Dosenku Sang Casanova

Dosenku Sang Casanova
Pulang


__ADS_3

Sudah lima hari Jenni di rawat di rumah sakit, keadaan nya pun mulai membaik.


Dokter sudah memperbolehkan pulang, dengan catatan ia tak boleh terlalu banyak pikiran yang akan memicu terjadinya stres agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.


Wanita paruh baya yang berstatus sebagai mertua Jenni itu sedang membereskan semua barang yang ada di ruangan rawat Jenni, sedangkan Alex sedang dalam perjalanan untuk menjemput istri nya pulang dengan penuh semangat berharap istri nya akan berhenti merajuk.


Sejauh ini hubungan Alex dan jenni masih stuck belum ada perkembangan, sikap Jenni masih saja mengacuhkan Alex membuat nya benar-benar kehabisan akal untuk membujuk istri nya agar tidak marah lagi.


Kedengaran nya memang masalah sepele, tapi bagi Jenni sikap Alex yang membela wanita lain di depan nya benar-benar membuat wanita hamil itu merasakan sakit hati yang teramat mengingat status wanita yang di bela nya adalah mantan kekasih suami nya.


Berbagai cara Alex lakukan untuk meluluhkan hati batu istri nya, namun tak sedikit pun membuat istri nya mengubah sikap nya untuk tidak mendiami sang suami.


Ya, selama lima hari ini Jenni lebih banyak memilih diam, hanya berbicara jika memang benar-benar perlu. Dan itu berhasil membuat Alex semakin merasa kewalahan dengan sikap diam nya Jenni.


Setiap hari Alex selalu mengirimkan bunga pada Jenni melalui kurir saat ia berada di kantor, tapi tak sedikitpun Jenni melirik nya.


Tiap satu jam sekali Alex menelpon istri nya, hanya sekedar menanyakan aktivitas sang istri, apakah sudah ada perkembangan kesehatan Jenni beserta calon anak nya, atau sekedar menanyakan keinginan sang istri, apakah mengidam sesuatu atau tidak. itu saja!


Tapi seringkali pula Jenni mengabaikan panggilan itu, atau terkadang pula sengaja mematikan ponsel seharian.


Ia terlalu muak dengan sikap Alex yang dirasa berlebihan dan sangat membuat nya kesal hingga wanita itu dengan sengaja mematikan ponsel seharian supaya terhindar berkomunikasi dengan suami nya.


Alhasil, Alex menelpon ibu tercinta nya yang selama ini setia menemani serta merawat Jenni saat Alex ke kantor maupun ada jadwal mengajar di kampus.


Saat pulang kerja, Alex langsung menuju rumah sakit menemani Jenni untuk menggantikan ibu nya di sana. Alex benar-benar merawat Jenni layak nya seorang suami siaga yang selalu memenuhi semua kebutuhan sang istri.


Saat mandi pun Alex dengan sigap membantu istri nya, karena dokter belum mengizinkan Jenni mandi di bawah guyuran air jadi Alex hanya membersihkan badan Jenni menggunakan air hangat dan waslap.


Bagi laki-laki seperti Alex, tentu saja ia merasa sangat tersiksa saat melihat tubuh polos istri nya yang hanya bisa di pandang tanpa bisa di nikmati.

__ADS_1


Tidak diragukan lagi bahwa otak Alex memang benar-benar me sum, hingga langsung bekerja dengan cepat saat melihat tubuh polos istri nya, apalagi ia juga memegang seluruh bagian tubuh itu namun terhalang oleh kain waslap yang membuat tidak leluasa untuk meraba-raba.


Sepertinya di cuci menggunakan detergen merk r🏃‍♀️nso pun belum bisa mengatasi noda-noda membandel dalam otak kotor Alex.


Hanya melihat dan memegang bagian tubuh istri nya yang polos saja sudah membuat senjata tempur nya membengkak menjadi lebih besar dari ukuran normal hingga celana yang di gunakan menjadi sempit serasa kejepit.


Tapi semua itu rupanya belum membuat Jenni puas menyiksa suami nya, karena lagi-lagi Jenni mengacuhkan keberadaan Alex.


Jenni tidak pernah menanggapi sang suami yang berusaha terus mengajak nya bicara dan perhatian kecil yang di lakukan Alex ternyata tidak berhasil membuat Jenni luluh.


