Dosenku Sang Casanova

Dosenku Sang Casanova
Mood Ibu Hamil


__ADS_3

Sudah dua hari semenjak Jenni pulang ke apartemen setelah di rawat di rumah sakit, kini keadaan nya pun sudah sepenuhnya pulih.


Selama dua hari ini Jenni masih melakukan bed rest meski tidak lagi di rumah sakit, karena dokter menganjurkan untuk bed rest selama 7 hari.


Pagi ini Jenni mulai beranjak dari tempat tidur, ia keluar kamar menghampiri ibu mertua yang sedang berkutat di dapur dengan di dampingi oleh satu art yang sengaja Alex sewa supaya Jenni tidak kelelahan mengurusi apartemen mengingat istri nya sedang mengandung.


"Pagi ibu, pagi mbak Susi, masak apa hari ini?" Jenni menyapa ibu mertua dan art yang bernama Susi seraya mengembangkan senyum seakan memberikan aura positif kepada objek sekitar.


"Pagi sayang ....," Sang ibu pun tersenyum tak kalah manis menyambut sapaan menantu nya, sedangkan Susi hanya menundukkan kepala seraya tersenyum kagum melihat sang majikan yang memperlakukan diri nya dengan baik, bahkan Jenni tak membedakan antara diri nya yang hanya seorang art dan keluarga nya sendiri.


Ibu Anin yang juga melihat nya pun sangat bersyukur di beri menantu sebaik Jenni padahal ia tahu jelas keburukan anak nya di masa lalu.


Tapi Jenni dengan berlapang dada menerima segala kekurangan Alex yang bahkan di pandang sangat menjijikkan di kalangan sebagian manusia.


Dengan sabar Jenni menerima Alex, membantu nya sedikit demi sedikit untuk berubah ke jalan yang lebih baik, dan saat ini perjuangan Jenni tidak sia-sia karena Alex benar-benar sudah berubah, bahkan ia tidak memiliki nafsuu pada wanita selain Jenni.


"Bagaimana keadaan mu sayang? apa sudah baikan? jika belum sepenuhnya pulih seharusnya tidak perlu keluar kamar sayang." Cecar ibu mertua dengan raut wajah khawatir membuat Jenni terkekeh pelan.


"Jenni sudah baikan ibu, maka nya Jenni kesini untuk ikut menyiapkan sarapan."


"No sayang, kamu tidak boleh kelelahan. Kamu hanya perlu menunggu, tidak usah ikut membantu. lagian ibu juga sudah di bantu Susi, iya kan Susi?" Ibu Anin memposisikan Jenni untuk duduk di meja makan dekat dapur kemudian menghadap ke arah art itu saat ibu Anin bertanya pada nya.


Sedangkan Susi yang di tanya hanya bisa mengangguk, ia masih tampak malu-malu. Mungkin karena baru bekerja beberapa hari dan ini adalah pengalaman pertama nya Susi bekerja jadi masih tampak canggung.


Susi adalah gadis berusia 18 tahun, baru saja lulus SMA namun nasib baik tak memihak pada nya.


Terlahir dari orang tua yang serba kekurangan membuat ia tidak mampu meneruskan pendidikan nya, alhasil Susi harus rela memendam keinginan nya untuk kuliah.


Ia berharap jika di tahun ini ia belum bisa melanjutkan kuliah, mungkin di tahun berikutnya ia akan bisa melanjutkan pendidikan setelah bekerja dan mengumpulkan uang di tahun ini.


"Tapi Jenni bosan tidak melakukan apapun, dari kemarin di kurung terus di kamar. Bahkan ke kamar mandi pun harus di gendong Alex." Rengek Jenni pada ibu mertua nya


"Ini demi kebaikan mu sayang, kamu harus menuruti kata ibu. Cukup duduk di sini sambil menunggu masakan selesai." Kata ibu Anin penuh penekanan pertanda tak ingin di bantah.


"Issh ... ibu nggak asik." Sungut Jenni.


Sang mertua bukan nya marah melihat tingkah Jenni tapi justru terkekeh. Ia seperti memiliki putri kandung sendiri saat melihat Jenni yang begitu menggemaskan saat merajuk seperti itu.

__ADS_1


"Kamu gemesin banget sih sayang, pantesan Alex nempel terus sama kamu seperti cicak." Celetuk ibu Anin dengan masih menampilkan senyum.


"Jadi ibu nyamain Jenni dengan tembok?" Tanya Jenni dengan mata melotot.


"Buk--"


"Ibu jahat banget nyamain aku tembok, emang aku datar tidak berbentuk ya?" Tanya Jenni dengan mata sudah berkaca-kaca.


Sang ibu langsung merutuki diri nya sendiri karena telah salah menggoda ibu hamil yang mood nya sedang tidak stabil, ia tahu akhir-akhir ini Jenni memang bersikap kekanak-kanakan dan ibu Anin memaklumi nya karena itu termasuk perubahan hormon ibu hamil yang mudah sensitif.


"Bukan seperti itu sayang ... ibu tidak bermaksud sepert--"


"Lalu seperti apa yang ibu maksud hiks ...," Sela Jenni lagi.


