
" Ka..kamu bilang..kamu hiks mencintai ku bukan?? hiks maka bangun lah Alex! hiks a..aku juga mencintai kamu hiks..hiks bukan kah kamu hiks ingin mendengar itu hiks..maka cepat lah bangun hiks hiks " Jenni benar benar takut Alex pergi meninggalkan diri nya untuk selama nya dia terus berbicara kepada Alex sambil memukul dada Alex.
Rasa nya begitu sakit, saat melihat orang yang telah mengisi hati nya beberapa hari ini tengah berjuang menahan kesakitan karena menyelamatkan diri nya.
Dia sungguh menyesal mengatakan dia benci Alex, apalagi saat mengingat perkataan nya bahwa dia tidak mau di sentuh oleh nya.
Merasa bahwa Alex kotor, manusia pendosa.
Padahal sejatinya tidak ada manusia yang benar benar bersih dari dosa.
Setiap manusia pasti pernah melakukan kesalahan, tidak ada yang bisa menilai manusia hanya dari satu sudut pandang.
Karena apa yang di lihat nya belum tentu itu lah kebenaran nya. Terkadang apa yang di lihat nya ternyata hanya lah ilusi belaka.
Nyata nya penglihatan itu bisa menipu, lidah dapat saja berdusta, pendengaran bisa saja menuli. Tetapi hati tidak bisa ditipu, tidak bisa di bohongi dan tidak bisa berdusta.
__ADS_1
Itulah yang di rasa kan Jenni saat ini, dia sangat menyesal mengatakan dia benci Alex, nyata nya sebalik nya. Dia tidak mau kehilangan Alex. Dia tidak ingin Alex berjuang sendiri menahan luka di sekujur tubuh nya.
Jika saja bisa, Jenni ingin mengganti kan Alex yang merasakan sakit itu.
kenapa kamu menyelamatkan ku? kenapa kamu bodoh sekali? dengan mengorbankan diri mu sendiri hanya untuk menyelamatkan ku huh? kenapa kamu tidak membiarkan ku saja yang terluka? batin Jenni yang terus merutuki diri nya sendiri
Sampai beberapa manusia berseragam putih membelah kerumunan mengangkat tubuh Alex memasukkan ke dalam ambulance.
Dengan segera Jenni menyusul Alex masuk ke dalam ambulance itu sambil menyeka air mata nya yang terus berjatuhan.
"Nona.." panggil Dion
" hiks hiks Dion.. kenapa Alex bodoh hah? hiks kenapa dia menyelamatkan ku hiks? kenapa hah? hiks hiks aku tidak akan pernah hiks bisa memaafkan diri ku sendiri kalau sampai Alex tidak bangun! hiks hiks " tangis Jenni kembali pecah saat melihat Dion yang juga panik tapi mencoba untuk tetap bersikap tenang.
" tenang lah Nona, tuan Alex pasti akan baik baik saja.. sekarang berdoa lah supaya luka tuan Alex tidak parah dan segera sadar" melihat kesedihan Jenni, Dion yang biasa nya irit bicara merasa iba dan mencoba menenangkan Jenni mengusap punggung nya.
__ADS_1
Walau Jenni tetap merasa khawatir, setidak nya yang di katakan Dion memang benar.
Jenni berusaha untuk menghentikan tangis nya walau nyata nya tidak bisa. Dia hanya mengeluarkan air mata tanpa suara sambil memanjatkan doa untuk kesembuhan Alex.
" Tuhan.. kumohon selamat kan dia..jangan ambil nyawa nya. Aku akan melakukan apapun untuk nya asal dia selamat tuhan. Aku mencintai nya.. berikan dia kesembuhan tuhan... berikan dia kesempatan untuk memperbaiki diri..kumohon tuhan!
Aku akan membantu nya menjadi manusia yang baik tuhan! Aku akan membantu nya supaya bisa berubah apapun itu! aku janji itu!" gumam Jenni dalam hati
...----------------...
...TBC...
happy reading ☺️❤️
semoga tidak bosan membaca cerita ku ya 😘
__ADS_1
terimakasih