi hari telah menyapa, mentari telah sempurna menampakkan diri nya.
Sinar nya menorobos melalui sela sela jendela yang masih tertutup korden membuat Jenni menggeliat mengerjapkan mata nya.
Setelah beberapa saat mata Jenni terbuka lebar, dipandanginya wajah tampan yang saat ini berada di sampingnya.
Tangan terulur untuk menyentuh wajah sempurna milik sang suami.
Jenni tersenyum kala mengingat betapa buas dirinya semalam, wajah nya bersemu merah saat mengingat pertempuran panas malam tadi yang lebih di dominasi diri nya dalam bermain.
Semalam Jenni yang banyak bekerja karena untuk menebus kesalahan nya pada Alex.
Tentu Alex menerima nya dengan senang hati, bahkan Alex pun tak menyangka bahwa istri nya sangat begitu agresif dan begitu lihai memanjakan diri nya.
Jenni bergerak menyingkap selimut dan beranjak dari tempat tidur.
Ia tak langsung ke kamar mandi, melainkan berjalan ke arah jendela kamar setelah mengenakan baju nya kembali yang berserakan di lantai.
Ia membuka tirai supaya cahaya nya bisa masuk ke dalam kamar, tak lupa juga ia membuka jendela supaya udara segar di pagi hari masuk ke kamar nya.
Jenni terlihat begitu menikmati sejuknya udara di pagi hari, ia menghirup dalam-dalam kemudian menghembuskan nya.
Saat ia berbalik, di suguhkan pemandangan yang membuat darah nya berdesir.
__ADS_1
Bagaimana tidak?? entah sejak kapan Alex terbangun dari tidurnya, saat ini ia masih belum mengenakan baju setelah pergulatan panas tadi malam.
Selimut yang tadi membalut tubuh nya sudah tersingkap sehingga mempertontonkan perut kotak kotak nya yang membentuk roti sobek, dengan bagian bawah nya yang hanya terbalut celana boxer, sehingga terpampang jelas senjata sakti milik Alex yang memang berukuran jumbo.
Alex terus saja memandangi wajah Jenni dengan tatapan penuh arti, membuat diri nya salah tingkah.
Apalagi saat ini pikiran Jenni mulai berfantasi liar saat melihat tonjolan di balik celana itu, seketika wajah nya bersemu merah.
Sungguh, Alex sangat **** di mata Jenni.
"Sudah bangun sayang..?" Jenni menyapa Alex untuk mengalihkan kegugupan nya karena melihat tonjolan yang mencuat di balik celana itu.
Walaupun Jenni sudah sering dimasuki oleh benda itu atau bahkan terkadang memegang nya tapi entah mengapa rasanya masih gugup saat melihat tampilan Alex yang begitu menggoda iman.
"Hm.. bagaimana aku bisa kembali tidur kalau istri ku sudah mengusik tidur ku ini." Alex masih menatap Jenni dengan tatapan sulit di artikan.
"Lalu, itu apa? kenapa kamu membuka jendela nya, pasti kamu ingin agar aku cepat bangun dan mengulang kegiatan kita seperti tadi malam kan?." Alex menaik turunkan alis nya untuk menggoda Jenni.
Sudut bibir Alex menyeringai lebar karena telah menemukan cara untuk menyudutkan Jenni supaya mau mengulangi kegiatan panas nya.
"Ishh..siapa juga yang ingin mengulangi kegiatan itu, dengan badan ku saja masih remuk setelah tadi malam kau tidak bisa berhenti." Jenni berusaha mengelak meski sebenarnya ia pun tidak akan menolak jika Alex mengajak bertempur lagi.
"Aku atau kamu yang tidak berhenti sayang..?" Alex menggoda Jenni dengan menaik turunkan alis nya, karena memang semalam Jenni lah yang lebih bersemangat dalam bertempur, dan tentu Alex sangat menyukai nya.
Jenni terlihat sangat menggemaskan saat tersipu malu akibat godaan Alex.
"Ihh..apasih!" Jenni memalingkan wajahnya ke arah lain, ia tak berani menatap Alex karena wajah nya sudah merah padam seperti kepiting rebus.
__ADS_1
Alex berjalan kearah Jenni masih dengan seringai nakal nya.
Tiba-tiba tubuh Jenni diangkat Alex ala bridal style membuat Jenni memekik, tangan Jenni reflek mengalungkan nya ke leher Alex.
"Alex! turun kan aku!!" seru Jenni, tubuh nya terus bergerak meminta di turunkan
"Berhenti bergerak sayang, atau kau akan terjatuh dari gendongan ku." Setelah Alex mengatakan itu, Jenni menjadi anteng hanya bisa pasrah Alex akan membawa nya kemana.
" Kita mandi bersama sayang, kita akan mencoba gaya baru untuk membuat mu men*de*sah seperti tadi malam."
Mendengar perkataan Alex, Jenni langsung melotot, bahkan bola mata nya hampir keluar dari tempat nya.
"Tapi aku masih perih..badan ku juga sakit semua." rengek Jenni.
"Tidak ada penolakan sayang!." Jawab Alex mengaskan, ia tersenyum smirk saat melihat nyali Jenni menciut.
Cklek
Satu tangan Alex menggapai gagang pintu kamar mandi, kemudian di buka lebar oleh Alex.
...----------------...
...โค๏ธโค๏ธโค๏ธ...
...**TBC...
like, commant, vote dan hadiahnya
Jangan lupa juga masukkin favorit yang baru mampir..
__ADS_1
see you next chapter..๐**