Dosenku Sang Casanova

Dosenku Sang Casanova
Bertemu Adrian


__ADS_3

**Happy reading 💞


🍁🍁🍁**


"Aunty cantik!" panggil Calvin antusias.


Alex mengurai pelukan nya membalikkan badan ke arah wanita yang di panggil anaknya.


deg


"Jenni!" lirih Alex dengan wajah tegang saat melihat air mata Jenni terus mengalir di pipinya, matanya terlihat sembab membuat Alex tahu Jenni sudah lama berada di sana.


"Jenni, aku...---" belum sempat menjelaskan, Jenni sudah berlari dari sana.


"Jenni..!!!" Teriak Alex sambil berlari menyusul Jenni.


Belum lima langkah Alex beranjak dar sana, tiba-tiba Bella berteriak memanggil namanya.


"Aaaaahhh.. Alex tolong aku..!!" Tubuh Bella luruh ke lantai sambil memegangi perut nya.


Alex yang berada di sana hanya terdiam menatap bingung, ingin sekali ia meneruskan langkah nya menghampiri Jenni namun juga tak mungkin tega meninggalkan Bella yang sedang kesakitan.


"Auuhh..perutku sakit sekali Alex..sshh to..long ak..u," ucap Bella deng suara tercekat menahan sakit.


Calvin yang berada di samping Bella pun ikut panik.


"Mommy kenapa..?? Daddy, please.. help mom dad.." pinta Calvin dengan tatapan memohon.


Mau tidak mau akhirnya Alex berbalik arah dan menolong Bella.


Sedangkan Jenni yang sudah berada dalam mobil menatap nanar ke arah Alex yang sedang membopong Bella dari sana dengan berurai air mata.


"Bahkan kamu tidak mengejar ku Alex, apakah hanya sebesar ini rasa cinta mu padaku..?" gumam Jenni dalam hati, tangan nya menyeka air mata di wajahnya.


"Jika memang kamu sudah bahagia dengan wanita lain, lalu kenapa kamu menikahi ku?? hiks.. rasanya sangat sa..kit.." gumam Jenni lagi seraya meremas dada nya yang terasa begitu sesak.


"Kenapa sakit sekali..? Tuhan.. kenapa nasib ku seperti ini hiks.. apakah aku tidak berhak bahagia..? hiks..hiks." Tangan Jenni terus menekan dada sebelah kirinya yang terasa sesak seperti di timbun ribuan ton batu.


Baru saja Jenni merasakan kasih sayang setelah sekian lama ia ditinggalkan kedua orang tua nya, kini ia harus menelan pil pahit saat menerima kenyataan, suami nya memiliki wanita lain bahkan ada anak diantara mereka.


Sepanjang perjalanan ke resort Jenni terus menangis dalam diam, air mata itu seolah tak bisa berhenti.


"Kenapa kamu mengkhianati ku Alex? bukankah kamu bilang mencintai ku? lalu kenapa kamu memperlakukan ku seperti ini hiks.. hiks.."


"Apa salahku padamu Alex? aku tidak pernah meminta mu menikahi ku, tapi kenapa saat aku benar-benar mencintai mu dan berharap kau lah satu satunya yang ada di hidupku, kau justru menduakan aku. Bahkan di saat honeymoon kita, kau masih sempat menemui nya hiks..hiks.." lirih Jenni.


Ia sudah tak bertenaga, tubuhnya begitu lemas kemudian ia sandarkan ke kursi mobil, kepalanya menghadap ke atas sambil memejamkan mata nya.


"Aku membenci mu Alex!!!" tanpa sadar berteriak keras sambil memejamkan matanya, membuat sang supir kaget dan memberhentikan mobilnya mendadak.

__ADS_1


Cittt...


brakkk


Bunyi benturan keras di belakang mobil nya begitu menggema.


Sang sopir menatap ke arah belakang melihat keadaan yang terjadi.


Namun, belum sempat memperhatikan dengan jelas, mobil yang ditumpangi Jenni sudah di ketuk dari luar.


Saat Jenni membuka pintu mobil, tampaklah pria berparas tampan menggunakan jas hitam lengkap dengan sepatu pantofel dan kaca mata serba hitam yang bertengger di hidung mancung nya bak perosotan.


"Kamu harus..---" orang itu tidak sempat melanjutkan perkataannya saat Jenni menoleh ke arah nya.


"Jennifer!" pekik laki-laki itu.


Jenni yang juga kaget karena dipanggil namanya oleh orang yang tidak dikenal nya pun langsung mengarahkan pandangan nya ke arah sumber suara.


"Maaf.. siapa?" tanya Jenni sambil mengerutkan dahinya karena ia merasa tak mengenal orang itu.


