Dosenku Sang Casanova

Dosenku Sang Casanova
Penghormatan Terakhir


__ADS_3

Para tamu berdatangan untuk memberikan bela sungkawa pada keluarga Alex.


Banyak karyawan serta kolega bisnis yang mendatangi rumah duka.


Ada beberapa rekan Alex sesama dosen serta anak didiknya yang turut memberikan ucapan bela sungkawa pada mereka.


Semua dunia mengakui, kalau Calvin adalah anak Alex. Dan Alex tidak ingin menyangkal nya karena ia memang sudah menganggap Calvin sebagai putra kandung nya sendiri.


Setelah beberapa jam kemudian, kini tiba saat nya memberikan penghormatan untuk peristirahatan terakhir untuk sang anak.


Semua orang menyaksikan prosesi pemakaman Calvin, termasuk seorang wanita yang di akui sebagai ibu kandung Calvin.


Akhirnya jenazah Calvin selesai dimakamkan, semua orang memberikan doa pada anak itu.


Termasuk wanita dalam tahanan itu ikut berkabung menyaksikan dan menyaksikan prosesi pemakaman karena mendapatkan kompensasi.


Selesai prosesi pemakaman, semua orang pun pergi, kini tinggal keluarga dekat yang masih berada di sana.


"Untuk apa kau berani menemui kami?" Tanya Alex dingin pada wanita itu.


"Aku tidak menemui mu, tapi aku menemui Calvin, anak ku. Untuk yg terakhir kali." Sahut Bella cepat, meski wanita jahat itu lah yang menyebabkan kematian Calvin, tapi ia masih mengakui menjadi ibu nya dan ikut merasa kehilangan.


"Ibu macam apa yang tega membunuh anaknya sendiri??" Sahut Alex berapi-api.


Jenni yang berada di samping mereka dan mendengarkan perdebatan itu membuatnya semakin pusing dan bersedih, karena di depan makam yang sudah diakui anak nya, mereka malah bertengkar.


"Aku tidak berniat mencelakai nya, tapi aku ingin kalau istri mu lah yang seharusnya saat ini di makam kan. Maka bersiaplah, untuk giliran istri mu!" Kata Bella penuh penekanan, telunjuk nya mengarah pada Jenni yang masih tertunduk memandang makam calvin seraya membacakan doa.


Wanita ini memang benar-benar gila, bagaimana mungkin seorang tahanan akan mencelakai orang yang hidup di luar sel dan bisa menghirup udara bebas?

__ADS_1


"Jangan harap kau melukai istri ku lagi!! karena sebelum itu terjadi, aku akan lebih dulu membuat mu memohon untuk mengakhiri hidup. Aku bersumpah!!!" Alex sangat murka karena Bella berhasil menghilangkan satu nyawa, dan sekarang dia masih berambisi untuk membunuh istrinya.


Dalam hati dia berjanji, akan menghukum wanita itu seberat-beratnya sesuai dengan apa yang pernah wanita itu lakukan pada istri nya dan juga Calvin.


"Ya, silahkan saja! kau itu pria lemah! buktinya saja, kau tidak bisa melindungi istri mu hahaha ... bahkan sampai di perkos-- ups," Sahut Bella mengejek, kemudian menutup mulut nya di kata terakhir nya yang belum selesai.


Bella dengan sengaja pura-pura tidak ingin melanjutkan perkataannya, tetapi Jenni pasti sudah mendengarkan dan mengetahui maksud nya.


"Ya, kau itu payah Alex. Mencintai wanita, tapi tidak bisa melindungi nya." Bella masih meneruskan ejekan kepada Alex, setelah tadi sempat melihat ekspresi Jenni saat dia mengingatkan tentang pemerkoosaan itu.


"Tapi, sayang nya aku pun mencintai pria payah seperti mu." Lanjut Bella, namun sedikit memelankan nada suara nya, terlihat sedikit guratan kesedihan di wajah nya.


Sedangkan Alex tidak menanggapi perkataan dari wanita itu, ia malas berdebat dengan nya setelah tadi, Bella mencoba memancing tentang pemerkosaaan yang menimpa Jenni.


"Sayang, ayo pulang. Sudah mau hujan." Alex menyentuh bahu istri nya dengan kedua tangan. Dia berusaha meraih tubuh itu agar mau berdiri dari duduknya.


Sedangkan sang ibu yang hanya menyaksikan perdebatan antara anak nya dengan wanita tahanan itu pun hanya diam kemudian beranjak dari tempat duduknya.


Untung lah, sang menantu terlanjur baik hati dan penyayang, meski disakiti berulang kali ia masih mau memaafkan.


Ibu Anin berharap, semoga Jenni masih bisa bertahan di sisi sang anak.


Setelah sang mertua ikut membujuk Jenni, akhirnya wanita hamil itu menurut dan mau beranjak dari sana.


Sebelum melangkah, Jenni kembali berbalik dan memandang makam calvin untuk terakhir kali.


Setelah semua orang pergi, kini tinggal lah Bella yang sejak tadi masih di pantau oleh pihak berwajib disekitar nya.


"Calvin, maafkan mommy sayang." Sapa Bella sembari memandangi gundukan tanah yang ada di depan nya.

__ADS_1


Tangan nya menyentuh nisan yang bertuliskan nama anak yang sudah di akui menjadi anak kandung nya sendiri.


Ia menangis terisak sendiri, sejujurnya ia tak pernah ingin ini terjadi. Sungguh, Bella tak sengaja membuat Calvin terluka hingga tewas.


Meski dirinya jahat dan tak menyayangi Calvin, tapi ia juga tak akan tega membunuh anak sekecil itu.


"Mommy tidak sengaja mendorong mu, tolong maaf kan mommy." Kata Bella di sela-sela tangisan nya.


Sekarang ia menyesal sering memperlakukan kasar pada Calvin, ternyata hati nya ikut merasa kehilangan setelah Calvin terlanjur pergi dan tak bisa kembali.


"Ini semua gara-gara wanita itu, jika saja kau tidak datang ingin sok menyelamatkan wanita itu, kau tidak akan mati, Calvin." Bella kembali tersadar. Ia tersadar kalau penyebab semua rencana nya gagal itu disebabkan oleh wanita bernama Jenni.


Jika Jenni tidak hadir dalam kehidupan Alex, seharusnya ia akan dengan mudah memiliki Alex dan hidup bahagia bersama nya dan Calvin.


Tapi semua itu sia-sia karena wanita itu tidak bisa dipisahkan dari Alex, ia masih ingin berniat mencelakai Jenni sekali lagi sebelum ajal menjemput nya.


ANAK NYA ALEX DAN JENNI UDAH LAHIR DI NOVEL BARU KU, SAHABAT. BURUAN KUY, KEPOIN😚



...💙💙💙...


...TBC...


See you next chapter 👋🙂



__ADS_1


NGOTHOR NYA BENGEK, SAHABAT🤣


__ADS_2