
Setelah menghabiskan waktu sekitar 30 menit akhirnya Jenni sampai di depan gedung kantor sang suami.
Wajahnya yang cantik dihiasi dengan senyum mengembang membuat Jenni berkali-kali lipat lebih cantik.
Tatapan para karyawan tertuju pada wanita yang berstatus sebagai istri CEO mereka.
Ada yang merasa kagum ada pula yang menatap nya dengan tatapan sulit di artikan.
Semua karyawan menunduk memberi hormat pada Jenni saat wanita itu berjalan di antara karyawan yang sedang bekerja.
Tak ingin menunda-nunda untuk bertemu sang suami, Jenni langsung masuk ke dalam lift menuju lantai ruangan sang suami setelah membalas sapaan para karyawan.
Ting
Pintu lift terbuka, dengan senyum yang masih saja terukir di wajahnya Jenni berjalan mendekat ke arah ruang kerja sang suami.
Ia berjalan melewati meja kerja sekretaris Alex namun bangku itu kosong tak berpenghuni, ia baru ingat kalau saat ini waktunya makan siang, tentu sekertaris Alex pun sedang pergi untuk makan.
Tap ... tap ... tap ...,
Jenni terus berjalan mendekat ke arah pintu, "Aahhh ...," saat tangan nya ingin memegang handle pintu, ia mendengar suara perempuan di dalam sana.
deg
Jantung Jenni berdetak lebih cepat, pikiran-pikiran buruk nya mulai melalang buana. Ia takut kalau kekhawatiran dirinya akan menjadi kenyataan.
Dengan menguatkan hati, Jenni membuka pintu perlahan. Terpampang lah dua sosok manusia berlawan jenis dalam keadaan tidak karuan.
__ADS_1
Sang wanita bahkan hanya mengenakan celanna dallam, sedangkan tubuh bagian atas ia biarkan polos.
Sedangkan laki-laki itu masih utuh mengenakan pakaian,tapi semua kancing baju nya sudah terbuka dengan tampilan acak-acakan.
Wajahnya memerah dengan nafas memburu, Jenni sangat tahu keadaan yang sedang terjadi saat ini.
Alex sedang tersulut gai rah dan belum tuntas karena Jenni datang pikir Jenni.
Jenni memandang intens kedua manusia itu dengan air mata yang terus membanjiri pipi tanpa suara, bahkan ingin berkata saja rasanya sangat sulit.
Ia menarik nafas dalam sambil memejamkan mata untuk menetralisir keadaan nya saat ini. "Terimakasih ...," Kata Jenni setengah bisa mengendalikan tangis nya seraya tersenyum menatap kearah dua manusia tak berperikemanusiaan menurut Jenni.
"Terimakasih, akhirnya aku sudah mengetahui semuanya. Kenapa tidak jujur saja sejak awal? kalian tidak perlu bersembunyi, tidak perlu ada aku diantara kalian." Kata Jenni sembari tersenyum miris yang begitu menyayat hati Alex saat melihatnya.
"Sayang ... ini--"
"Sudah cukup, tidak perlu alasan lagi. Aku harap ini hari terakhir kita bertemu sebelum bertemu di pengadilan." Sambung Jenni lagi, satu tangan nya meremat kuat paper bag berisi kotak makan untuk meredam emosi nya.
Mungkin jika orang lain akan menjatuhkan kotak makan yang dibawa, tapi Jenni tidak akan melakukan nya karena tidak ingin terlihat lemah dihadapan dua manusia biadab itu.
Setelah mengatakan itu Jenni berjalan setengah berlari untuk keluar dari gedung itu karena tidak tahan lagi untuk menahan air mata yang sempat ia hentikan tadi.
bugh.
Saat mendekati lift tiba-tiba tubuh nya menabrak seseorang, ia terhuyung kebelakang tapi untung saja ada dua tangan kekar menopang tubuh nya hingga ia tak terjatuh kelantai.
"Nona!" Panggil Doni sedikit terkejut saat melihat wajah istri boss nya seperti baru saja menangis.
__ADS_1
"Tolong lepaskan." Kata Jenni saat asisten pribadi calon mantan suaminya terlalu lama mendekap tubuh Jenni.
"Ah maaf Nona," Doni tertunduk malu saat menyadari dirinya telah merangkul Jenni terlalu lama karena berpikir menebak apa yang terjadi pada Jenni dan Alex.
Tanpa menjawab pernyataan maaf dari Doni justru Jenni langsung berlari menuju ke arah lift dan menutup nya, hal itu membuat jiwa kepo Doni semakin penasaran.
Namun tidak lama setelah itu ia kembali terkejut saat melihat Alex juga berlari dalam keadaan begitu acak-acakan dengan wajah dan nafas memburu.
"Dimana Jenni?" Tanya Alex cepat.
"Sudah pergi."
"Ah shiiitt ... semua ini gara-gara wanita iblis itu!" Kata Alex marah namun tatapan matanya sedikit sayu membuat Doni mengerutkan dahi.
"Cepat kau kejar istri ku, jangan sampai terjadi apapun padanya. Aku harus mendinginkan tubuhku akibat obat sialan yang diberikan wanita jallang itu. Aku pinjam kamar mandi di ruangan mu." Kata Alex kemudian berlalu cepat dari sana meninggalkan begitu banyak pertanyaan di benak Doni karena belum mengerti apapun tingkah sepasang suami-istri itu.
Hari ini up lagi nggak?
Apa yang anda pikirkan saat ini?
Ada yg mau hujat Bella?
Atau hujat Alex juga?
Mana yang pendukung Jenni?
...💙💙💙...
__ADS_1
...TBC...