Dosenku Sang Casanova

Dosenku Sang Casanova
Awal kebahagiaan


__ADS_3

Waktu begitu cepat berlalu, tak terasa Ibu Anin sudah berada di apartemen Alex selama seminggu.


Dalam kurun waktu ini akhirnya mereka bisa kembali hidup rukun karena tidak ada lagi kesalahpahaman.


Berulang kali Alex melontarkan kata maaf pada ibu nya dan berulang kali pula sang ibu mengatakan sudah memaafkan anak satu-satunya itu.


Jauh sebelum Alex meminta maaf pun, sang ibu sudah memaafkan Alex.


Begitu besar rasa cinta sang ibu kepada anak nya hingga tak mengingat semua perlakuan buruk Alex pada nya.


Rasa rindu dan rasa cinta nya telah mengalahkan dendam dan kebencian atas perlakuan buruk anak nya.


Kini tibalah mereka di penghujung kesedihan dan kesusahan yang selama ini mereka alami.


Saat ini moment kebahagiaan mereka atas semua anugerah Tuhan karena telah mempertemukan kembali Alex dengan ibu nya hingga ia mengetahui asal-usul dirinya.


Namun, seperti nya kebahagiaan itu belum lengkap saat tidak mendapati ayah kandung Alex.


Perasaan bersalah terus menyarang dalam hati Alex saat mendengar semua penderitaan yang di alami ayah ibu nya selama ini.


Alex merutuki kebodohan nya karena selama ini tak pernah menaruh curiga pada Jeremy yang sudah membuat nya menderita.


Saat kecil Alex terlalu naif hingga ia tak bisa membedakan antara kebohongan dan kebenaran itu sendiri.


Tapi apalah daya, menyesal pun tak akan pernah bisa merubah semua yang sudah terjadi.


Sang ayah terlanjur meninggal dunia setelah bertahun-tahun melawan penyakit nya akibat siksaan yang di berikan Jeremy.


Dari situ lah kebencian Alex semakin menjadi pada Jeremy, rasa benci itu semakin besar setelah mengetahui kalau ayah nya tidak bisa di selamat kan.


Rasa ingin balas dendam itu tentu ada, bahkan sangat besar !


Tapi sang ibu terus mencegah Alex agar tidak perlu membalas keburukan seseorang dengan keburukan pula.


Tuhan lebih adil untuk menghakimi dan menghukum hamba-nya yang melakukan dosa.


Bukan kah sebaik-baik pemberi keadilan adalah Tuhan ?


Dia lah Tuhan yang maha adil kepada semua makhluk nya.


Itu lah yang seringkali sang ibu katakan saat Alex dengan gegabah ingin membalas semua perbuatan Jeremy.


Apalagi saat mengingat kondisi Jeremy yang saat ini juga tidak baik-baik saja, membuat Anin tidak tega jika harus memberi hukuman yang lebih berat lagi.

__ADS_1


Menurut ibu Anin, hukuman paling baik adalah hukuman ketika bisa membuat manusia itu insyaf dan menyesali semua perbuatan nya.


Dan kali ini seperti nya Jeremy benar benar telah menyesal atas semua perbuatan jahat nya.


Saat ini Jeremy tinggal di daerah terpencil bersama Feerya setelah melangsungkan pernikahan.


Dua manusia itu akhirnya menikah karena Feerya memang mencintai Jeremy meski keduanya terpaut umur yang sangat jauh.


Semua kemewahan yang selama ini ada pada mereka nyata nya tidak abadi, saat ini kemewahan itu entah hilang kemana.


Ya, semua harta yang di miliki Jeremy telah habis untuk membayar kerugian perusahaan nya.


Akibat skandal yang di lakukan, membuat ia mengalami para kolega bisnis nya memutuskan kerja sama.


Semua karyawan terpaksa harus di resign mengingat bisnis yang ia bangun sudah gulung tikar.


Jeremy juga harus membayar pesangon kepada semua karyawan hingga ia terpaksa menjual semua properti yang masih dimiliki.


Sedangkan Feerya, ia juga harus mengalami nasib buruk karena tidak lagi di akui anak lagi oleh ayah nya.


Meski saat mengalami depresi sang ayah masih menjenguk bahkan merawat Feerya.


