Dosenku Sang Casanova

Dosenku Sang Casanova
Nasehat ibu mertua


__ADS_3

"Alex, boleh ibu bicara berdua sebentar dengan Jenni?" Tanya sang ibu meminta persetujuan pada Alex.


Alex mengangguk sebagai jawaban, ia pikir mungkin ibu nya bisa meredam emosi Jenni saat ini.


Arah mata Alex kembali menatap ke arah istri nya kemudian mensejajarkan wajah nya tepat di depan perut Jenni setelah itu tangan nya mengelus perut istri nya.


"Baby ... Dad keluar sebentar jangan nakal di perut Mommy ya ... jagain mommy, katakan pada mommy kalau Daddy sayaaang ... banget sama kalian berdua." Setelah mengatakan itu Alex mendaratkan ciuman di perut istri nya.


Sebelum beranjak dari tempat nya, Alex kembali menatap sendu istri nya kemudian berkata: "Sayang, dulu memang aku sering melakukan one night stand pada banyak wanita tanpa adanya perasaan tapi karena aku belum sungguh sungguh merasakan yang namanya cinta. Setelah aku bertemu dengan mu dan jatuh cinta pada mu aku sama sekali tidak pernah bernafsu pada wanita lain karena yang ada dalam pikiran ku hanya lah kamu Jennifer satu-satunya perempuan yang mampu memporak-porandakan hati ku, satu-satunya perempuan yang mempu menghentikan kebiasaan buruk ku. Maafkan aku yang tidak memahami perasaan mu." Alex tampak menghembuskan nafas nya kasar.


"Aku pergi sayang, jaga dirimu baik-baik dan juga baby kita, jangan berfikiran hal yang tidak-tidak karena itu tidak akan pernah terjadi."


Jenni sama sekali tak menyahuti perkataan Alex, ia masih enggan untuk berbicara pada nya setelah tadi mengeluarkan semua yang ada di hati nya.


Ia bahkan masih terlalu malas untuk menatap wajah suami nya yang terlihat begitu sedih.


Setelah Alex beranjak dari tempatnya, arah mata Jenni tak sekalipun lepas dari punggung suami nya dengan tatapan nanar yang semakin lama semakin tak terlihat karena terhalang oleh pintu ruangan yang


tertutup rapat dengan sendiri nya.


Kini tinggal lah dua wanita di ruangan itu, satu berstatus sebagai seorang ibu sedangkan satu lagi berstatus sebagai calon ibu yang sebentar lagi akan kata 'calon' akan dihilangkan setelah ia berhasil melahirkan, siapa lagi kalau bukan Jenni dan mertua nya.


Ruangan itu tampak hening setelah kepergian Alex, dua-dua nya belum ada yang membuka suara karena asyik dalam lamunan masing-masing.


"Jenni ... " Akhirnya sang mertua memecah keheningan diantara keduanya.


Jenni mendongak, tatapan mata nya mengarah pada sang mertua yang sedang berjalan mendekati kursi sebelah brangkar Jenni.


"Ada apa ibu?" meski terlihat lemah dan rapuh, tapi Jenni tetap menyahuti ucapan ibu mertua nya.


Sebenarnya saat ini ia enggan sekali membuka suara apalagi berbicara, tenaga nya telanjur ia habiskan saat tadi berbicara dengan Alex.

__ADS_1


Saat ini tubuh nya lemah dan hanya butuh istirahat untuk memulihkan tenaga nya, namun demi menghargai sang mertua yang ingin bicara pada nya ia tetap dalam posisi duduk menantikan ibu dari suami nya melanjutkan bicara nya.


Ibu Anin menghela nafas nya sejenak kemudian menatap dalam wajah menantu nya.


"Sayang, boleh ibu katakan sesuatu pada mu?"


"Katakan saja ibu, Jenni akan mendengarkan." Kata Jenni sembari menatap ibu mertua nya dengan sedikit sudut bibir terangkat.


"Jenni, ibu pikir permasalahan kalian masih bisa diselesaikan dengan cara baik-baik. Jangan pernah sekalipun ada niatan untuk berpisah dari Alex karena itu justru akan semakin menguntungkan bagi orang yang tidak menginginkan rumah tangga kalian."


"Ibu tidak bermaksud untuk membela Alex atau pun sebaliknya. Ibu hanya ingin yang terbaik untuk kalian apalagi sebentar lagi akan ada anak di antara kalian."


