
Happy reading 💞
🍁🍁🍁
Brakk
Alex keluar dari dapur setelah menendang kursi yang tadi di duduki nya.
Jenni yang melihat itu, seketika menghentikan tawanya dan langsung mengejar Alex.
"Sayang..jangan marah, maafkan aku." Jenni menghentikan langkah Alex dengan mendekap tubuh nya dari belakang, menyandarkan kepala nya di punggung Alex.
Alex hanya bisa mendesah pelan, sejujurnya ia juga tak ingin marah pada Jenni tapi mau gimana lagi, ia terlanjur kesal karena kekhawatiran nya terhadap Jenni malah di jadikan bahan tertawaan bagi Jenni.
Seakan Jenni tidak menghargai Alex sebagai suami nya. Seharusnya Jenni mengerti bahwa kepanikan Alex adalah sebagai pertanda bahwa Alex sangat menyayangi Jenni dan benar benar memperdulikan keselamatan nya, bukan malah ditertawakan.
Alex masih sangat kecewa pada Jenni yang selalu menganggap remeh terhadap sesuatu. Ia memejamkan mata, sejenak menghembuskan nafas nya untuk menetralkan rasa dongkol yang bergejolak dalam hati nya.
Kemudian Alex membalikkan tubuh nya menghadap ke arah Jenni. Tangan nya menarik pinggang Jenni sehingga mereka saling berdempetan tanpa ada jarak sedikitpun.
__ADS_1
Ia menatap mata Jenni dengan intens
"Sayang..aku mengkhawatirkan mu, tolong jangan kau jadikan rasa kekhawatiran ku ini menjadi bahan lelucon untuk mu, karena aku benar benar sangat takut saat aku tidak menemukan mu dimana pun."
"Aku takut sesuatu yang buruk terjadi pada mu, dan aku tidak bisa marah walau sebenarnya hati ku sangat dongkol saat rasa khawatir ku malah di jadikan bahan tertawaan mu itu yang mungkin kamu akan menganggap ku terlalu lebay tapi itu kenyataan nya, aku sangat panik saat tidak menemukan mu dimana pun. So, jangan ulangi lagi dan jangan membuat ku khawatir lagi, oke!." Alex masih terus menatap manik mata Jenni dengan penuh cinta, tangan nya terulur untuk mengusap pucuk kepala Jenni.
Sungguh ia tak bisa berjauhan dengan Jenni meski dalam keadaan marah sekali pun.
Rasanya ia tak tega jika harus mendiami istri nya, ia tak ingin istri nya merasa sedih.
Maka dari itu, ia mengesampingkan ego nya untuk tidak memarahi Jenni supaya tidak menjadi beban pikiran istrinya.
Dalam hati nya ia sangat menyesal karena telah membuat Alex kesal karena membuat Alex malu dengan menertawakan Alex, ia sadar bahwa kekhawatiran Alex yang dianggap nya lebay merupakan bukti bahwa suami nya itu memang sangat mencintai dirinya.
"Ia sayang.. maafkan aku karena sudah membuat mu marah dan khawatir. Janji deh nggak lagi lagi." Jenni menatap Alex dengan ekspresi lucu seperti anak kecil, membuat Alex sangat gemas melihat tingkah istrinya itu.
"Hm..mana mungkin aku bisa marah dengan istri ku yang sangat menggemaskan ini." Alex tersenyum sambil mengacak-acak rambut Jenni.
"Ish..jangan diberantakin rambut ku." Jenni mencebikan bibir nya, ia menepis tangan Alex yang terus saja mengacak rambut nya, bahkan tangan yang satu nya ia gunakan untuk menoel noel pipi Jenni seperti bayi.
__ADS_1
"Lagian kenapa juga kamu tidak bisa melihat kalo aku masih tidur.. Harus nya tuh kamu cek dulu selimut nya, biar tahu aku udah bangun atau belum." sungut Jenni sambil memanyunkan bibir nya beberapa centi.
"Itu karena kamu memang tidak kelihatan sayang..salah siapa punya badan sekecil ini, jadinya nggak kelihatan kan karena ketilep selimut. Jadi mana mungkin aku tahu kalo kamu masih tidur dengan sekujur tubuh mu yang tidak kelihatan sama sekali." Alex tidak mau kalah dengan sanggahan Jenni.
"Ish..mana ada aku kecil, badan ku tuh ideal dan berisi di bagian tertentu. Kamu aja yang nggak bisa bedain mana selimut kosong dan mana yang ada orang nya."
"Aku lihat sayang..tapi memang kenyataan nya kamu sangat kecil, walaupun memang benar sih kamu berisi di bagian tertentu, dan itu adalah bagian favorit ku apalagi ini." Alex menyeringai lebar kemudian tangan nya meremas dua benda besar di atas perut Jenni.
"Sshh..apasih, jangan mulai deh!." Jenni langsung menepis tangan Alex yang sudah menggerayungi tubuh nya.
Ia tidak ingin mengulangi kegiatan yang baru beberapa jam dilakukan.
...----------------...
...❤️❤️❤️...
...**TBC...
Jangan lupa like, komen, hadiah & vote
__ADS_1
See you next chapter**..