Dosenku Sang Casanova

Dosenku Sang Casanova
Jenni yang Semakin Tidak Beres


__ADS_3

Waktu terus berlalu, tak terasa usia kandungan Jenni sudah memasuki bulan ke sembilan.


Sebagai suami siaga, Alex selalu membantu setiap gerakan Jenni. Bahkan menggunakan baju pun, sampai-sampai Alex yang melakukan nya karena ingin menikmati momen ini.


Bukan hanya itu, hampir semua keperluan Jenni, Alex lah yang melakukannya. Mulai dari membuat susu ibu hamil, membuat makanan atau pun mengantarnya kemana pun yang diinginkan Jenni.


Semakin bertambah usia kandungan Jenni semakin banyak pula permintaan yang Jenni inginkan.


Bahkan sekarang Jenni hanya mau memakan masakan yang dibuat Alex. Lagi lagi Alex hanya menuruti kemauan istrinya.


Tak pernah sekalipun Alex mengabaikan permintaan istrinya meski terasa begitu berat.


Seperti beberapa bulan lalu saat Jenni meminta Alex untuk menjambak seseorang yang berambut kribo, Alex pun dengan berat hati melakukannya.


Sampai-sampai ia di minta uang sebesar 100 juta sebagai permohonan izin pada pria berambut kribo itu.


Dan yang paling menyebalkan adalah saat Alex menjambak rambut itu, semua pengunjung cafe melihat aksinya hingga hampir semua orang mengabadikan momen itu sambil tertawa-tawa.


Alex sangat malu waktu itu, tapi rasa malu nya ia kesampingkan demi si buah hati dan calon ibu dari anaknya.


Setelah mereka kembali ke apartemen, Alex memutuskan untuk ke ruang kerja sedangkan Jenni berkumpul bersama ibu mertua dan Anin.


Saat Alex keluar ingin mengambil minum tak sengaja ia mendengar tawa dari tiga wanita yang ada di ruang keluarga.


Alex mendengar dengan jelas saat Jenni mengatakan baru saja mengerjai Alex menyuruhnya menjambak rambut kribo salah satu pengunjung cafe hingga kehilangan uang 100 juta.


Alex sangat marah waktu itu, dia rela dipermalukan banyak orang bahkan mereka sampai membuat rekaman video akibat aksinya dan ternyata Alex hanya di bohongi.


Tanpa menunggu waktu lama, Alex menggendong istrinya masuk ke dalam kamar dan memberikan hukuman karena telah dengan berani mengerjai nya.


Seperti biasa, hukuman Alex selalu menguntungkan ke-dua nya karena merasakan nikmat yang direngkuh bersama.


.


.


.


Pagi ini, seperti hari-hari biasa. Alex memasak sarapan untuk istri tercinta.


Entah mengapa Jenni sangat menyukai masakan Alex hingga tak ingin makan masakakan buatan yang lain.


"Sayang....!" Panggil Jenni manja sembari merentangkan kedua tangannya saat memasuki dapur. Matanya masih terlihat sayup-sayup. Kentara sekali kalau istri dari seorang Alexander itu baru saja bangun tidur dan belum mencuci muka.


"Sudah bangun?" Tanya Alex sembari membalas rentangan tangan istrinya. Dengan cepat, istrinya mendekat kearah suaminya kemudian mendekap erat tubuh kekar itu sembari menghirup dalam-dalam wangi aroma suaminya.

__ADS_1


"Kenapa tinggalin aku sendiri?" Tanyanya seraya mencebikkan bibir. Matanya terlihat berkaca-kaca. Persis seperti anak kecil yang sedang merajuk.


"Sengaja mau kasih surprise buat kamu, hari ini aku masak makanan kesukaan mu." Alex memperlihatkan hasil makanannya sembari menampilkan senyum manis.


"Sayaaanggg ... terimakasih. Love you banyak-banyak." Katanya manja sembari mengecup bibir sang suami.


Saat ingin menjauh tengkuknya lebih dulu ditahan suaminya. Akhirnya mereka melakukan morning kiss di dapur.


"Sudah, Ayo makan." Alex menghapus jejak saliva nya yang ada di bibir Jenni.


Setelah Jenni menganggukkan kepala, Alex langsung meraih tubuh istrinya kemudian membopongnya hingga ke meja makan.


Alex mendudukkan istrinya ke kursi, lalu berbalik kembali untuk mengambil masakan yang sudah dibuatnya.


"Ayo, sekarang makan yang banyak. Biar baby kita sehat." Kata Alex sembari mengelus perut istrinya setelah selesai mengambil nasi beserta lauk.


"Sayang, aku maunya kita makan bareng." Pinta Jenni. Alex langsung menganggukkan kepala karena memang dia sudah merasa lapar.