Wanita itu masih enggan berbicara dengan Alex, laki-laki yang di anggap nya memberikan kedamaian, laki-laki yang dianggap mampu melindungi diri nya dari segala macam rasa sakit yang akan menghampiri, serta laki-laki yang ia percayai sepenuh jiwa dan raga namun dengan tega harapan itu ia hempaskan begitu saja saat Alex membela mantan kekasih daripada dirinya.


Sangat miris memang! Alex sungguh laki-laki bodoh yang dengan mudah nya percaya pada wanita yang jelas-jelas dulu pernah menorehkan luka terhadap nya.


Tak habis pikir seorang Dosen sekaligus CEO perusahaan besar bisa tertipu oleh wanita lemah ber penyakitan seperti Bella.


Bodoh memang! tapi ya ... mau bagaimana lagi?


Terdengar suara pintu yang baru saja di buka kemudian ditutup kembali membuat Jenni yang sedang melamun itu sedikit tersentak.


"Sayang, hari ini kamu sudah boleh pulang." Kata Alex begitu antusias.


Ia berjalan mendekati istri nya dengan langkah pasti namun di sambut istri nya dengan wajah masam seperti biasa.


Meski hati nya merasa sedikit sakit saat tidak mendapatkan respon dari istri nya, tapi Alex masih sabar dan tersenyum melihat Jenni bagaimana pun ia sadar diri kalau perubahan sang istri juga akibat kesalahan diri nya.


"Apa masih ada yang sakit? atau membutuhkan sesuatu?" Tanya Alex lagi.


Dan kali ini seperti dugaan nya, perkataan Alex hanya di anggap angin lalu, tidak di tanggapi sedikit pun oleh Jenni.

__ADS_1


Sepertinya Alex benar-benar harus menyediakan stok kesabaran yang banyak, jika di supermarket ada yang menjual sudah di pastikan ia akan membeli banyak kesabaran.


"Ayo sayang, kita turun. Sini aku gendong." Baru saja Alex menyentuh lengan Jenni tapi langsung di tepis oleh nya. "Aku bisa sendiri." Sentak Jenni seraya menepis tangan Alex.


Penolakan Jenni saat ini benar-benar membuat Alex merasa sakit hati, meski ia bukan perempuan tapi tetap saja ia memiliki rasa yang bisa kapan saja merasa kecewa.


Dan kali ini Alex sungguh merasa kecewa dengan perubahan Jenni, tapi walau bagaimana pun ia juga harus ingat kalau istri nya sedang mengandung dan mood nya sering berubah-ubah.


Jadi ia hanya harus bersabar dan terus bersabar, anggap saja ini adalah karma karena telah menyakiti sang istri yang begitu sempurna.


"Sayang, jangan keras kepala. Ini demi kebaikan kalian berdua, sini aku gendong." Kata Alex sembari menatap istri nya dengan wajah memelas.


Seketika Alex mengembangkan senyum saat melihat Jenni tidak memberikan respon apapun yang artinya wanita itu tidak menolak nya.


Dengan sigap Alex menggendong istri nya kemudian membawa nya keluar, Alex memang sengaja tidak membawa kursi roda karena ingin bisa memeluk tubuh istri nya yang sudah beberapa hari ini tidak bisa ia jangkau.


Hanya seperti ini saja sangat membuat nya bahagia, berharap istri nya lama-kelamaan akan luluh dan bisa memanfaatkan kembali sehingga bisa bermesraan seperti biasa.


Ia baru menyadari kalau hidup nya sangat hampa tanpa adanya perhatian sang istri.


Ternyata Jenni benar-benar membawa perubahan besar bagi diri nya, adanya Jenni membuat hidup nya lebih berwarna.


Dalam hati Alex berjanji tidak akan lagi membuat istri nya bersedih, apalagi sampai menjadi penyebab istri nya bersedih. Sungguh Alex tidak akan mengulangi lagi, ia benar-benar tidak bisa hidup tanpa wanita yang sudah berhasil memiliki sepenuh hati nya.


Jangan lupa Like, **komen dan hadiah nya ...,


Terimakasih**


...❤️❤️❤️...

__ADS_1


...**TBC...


See youuuu👋**


__ADS_2