
"Apa yang terjadi pada istri saya dok?" Tanya Alex begitu penasaran.
Ia masih belum percaya dengan semua yang terjadi pada istri nya yang baru saja menjadi korban pemerkosaaan.
Bukan berarti Alex tidak menerima hal itu, bukan. Tapi Alex tidak percaya saja, nasib buruk itu menimpa istri nya.
Alex akui, ia tidak terima dengan semua ini. Tapi rasanya tidak adil jika harus menyalahkan sang istri atas semua yang terjadi. Padahal dirinya lah penyebab utama Jenni mendapatkan musibah ini.
"Begini pak, menurut hasil pemeriksaan kami istri anda mengalami gangguan psikologis, dan itu sangat tidak baik bagi kesehatan janin nya."
"Dan dari hasil visum menjelaskan, bahwa istri anda telah mengalami pelecehan seksuall."
Deg
Detak jantung Alex seakan berhenti mendengar semua ini, rasanya ini adalah mimpi buruk dan ingin segera bangun dari mimpinya.
"Dari hasil visum kami, ada 5 sidik jari yang melekat di tubuh istri Anda. Dan itu terdapat hampir di sekujur tubuh istri Anda termasuk area inti nya."
Deg
Dada Alex bergemuruh hebat, seperti tersengat arus listrik yang seketika menyerang seluruh raga nya hingga ia tidak lagi bisa melakukan apapun, hanya sekedar bergerak pun rasanya sangat susah.
__ADS_1
Setiap perkataan yang terlontar dari sang dokter, di setiap itu pula ia mendapatkan sayatan luka di hati nya dan Alex merasakan betapa perih nya hati ini.
Alex bimbang antara penasaran ingin meneruskan mendengar penjelasan sang dokter atau berhenti sampai disini.
Tapi jika dia berhenti, maka akan semakin membuat salah paham karena mendengar informasi yang hanya setengah-setengah.
"Lanjutkan dok--"
Braakk
Terdengar suara keras dari arah pintu ruangan, sontak Alex dan dokter itu melihat kearah sumber suara.
"Jenni," Gumam Alex lirih dengan bibir bergetar saat melihat ke belakang ternyata istri nya mendengarkan pembicaraan mereka entah sejak kapan lama nya.
Jenni berlari dari sana setelah melihat Alex dan juga dokter itu melihat ke arah nya.
Alex tak tinggal diam melihat istri nya berlari, ia segera mengejar istri nya yang sudah berlalu dari jangkauan.
Saat berada di lorong rumah sakit, Alex terlihat bingung ingin mencari istri nya dimana.
"Aaaa!!"
__ADS_1
Saat ia ingin berbelok menuju jalan ruangan istri nya, tiba-tiba mendengar pekikan suara sang istri tidak terlalu keras tapi cukup terdengar jelas di telinga Alex.
Ia segera berlari mendekat ke arah sumber suara tanpa menghiraukan orang berlalu-lalang di dekat nya.
"Sayang!"
"Jenni!"
"Sayang!! kamu dimana???" Teriak Alex saat tidak mendapati istri nya setelah sampai di tempat dimana istri nya berteriak yang di yakini Alex disinilah tempat nya.
"Sayang," Panggil Alex dengan suara lirih saat melihat istri nya berada di sana namun tidak sendirian, melainkan istri nya sedang di bekap oleh wanita gila yang seharusnya tidak bisa lagi berkeliaran di bumi.
"Hahaha ... lihatlah istri lemah mu Alex! sebentar lagi dia tidak akan bernyawa lagi, hahaha," Suara tawa itu begitu menggema di lorong rumah sakit yang sepi dan gelap, karena memang di sana hanya ada gudang dan ruang mayat yang jarang di lewati orang.
"Lepaskan istri ku wanita gila!!!" Bentak Alex, namun ia juga tidak bisa melakukan apapun karena saat ini Bella sedang menodong gunting rumah sakit tepat di leher Jenni.
...๐๐๐...
...TBC...
...HAPPY IED MUBARAK ๐๐งกโค๏ธ...
__ADS_1
See you next chapter ๐๐