"Ada apa sayang, kenapa kamu menangis?" Tanya Alex dengan raut wajah cemas dari ambang pintu dapur saat melihat istri nya sudah berderai air mata.


Sedangkan ibu Anin hanya bisa menelan ludah nya kasar saat melihat tatapan Alex yang begitu mengintimidasi ibu Anin dan pembantu nya.


Sedangkan Susi hanya bisa menunduk sambil menyimak perdebatan itu, ia sama sekali tak berani menatap orang yang ada di sekeliling nya.


Alex langsung berjalan mendekat ke arah Jenni dan mendekap tubuh nya untuk memberi ketenangan, Jenni pun menerima pelukan Alex dan menangis dalam dekapan nya. Namun sedetik kemudian Jenni langsung mendorong dada bidang Alex hingga tubuh nya terhuyung ke belakang saat mengingat sesuatu.


Ibu Anin yang tahu arti tatapan alex pun hanya bisa menggeleng pelan karena jika ia menjelaskan yang sebenarnya bisa di pastikan Jenni akan semakin menangis.


"Apa? tidak perlu berlagak tidak tahu! kamu pasti juga akan mengatakan seperti ibu kalau tubuh ku seperti tembok! iya kan?" Alex semakin tidak mengerti dengan perkataan Jenni, tembok? mengapa istri nya menyamai tubuh nya sendiri dengan tembok? apa hubungan nya? Alex terus bertanya-tanya dalam hati namun juga tidak menemukan jawaban.


"Apa maksud kamu sayang? kenapa kamu membahas tembok? apa hubungan nya dengan mu?" Alex to the poin menanyakan pada Jenni karena ia benar-benar tidak mengerti.


"Jangan sok tidak mengerti kamu!!" sungut Jenni berapi-api.


"Jenni, bukan seperti itu maksud ku. Ibu hanya mengatakan kalau Jenni itu sangat menggemaskan maka nya kamu tidak bisa jauh-jauh dari Jenni seperti cicak yang menempel terus." Sela ibu Anin yang tidak ingin menyaksikan perdebatan itu terus berlanjut.


Sedangkan Alex yang mendengar penjelasan ibu nya langsung menepuk jidat nya "Astaga sayang, kamu itu lucu sekali. Maksud ibu aku seperti cicak karena tidak bisa jauh dari mu, selalu menempel pada mu bukan berarti kamu tembok sayang." Kata Alex sambil tertawa terbahak-bahak.


"Berarti tubuh ku tidak datar seperti tembok?"


"Mana mungkin kamu seperti tembok, apa kamu tidak melihat tonjolan indah mu yang sangat mengagumkan membuat ku selalu bergairah, dan hanya aku yang boleh memegang dan merasakan nya." bisik Alex tepat di telinga Jenni membuat wajah Jenni bersemu merah saat mendengar Alex memuji tubuh indah nya.

__ADS_1


Akhirnya setelah drama pagi hari usai kini mereka tengah menikmati sarapan dengan tenang.


Jika dulu Alex yang di layani oleh Jenni, tapi kini kebalikan nya.


Dengan telaten Alex memisahkan duri ikan dengan daging nya yang akan di makan Jenni, sedangkan Jenni hanya bisa menikmati makanan itu tanpa memperdulikan kalau suami nya juga belum mengisi perut.


Setelah beberapa saat, mereka telah usai melakukan sarapan. Alex bergegas menuju kamar untuk mengambil tas kerja nya.


"Aku ke kantor dulu sayang, jaga diri mu dan baby baik-baik." Pamit Alex kemudian mencium kening istrinya saat sudah di ruang keluarga di mana istri nya sedang duduk di sofa seraya menonton televisi.


"Hmm ...," Jenni hanya menyahuti Alex dengan gumaman dengan mata nya masih fokus tertuju pada layar televisi yang menampilkan serial drama perselingkuhan suami karena tidak mendapatkan jatah dari istri nya.


"Baby, jaga mommy baik-baik ya ... jangan membuat mommy susah sayang, Daddy pergi dulu."


Cup


Alex mencium perut datar istri nya setelah berpamitan.


Jenni yang di perlakukan seperti itu sama sekali tidak tersentuh karena ia tidak merasakan saat Alex memperlakukan nya seperti itu saking fokus nya menyaksikan drama pertengkaran suami istri itu.


Alhasil saat Alex keluar apartemen pun Jenni tidak menyadari, dan ia baru menyadari Alex pergi setelah drama itu terjeda iklan.


"Alex, kamu sudah pergi? tega sekali kamu tidak berpamitan pada ku." Gerutu Jenni seraya berjalan ke arah pintu untuk memastikan suami nya masih di luar atau tidak.


Dalam hati ia sangat takut jika Alex akan mencari wanita lain seperti yang ada di sinetron tadi, mengingat sudah beberapa hari ini Jenni tidak memberikan jatah pada Alex.


Cklek


Baru saja Jenni membuka pintu, Ia dikejutkan dengan sosok mungil berada di depan nya.


"Calvin?" Gumam Jenni.


Jangan lupa like, komen dan hadiah nya


...❤️❤️❤️...


...TBC...

__ADS_1


See youuu👋


__ADS_2