Dosenku Sang Casanova

Dosenku Sang Casanova
Memaafkan & Menerima


__ADS_3

Brukk


Tubuh Calvin langsung menubruk tubuh mungil Jenni.


"Tante istrinya Daddy ya..? kata Daddy aku punya mommy cantik dan ternyata mommy ku adalah Tante cantik. Padahal Calvin ingin Tante cantik jadi istri Calvin saja huft!" Ucap Calvin yang terlihat lucu saat mengatakan itu.


Mata Alex melotot sempurna saat mendengar ucapan anak nya, sedangkan Jenni hanya diam tak bersuara apapun.


"Tante cantik jangan pergi dari Daddy ya..nanti kalo Tante cantik pergi Daddy sedih seperti kemarin. Terus Daddy tinggalin Calvin buat temuin Tante cantik.." Ucapan Calvin terjeda saat ada tangan yang menarik tubuh Calvin mundur dari dekapan Jenni.


"Calvin kenapa kamu berlari sayang, kalau kamu jatuh bagaimana? ayo sayang kita ke sana.. pesawat nya hampir berangkat." Tutur Bella saat sudah berhasil mengambil alih Calvin.


Bella sengaja tidak ingin berlama lama di antara suami istri yang masih berseteru.


"Tapi mom, aku harus menjelaskan pada Tante cantik biar tidak pergi dari Daddy. Nanti kalo Tante cantik pergi, pasti Daddy sedih dan tinggalin Calvin lagi seperti semalam. Aku tidak ingin berpisah dari Daddy lagi hiks..Calvin ingin terus bersama Daddy seperti teman-teman Calvin hiks.." Mendengar ucapan Calvin yang begitu pilu, kini Jenni mengerti bahwa Calvin memang baru saja bertemu dengan Alex.


Ia menjadi iba saat melihat anak sekecil itu menangis pilu meminta jangan dipisahkan pada Daddy nya.


"Teman-teman Calvin selalu berangkat sekolah diantar Daddy, tapi Calvin tidak pernah merasakan itu mommy..ku mohon jangan bawa pergi Calvin lagi mommy. Biarkan Calvin tinggal sama Daddy dan Tante cantik, boleh ya..." Ucap Calvin memohon pada sang mommy sambil menengadahkan kepalanya untuk menatap manik mata Bella.


Bella pun terlihat gusar, bimbang ingin menjawab bagaimana.


"Apa itu pertanda Calvin tidak menginginkan mommy lagi, sampai Calvin ingin tinggal bersama Daddy?" Tanya Bella dengan sorot mata kecewa.


"Bukan begitu mommy...Calvin sayang mommy. Ah..Calvin mau tinggal bersama mommy, yang penting kita tidak pergi jauh lagi dari Daddy, biar Calvin bisa terus bertemu Daddy mom...boleh ya..." Calvin mengerjapkan mata nya beberapa kali seraya memandangi wajah ibu nya dengan penuh harap.


Bella menghembuskan nafas lemah.


"Baiklah, jika itu kemauan mu sayang. Kita akan pulang ke Indonesia lagi supaya Calvin bisa bertemu Daddy sewaktu waktu." Setelah mengatakan itu, mata Bella beralih pada Jenni yang masih terdiam di tempat.


"Nona Jennifer, maafkan saya atas semua kesalahpahaman ini. Saya dan Alex memang memiliki hubungan, tapi itu dulu. Dan saat ini kami menjalani hidup masing-masing. Walaupun di antara kami ada Calvin yang mengikatnya. Tapi percayalah, tidak ada hubungan di antara kami bahkan Alex baru mengetahui jika dia memiliki anak dari rahim saya Minggu lalu saat saya menemui nya karena Calvin yang meminta."


"Saya sengaja kembali ke Jakarta untuk mempertemukan Calvin pada Alex. Saya pikir Alex berhak mengetahui kalau dia memiliki seorang putra. Saya akan merasa sangat bersalah jika tidak mempertemukan mereka." Jelas Bella panjang lebar hingga akhirnya Jenni pun mengangguk setelah mendengar penjelasan Bella.

__ADS_1


"Tidak apa, itu bukan sepenuhnya kesalahan mu karena itu hanya masa lalu. Saya menghargai keputusan mu untuk mempertemukan Calvin pada Alex. Dan saya mengizinkan Calvin untuk menemui Daddy nya kapan saja."