"Apa kamu lupa dengan sahabat lama mu Jennifer..?" tanya orang itu menampilkan senyum sambil menurunkan kaca mata nya yang di akhiri dengan kekehan.


"Adrian??" pekik Jenni yang juga tak kalah kaget seperti Adrian tadi.


"Ya ampun.. benarkah kamu Adrian sahabat laknat ku dulu..?" tanya Jenni memastikan seraya mengamati wajah Adrian yang terlihat lebih dewasa namun tidak juga mengurangi aura ketampanan Adrian.


"Apakah kamu benar-benar sudah melupakan ku Jenni..??" tanya Adrian pura pura bersedih.


"Ya ampun Adrian..kamu kemana saja selama ini?? kenapa kamu menghilang seperti ditelan bumi??" Bukan nya menjawab, Jenni justru langsung menghambur ke pelukan Adrian dengan antusias.


Rasanya beban yang baru saja ia pikul lenyap seketika karena kehadiran Adrian.


"Sudahlah itu tidak penting, kita bicarakan saja nanti. By the way kenapa kamu bisa ada disini..?" Tanya Adrian.


Di detik itu pula, Jenni tiba-tiba murung dengan tatapan kosong.


Ia tak lagi bersuara dan melepas tangan nya pada tubuh Adrian.


Adrian yang melihat perubahan Jenni hanya bisa mengerutkan dahinya.


"Jenni, kamu kenapa..?" tanya Adrian lembut, tangan nya memegang bahu Jenni untuk menyadarkan lamunannya.


"Ah maaf.." hanya itu kalimat yang terucap dari mulut Jenni.


"Kamu ada masalah apa..??" Tanya Adrian kembali saat melihat air mata Jenni sudah menggenang di pelupuk nya.


Detik berikutnya air mata itu benar benar luruh dari tempat nya yang terus mengalir begitu deras.


"Hiks..hiks.. Adrian hiks..tolong aku hiks..bawa aku pergi dari sini hiks..hiks.." Tangis Jenni pecah sambil menubruk dada bidang Adrian.

__ADS_1


"Ssstt..sudah jangan menangis, kita pergi dari sini dulu. Kamu pulang ke apartemen ku saja dan menceritakan semua masalah mu di sana." terang Adrian sambil mendekap tubuh Jenni dan mengelus kepalanya.


Jenni hanya mengangguk sambil terisak di pelukan Adrian.


"Good girl.." Adrian pun tersenyum dan mengacak gemas rambut Jenni.


Adrian membawa Jenni ke mobil nya, kemudian menyuruh supir yang membawa Jenni untuk kembali.


Adrian sudah menyalakan mobil nya dan mulai melaju dengan kecepatan sedang.


Sesekali Adrian melihat ke arah Jenni yang tampak murung dengan pandangan kosong.


Adrian sangat tidak tega melihat sahabat kecil nya itu terpuruk, karena sedari kecil Adrian sangat menyayangi Jenni yang sudah seperti adiknya sendiri.


Namun karena patah hati yang di alami Adrian, ia harus meninggalkan Jenni sahabat kecil satu satunya agar bisa melupakan cinta pertama nya itu.


Tapi kali ini secara tidak disengaja mereka dipertemukan lagi dengan kondisi Jenni yang sedang terpuruk.


Beberapa menit kemudian, Adrian memarkirkan mobilnya di loby apartemen yang tampak begitu megah.


Saat Adrian menoleh ke arah Jenni, ternyata Jenni masih melamun di tempat nya, pandangan nya menatap kedepan namun tatapan nya masih kosong.


Kemudian Adrian mencondongkan badannya ke arah Jenni dan melepaskan seat belt yang di pakai Jenni.


Seketika Jenni tersadar dari lamunan nya dan menatap Adrian yang tampak begitu dekat.


"Selesai.." Ujar Adrian seraya menjauhkan badan dari Jenni.


"Terimakasih.." Ucap Jenni sambil tersenyum tulus pada Adrian.


Adrian hanya tersenyum dan mengacak acak rambutnya.


"Ayo kita turun, ah...aku sangat lapar." Kata Adrian sambil memegangi perutnya.


"Isshh..masih jam segini udah lapar! dasar gorila!" Jenni memukul bahu Adrian saat mendengar ucapan nya.


Adrian hanya tertawa mendengar ucapan sambil memandangi wajah Jenni yang terlihat kesal.


**Yang udah baca "MY BOSS IS DEVIL" Pasti tahu siapa Adrian 🤭


lanjut gak? kalo lanjut tampol dulu biar Author semangat nulis** (Malak**😒)


Jangan lupa tinggalkan jejak**...


...❤️❤️❤️...


...TBC...


See you next chapter 👋😜

__ADS_1


__ADS_2