Jenni masih terus menyimak kata demi kata nasehat yang terlontar dari sang mertua sembari mencerna semua ucapan nya.


"Sepertinya Alex benar-benar murni hanya ingin membantu Bella, dari sorot mata nya menatap kamu ibu bisa menangkap kalau Alex hanya mencintai kamu. Ibu mengatakan ini bukan berarti membenarkan sikap Alex, tapi tidak seharusnya pula masalah ini menjadikan rumah tangga mu retak sayang ... "


Sebenarnya Jenni sendiri juga merasakan hal itu, Alex memang benar-benar hanya mencintai diri nya, tapi ia tidak suka dengan sikap Alex yang semaunya sendiri bahkan terkesan memaksa Jenni untuk menerima Bella.


Terlepas diri nya yang memang memiliki rasa atau pun hanya sebatas menolong Bella, tetap saja tidak dibenarkan Alex menolong seseorang dengan cara seperti itu.


"Ibu juga merasa kalau Calvin bukan lah darah daging Alex meski saat melihat wajah nya memang sangat mirip dengan Alex kecil, tapi entah mengapa perasaan ibu mengatakan kalau dia bukan lah cucu ku. Tidak tahu apakah ini hanya perasaan ibu yang belum bisa menerima kehadiran nya atau apa, yang jelas ibu sama sekali tidak memiliki rasa layak nya seorang oma pada cucu nya."


"Ibu harap kamu lebih berhati-hati pada Bella, meski dia lembut dan terlihat lemah tapi ibu takut dia menjadi duri dalam rumah tangga kalian."


"Semoga saja prasangka ibu salah, tapi kamu harus tetap berhati-hati sayang. Ibu doakan yang terbaik untuk kalian berdua, semoga rumah tangga kalian kembali rukun seperti biasa." Kata ibu Anin panjang lebar.


Jenni masih terdiam setelah menyimak penjelasan sang mertua tadi, kemudian menghembuskan nafas dalam.


"Iya ibu, Jenni akan terus mengingat semua nasehat ibu." Sahut Jenni seraya tersenyum lalu menghela nafas kembali sebelum melanjutkan perkataan nya.


"Ibu tenang saja, Jenni tidak bersungguh-sungguh ingin berpisah dari Alex, tapi Jenni hanya ingin menyadarkan Alex kalau cara dia salah."

__ADS_1


"Sebenarnya Jenni juga memiliki firasat yang sama dengan ibu, kalau Bella tidak lemah seperti yang terlihat. Maka dari itu Jenni sangat tidak setuju ketika Alex mengajak nya tinggal bersama. Meski aku percaya niat Alex hanya menolong, tapi aku tidak percaya pada Bella, Jenni takut dia akan berusaha merebut Alex kembali." Kata Jenni sendu.


"Iya nak, Syukurlah kamu juga menyadari hal itu." Sahut sang mertua.


"Tapi ...," Jenni menghentikan ucapan nya membuat ibu Anin penasaran.


"Tapi apa nak?" Tanya sang Ibu serius.


"Jika benar Bella bukan orang baik, Aku takut dia semakin mempengaruhi Alex hingga membuat rumah tangga kita semakin bermasalah ibu ...," Kata Jenni dengan nada bergetar, kali ini ia sungguh takut jika Alex benar benar terperdaya oleh tipuan Bella.


Ibu Anin hanya menghela nafas dengan kasar, ia tak tahu harus bagaimana.


Di satu sisi ia membenarkan perkataan Jenni, tapi disisi lain ia pun tak ingin melihat menantu nya berfikir berat masalah ini apalagi saat ini ia sedang mengandung, dimana akan sangat berpengaruh pada janin nya.


"Sebaiknya kamu tidak perlu berpikir berat seperti itu nak, berdoa saja semoga rumah tangga mu akan baik-baik saja meski banyak badai yang menjadi penghalang."


"Ibu yakin, Alex tidak akan mengkhianati mu, meski seandainya banyak di luar sana yang menginginkan Alex.


...❤️❤️❤️...


...TBC...


Novel ini hampir selesai dan akan ada kelanjutannya di novel berikut nya yang menceritakan kisah cinta anak dari Alex- Jenni dengan anak dari bang Ello-Bulan dari novel senior ku, bestie ku juga ...😍



Udah banyak yang tau ya?🤭


iya lah kan emang lagi viral bangetttt


Skuy yang belum kesini buruan mampir yah, dijamin novel" nya bikin ketagihan 🤩

__ADS_1


See you next chapter 👋


__ADS_2