Tapi setelah ia berhasil sembuh justru sang ayah tak lagi memperdulikan nya, bahkan ia diusir dari rumah karena akibat kelakuan buruk anak nya hingga perusahaan ayah Feerya pun hampir mengalami gulung tikar.


Bukan hanya itu, tapi rasa malu sebagai orang tua karena dianggap gagal mendidik anak perempuan membuat ia tercoreng nama baik nya di semua kalangan.


Semua teman dan kerabat menjauhi, hingga sebagian rekan bisnis nya pun memutuskan kerja sama.


Namun nasib baik masih berpihak pada nya hingga ia bisa mengendalikan bisnis nya dan mengalami kestabilan lagi.


Dan untuk menghindari semua kekacauan yang di alaminya, ayah Feerya terpaksa mengusir anak nya supaya ia tidak ikut tersangkut masalah Feerya.


Ayah Feerya benar-benar tidak ingin mempertaruhkan perusahaan nya daripada anak nya sendiri.


Dan mulai sejak itu, Feerya pergi ke rumah Jeremy yang juga sudah kehilangan semua harta nya.


Akhirnya mereka pergi untuk menjauh dari keramaian setelah sah menjadi suami istri.


Mereka ingin terbebas dari hiruk-pikuk nya kehidupan di kota.


Mereka sengaja merantau ke daerah terpencil yang masih terbebas dari polusi agar bisa menghirup udara segar, dikelilingi pohon rindang tanpa ada nya gemerlap nya lampu seperti di kota.


Sengaja ingin menepi dari para manusia yang tidak memanusiakan mereka.

__ADS_1


Dan disinilah mereka, hidup berdua dengan penuh kesederhanaan.


Tiap pagi Jeremy mencari batu di kali, ia kumpulkan kemudian di jual pada mereka yang sedang membutuhkan sebagai bahan bangunan.


Sore hari nya ia gunakan untuk mencari kayu bakar di hutan, sebagai bahan bakar mereka sehari-hari.


Feerya tiap hari melakukan pekerjaan rumah, jika ada waktu senggang ia gunakan untuk untuk membantu tetangga menjadi buruh cuci.


Semua uang yang di peroleh Feerya ia gunakan untuk membantu Alex memenuhi kebutuhan hidup sehari hari.


Apalagi saat ini Feerya kembali hamil setelah mengalami keguguran di kehamilan pertama nya membuat ia harus ekstra mengumpulkan uang supaya bisa membayar biaya persalinan serta kebutuhan baby nya nanti.


"Sayang..kamu masak apa ?" Tanya Jeremy saat mendapati Feerya berada di depan tunggu sembari meniup nya mencoba menghidupkan api yang hampir padam itu.


"Hanya ada daun singkong rebus dan tempe goreng sayang." Ucap Feerya sembari tersenyum menghadap ke arah suami nya yang terlihat kelelahan.


"Wahh seperti nya enak. Aku tidak sabar ingin segera makan sayang.." Ucap Jeremy seraya menatap makanan yang sudah jadi di samping tungku, tinggal menunggu cabe hijau yang sedang di goreng untuk di jadikan sambal.


"Sabar sayang..ini hampir selesai." Ucap Feerya sembari terus melengkung kan bibir nya membentuk senyuman.


Hidup mereka memang pas-pasan tapi kebahagiaan mereka bertambah berkali-kali lipat dari sebelumnya.


Kebahagiaan memang tidak bisa diukur dengan banyak nya harta.


Kenyataan nya sebanyak apapun mereka memiliki harta, tapi jika hidup nya gelisah dan selalu merasa tidak tenang pasti tidak akan pernah bahagia.


Hanya ketentraman jiwa lah yang membuat orang bahagia, menikmati semua keadaan meski itu terasa berat bagi orang yang memandang nya.


Tapi bagi orang yang menjalani nya itu justru lebih baik di banding hidup bergelimang harta namun hidup serba dalam kegelisahan akibat banyak nya masalah yang terus datang dalam hidup.


Makan tidak enak, tidur tidak nyenyak. Itulah yang di rasakan bagi mereka yang memiliki banyak masalah.


Dan saat ini Jeremy maupun Feerya merasa lebih bahagia karena terbebas dari gunjingan manusia meski kini tak mampu lagi hidup mewah seperti sebelumnya.




Mampir Kuy


...❤️❤️❤️...


...**TBC...

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak...


See you next chapter 👋😜**


__ADS_2