"Sayang..." Alex langsung bersuara dan menatap wajah cantik itu saat mendengar penuturan Jenni.


Ia rasanya begitu bahagia saat Jenni bisa menerima keadaan ini.


Walau pun di hati nya masih terselip rasa bersalah yang teramat dalam pada sang istri.


"Sayang..kamu bersungguh-sungguh mengatakan itu? kamu mau menerima Calvin sebagai anakmu? kamu tidak marah lagi pada ku sayang?" Tanya Alex memberondong dengan banyak pertanyaan.


Sedangkan Jenni hanya mengangguk dan tersenyum, walaupun sebenarnya hati nya belum sepenuhnya menerima tapi ia harus mencoba ikhlas mendapati kenyataan ini.


Ia harus bisa menerima Calvin yang merupakan bagian dari masa lalu suami nya karena terlanjur janji pada Alex untuk menerima semua keburukan yang di lakukan Alex di masa lalu.


"Aku akan berusaha menjadi ibu yang baik untuk Calvin, aku akan berusaha memaafkan mu dan memahami bahwa ini sudah suratan takdir yang harus ku terima."


Hati Alex begitu tersayat dengan perkataan Jenni yang begitu dewasa.


Tak terasa air mata Alex luruh begitu saja.


"Maafkan aku sayang karena terlalu banyak menyakiti mu. Aku tahu kamu sangat sakit mendapati kenyataan ini. Tapi kamu berusaha tegar untuk menerima Calvin. Kamu wanita paling kuat yang pernah ku temui. Aku sangat beruntung memiliki mu sayang.." Setelah selesai berbicara, Alex langsung menarik tubuh istri nya ke dalam dekapan nya.


Keduanya pun sama sama terisak dalam diam, mengeluarkan semua beban yang menggerogoti hati mereka berupa cairan bening yang keluar dari pelupuk mata.


Sebenarnya tidak hanya Jenni yang tersiksa, tapi Alex pun lebih tersiksa saat melihat Jenni pura pura tersenyum padahal dirinya menderita menerima kenyataan ini.


Jenni merasakan sakit, tapi Alex pun ikut merasakan betapa sakit hatinya menjadi Jenni.


Mungkin rasa bersalah Alex akan terus bersarang hingga seumur hidup nya dan tak akan pernah hilang.


Tak berselang lama, tiba-tiba bunyi pengumuman penerbangan ke Indonesia akan segera berangkat.


"Sayang..jangan pulang dulu ya..kita pulang sama-sama besok." Tutur Alex menggenggam tangan Jenni setelah melepaskan pelukannya.

__ADS_1


Jenni hanya mengangguk kemudian menatap Adrian.


"Ian, maaf aku tidak jadi pulang sekarang. Terimakasih kamu sudah menolongku." Ucap Jenni seraya tersenyum menatap Adrian.


"Jangan tersenyum pada laki-laki lain sayang." Kata Alex sambil menatap horor Adrian.


Sedangkan yang ditatap hanya menggelengkan kepala.


"it's okay..tidak masalah. Aku akan kembali kembali ke apartemen dan pulang ke Jerman besok saja kalau begitu." Jawab Adrian sambil mendekati Jenni kemudian mengelus puncak kepalanya.


"Heh buluk! jangan kurang ajar kamu !!" Alex meradang saat menyaksikan sendiri Adrian mengelus rambut Jenni.


"Sayang..sudahlah jangan seperti itu. Ian tidak ada maksud apapun." Jenni menjelaskan pada Alex karena tidak ingin terjadi keributan di tempat umum.


Alex hanya menghela nafas kasar.


"Ya sudahlah, ayo kita kembali ke resort sayang." Ucap Alex seraya menggenggam tangan Jenni.


"Tapi Calvin..--"


"Biarkan Calvin bersama mommy nya dulu." Alex langsung memotong perkataan Jenni karena takut kehilangan waktu honey moon nya jika ada Calvin.


Jenni hanya mengangguk sebagai jawaban.


Kemudian semua yang ada disana sama-sama kembali ke tempat nya dengan tujuan berbeda.


Jangan lupa tinggalkan jejak...


...❤️❤️❤️...


...**TBC...


See you next chapter 👋😜**

__ADS_1


__ADS_2