Dosenku Sang Casanova

Dosenku Sang Casanova
Akhir yang Bahagia


__ADS_3

Dua hari berlalu setelah kelahiran baby Ana, Jenni masih di rawat di rumah sakit. Dan hari ini adalah hari terakhir nya mereka di sana.


Sore ini Jenni maupun baby girl di perbolehkan untuk pulang. Ibu Anin dengan setia menemani Jenni dalam merawat Jenni.


Bahkan kedua orang tua Jenni pun ikut menemani di rumah sakit. Mereka sudah tak lagi disibukkan dengan pekerjaan kantor karena semua pekerjaan nya sudah di handle oleh sepupunya. Saat ini fokus mereka hanya pada Jenni dan anaknya.


"Aku sangat bahagia dan aku sangat bersyukur, akhirnya kita bisa berkumpul bersama." Kata Jenni saat baby Ana berada di pangkuan nya.


Mereka terlihat saling bertukar cerita, lebih tepatnya ibu Anin yang sedang menceritakan semua sikap Jenni saat mengandung Baby.


Papi dan mami Jenni tidak bisa berhenti tertawa saat mendengar kejahilan Jenni selama kehamilan yang sering membohongi Alex dengan kedok mengidam.


"Aku pun ikut bahagia, sayang. Akhirnya hidup ku sudah lengkap. Memiliki istri dan anak, suatu impian yang tak pernah aku mimpikan sebelumnya." Alex menghela nafas sejenak. Pandangan nya menerawang jauh.


"dulu aku sangat sadar diri, manusia buruk seperti ku tak akan mungkin bisa hidup bahagia seperti orang lain. Aku tak mungkin bisa menemukan wanita baik seperti kamu, terlebih setelah penilaian ku yang begitu buruk terhadap wanita. Dulu aku sangat takut memimpikan memiliki keluarga utuh."


"Tapi semua ketakutan itu akhirnya terpatahkan. Ternyata aku bisa mendapatkan sosok wanita luar biasa serta baby yang sangat menggemaskan, sayang. Aku merasa masih seperti mimpi bisa memiliki mu. Mengingat aku adalah manusia kotor dan sangat jahat. Tapi Tuhan sangat baik padaku, dia mengirimkan sosok malaikat menjelma menjadi seorang wanita, dan wanita itu saat ini ada di hadapan ku, menjadi istri ku. I love you my wife." Kata Alex menjelaskan panjang lebar lalu di akhiri dengan ciuman penuh cinta.


Tak ingin menyia-nyiakan kesempatan, Jenni membalas ciuman suaminya, bibirnya nya pun tak henti-hentinya mengembangkan senyum mendengar perkataan sang suami.


"Love you to my husband." Bisik Jenni setelah keduanya mengakhiri ciuman nya.


"Mentang-mentang sudah halal, main nyosor aja! Kami seperti tidak terlihat!" Goda mama Jenni pura-pura kesal.


Semua orang yang ada di sana tertawa mendengar nya. Bahkan Alex dan Jenni pun bukanya malu, mereka justru ikut tertawa.


"Kalau saya sudah biasa melihat pemandangan seperti itu, jeng. Alex memang selalu tidak lihat tempat. Bahkan saya pernah memergoki mereka siang-siang di dapur sedang ... "


"Ibu, Ibu!" Jenni dan Alex serentak memanggil ibu nya karena malu bila sampai ibu Anin meneruskan perkataannya.


"Ibu kenapa berkata hal seperti itu?" Tanya Alex terima. Lebih tepatnya dia malu karena aib tentang keme-suman nya terbongkar dihadapan sang mertua.


"Memang nya ibu ingin mengatakan apa?" Ibu Anin justru bertanya balik pada anak nya seraya tersenyum menggoda.


"Tadi, ..." Alex menghentikan perkataan nya saat menyadari apa yang akan dikatakan akan mempermalukan dirinya.


"Ah ... sudahlah!" Kata Alex putus asa. Dan sikap Alex kembali menjadi bahan tertawaan tiga orang tua di sana.


.


.


.


Tak terasa hari mulai menjelang sore, saat ini Jenni sedang di ****** oleh dokter.


Setelah dipastikan Jenni benar-benar diperbolehkan pulang, kedua orang tua Jenni pulang terlebih dahulu karena ingin memberi kejutan pada mereka, sedangkan ibu Anin masih setia mendampingi menantu serta cucu pertama nya.

__ADS_1


Alex dengan sigap membopong istri nya menuju mobil, padahal Jenni sendiri sangat sehat jika hanya berjalan sampai parkiran tetapi Alex bersikeras untuk menggendong nya.


"Hati-hati, sayang." Kata Alex saat mereka sudah sampai di depan mobil dan Jenni meminta untuk diturunkan karena ingin naik ke mobil sendiri. Diikuti oleh ibu Anin yang menggendong cucunya.


Jenni dan ibu Anin duduk di bagian tengah, dan Alex dengan sangat terpaksa harus duduk berjauhan dengan istri nya karena sekarang duduk di kursi depan sebelah pak supir.


Mobil pun melaju dengan kecepatan sedang karena takut membahayakan putri pertama Alex yang baru lahir.


"Daddy, kenapa mobil kita tidak menuju ke apartemen?" Tanya Jenni ketika menyadari mobil yang ditumpanginya berlawanan arah menuju apartemen.


"Nanti kamu akan tahu sendiri, mom." Jawab Alex seraya tersenyum teduh.


Setelah kelahiran baby girl, Alex dan Jenni sepakat memanggil satu sama lain dengan sebutan mommy dan daddy supaya besok anaknya ikut terbiasa memanggil dengan kata itu.