"Sepiring berdua aja, ya?" Pinta Jenni kembali sembari mengedip-ngedipkan matanya lucu.


Alex tersenyum melihatnya sembari menganggukkan kepala kemudian mengelus puncak kepala istrinya.


Entah mengapa semakin tua usia kandungan Jenni, tingkahnya semakin manja namun terlihat sangat menggemaskan di mata Alex.


Namun di balik perubahannya, Alex justru semakin jatuh cinta padanya. Alex merasa dibutuhkan, dan itu semakin membuat Alex senang.


Dua rela mengurus istrinya setiap hari hingga seumur hidupnya. Semakin hari Alex semakin merasakan cintanya pada sang istri semakin besar.


Keinginan untuk membahagiakan istrinya adalah yang utama. Tidak ada keinginan selain kebahagiaan dan keamanan istrinya.


Meski harus bertaruh nyawa sekalipun, Alex bersedia berkorban demi istrinya.


"Gimana rasanya?" Tanya Alex saat menyuapi istrinya di suapan pertama.


"Enak banget sayang...aku suka." Katanya tersenyum ceria.


Seketika Alex mengembangkan senyum melihat rona bahagia di wajah sang istri.


"Hm ... ini enak sekali." Jenni kembali mengunyah makanannya di suapan kedua.


"Kamu ikut makan, ya. Biar kuat ngurus aku." Jenni menyodorkan satu sendok makanan ke mulut sang suami.


Dengan sigap Alex memakannya, namun baru saja ingin mengunyah ia membulatkan mata.


"Kenapa sayang..?" Jenni panik melihat ekspresi suaminya.

__ADS_1


Apalagi saat melihat suaminya berlari ke arah wastafel.


"Huek ... huek ..." Alex muntah-muntah di sana.


"Sayang...!" Jenni ikut berlari mengejar suaminya. Namun gerakan tangan suaminya membuatnya berhenti dan memelankan langkah kakinya.


Ya, Alex menyuruhnya jangan berlari. Namun karena mulutnya sibuk mengeluarkan sisa makanan, alhasil hanya menggunakan isyarat.


"Sayang ... Kamu kenapa? Apa perutmu sakit? Atau jangan-jangan kamu masuk angin, ya? Kalau gitu aku bantu kerokin, ya?" Tanya Jenni tidak sabaran.


Setelah mengatur nafasnya sejenak, Alex memandang wajah istrinya dengan tatapan sulit diartikan.


"Apa kamu tahan memakan masakan ku?" Tanya Alex menatap dalam sang istri.


Ditatap seperti itu, Jenni hanya mengerutkan dahi. "Memangnya kenapa? Ya jelas aku tahanlah. Makanan mu itu yang paling enak diantara semua masakan yang lain." Kata Jenni tersenyum bangga menatap kagum suaminya.


"Kamu tidak sedang membual kan?" Tanya Alex memastikan.


Jenni hanya menggelengkan kepala sembari tertawa. "Kamu ini kenapa sih? Ya jelas aku nggak membual. Bukankah kamu sendiri sudah mencicipi hasil masakan mu yang terbukti sangat enak. Lalu kenapa kamu bertanya aku membual atau tidak?" Tanya jenni penasaran.


Semua yang dikatakan Jenni memanglah benar. Masakan Alex terasa sangat enak di lidahnya, dan tidak sedang membual.


Karena Jenni merasa masakan Alex tidak ada duanya. Paling enak diantara para chef terkenal di dunia.


"Tapi masakan ku tidak enak, sayang." Kata Alex frustasi.


Dia tidak tahu lagi harus menjelaskan apalagi pada istrinya.


Masakannya sangat tidak enak, tapi entah mengapa istrinya ini menyebut masakan nya tidak ada duanya.


Ya, memang tidak ada duanya dalam hal rasa. Karena semua orang tidak mungkin membuat jus mangga rasa garam.


Pernah Alex membuatkan jus mangga untuk istrinya, namun saat memasukan gula ia malah mengambil garam. Tapi istrinya tetap meminum hingga tandas. Bahkan mengatakan jusnya sangat enak dan meminta dibuatkan lagi.


Dan sekarang, lagi lagi Alex memasak keasinan. Tapi istrinya tetap memakan dengan lahap.


Entahlah, kenapa seiring waktu kehamilan istrinya, tingkah lakunya semakin tidak beres.


Dan Alex hanya mampu membatin, karena tidak mungkin mengungkapkan pada istrinya jika tidak ingin jatah malamnya berhenti.


...💙💙💙...


...TBC...


See you next chapter 👋🙂

__ADS_1


__ADS_2