"Memangnya kita mau kemana?" Tanya Jenni begitu penasaran.


Ibu Anin yang sejak tadi di samping Jenni hanya mengembangkan senyum karena sudah tahu tujuan Alex saat ini.


Alex pun hanya menanggapi pertanyaan Jenni dengan senyuman.


Setelah beberapa saat, tibalah mereka di depan sebuah mension yang begitu megah. Jenni bahkan terpana melihatnya.


"Sudah sampai, Sayang." Kata Alex saat mobil mereka berhenti. Alex tak henti-hentinya mengembangkan senyum. Dia merasa sangat bahagia, dan berharap semoga kebahagiaan ini tak akan pernah hilang hingga akhir hayatnya.


Semoga tak ada lagi gelombang besar yang menggoncang kan bahtera mereka hingga diujung perjalanan.


"Kita sudah sampai di tempat tinggal kita yang baru, sayang. Ini hadiah ku untuk mu." Kata Alex seraya menuntun Jenni untuk keluar dari mobil setelah membukakan pintu.


"Sayaaang....." Panggil Jenni dengan mata berkaca-kaca. Jenni merasa terharu mendapatkan hadiah yang diberikan padanya.


Padahal dia tinggal di apartemen bersama keluarga kecilnya pun sudah cukup. Tapi Alex membuatkan bangunan megah yang mirip sebuah istana.


"Terimakasih, Sayang." Kata Jenni seraya merentangkan kedua tangannya lalu menghambur ke pelukan sang suami.


Empat orang itu berjalan ke dalam mension dengan Jenni yang di gendong Alex, dan ibu Anin yang masih setia menggendong baby girl yang sejak tadi masih tidur.


"SURPRISE......!" Teriak banyak orang yang ada di sana. Jenni memandangi satu-persatu orang-orang yang ada di sana. Ia tak bisa membendung air matanya saat melihat sahabat-sahabatnya yang sudah hampir satu tahun tidak pernah bertemu karena kesibukannya menjadi seorang istri apalagi sedang mengandung.


"Nesya..! Khanza...! Aaaa...aku rindu..!" Jenni berlari menghampiri mereka, begitupun dua sahabat yang dipanggil Jenni itu langsung berlari ke arah Jenni.


Mereka berpelukan layaknya teletubbies serta memberikan ciuman di pipi masing-masing.


Sungguh, penendangan yang dramatis!


Setelah beberapa saat akhirnya mereka menguraikan pelukannya. Lalu pandangan Jenni beralih ke seluruh sudut ruangan yang sudah di dekorasi dengan sangat indah. Di sisi kanan nya ada Papi dan maminya yang sedang tersenyum padanya.


Sedangkan di sisi kirinya ada ibu Anin serta sang suami yang juga tersenyum kearahnya.

__ADS_1


Hah, akhirnya Jenni bisa merasakan kebahagiaan ini. Keluarganya telah lengkap, rumah tangganya membaik.


Untuk kali ini saja ku mohon, Tuhan. Jangan ambil kebahagiaan ku ini. Batin Jenni seraya menatap orang-orang di sekitarnya.


"Terimakasih banyak untuk hadiahnya, sayang." Kata Jenni setelah berjalan mendekat kearah sang suami.


"Tidak gratis, sayang." Bisik Alex, tangannya meraih pinggang istrinya untuk dirapatkan padanya.


Jenni mengalungkan tangannya di leher sang suami. "Lalu dengan apakah saya harus membayarnya?" Tanya Jenni menggoda.


"Caranya sangat mudah, Sayang."


Dengan segera Alex menempelkan bibirnya pada bibir Jenni lalu mencium dengan penuh cinta. Akhirnya mereka berciuman didepan banyak orang hingga membuat semua orang bersorak karena ulah Alex yang tak tahu tempat.


...TAMAT...


Alhamdulillah, Terimakasih banyak buat semua teman-teman ku yang sudah mengikuti cerita dari awal sampai akhir.


Aku pribadi, mengucapkan syukur beribu syukur karena akhirnya bisa menyelesaikan novel pertamaku.


Aku sadar, disini masih banyak sekali kesalahan, baik dalam segi penulisan maupun alur cerita yang belum sesuai dengan keinginan kalian.


Tapi, kalian tetap setia membaca ceritaku yang masih banyak kekurangan ini. Dan sekali lagi, ku ucapkan terimakasih banyak buat kalian.


Terimakasih atas semua dukungan kalian baik berupa like, komentar, hadiah maupun vote nya.


Tanpa itu semua aku tak akan sampai disini.


Maaf bila novel itu masih sangat jauh dari kata sempurna apalagi sesuai keinginan kalian.


Aku sadar, aku masih belajar dan masih terus belajar. Bila kalian memberi saran, pasti akan ku terima dengan lapang dada karena itu semata-mata untuk memperbaiki kesalahan agar tidak terulang.


Dan sekali lagi, aku mengucapkan maaf beribu maaf bila selama ini banyak salah pada kalian. Maaf jika sering malak kalian buat kasih like, komen, ataupun hadiah dan vote.


Sepertinya kata Terimakasih serta maaf ku tak henti-hentinya ku ucapkan pada kalian.


Intinya aku cinta kalian, tanpa kalian aku bukan apa-apa.


Love you guys.😘


Aku tidak bohong aku cinta kalian, kalau tidak percaya belah saja dadaku. Eh.😋


Yang ingin followan boleh minta di komen disini ya...biar kita bisa berteman lebih dekat.🤭


Selamat bertemu kembali di Novel ku yang lain.


Sayonaraa....👋👋

__ADS_1


__ADS_2