
Alex tengah bersiap untuk menyusul Jenni.
Namun sebelumnya Alex sudah mencari informasi tempat tinggal Jenni saat ini melalui anak buah nya.
Dugaan Alex benar, bahwa Jenni saat ini tinggal bersama Adrian hanya berdua di apartemen nya.
Dan sejak tadi pula, Alex terus mendapatkan panggilan dari Bella namun tak pernah ia angkat karena masih fokus mencari keberadaan jenni saat ini.
Ia melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh supaya bisa sampai ke apartemen Adrian secepatnya.
Alex sudah berada di depan apartemen kemudian berlari menuju lift.
Saat pintu lift terbuka ia berjalan dengan tidak sabaran menuju apartemen Adrian.
Ting..tong..
Ting..tong..
Alex memencet bell berulang kali namun tidak ada jawaban disana.
Ia semakin panik saat pintu itu belum terbuka juga.
Pikiran negatif mulai muncul di benaknya.
"Jangan Jangan si buluk itu melakukan yang tidak tidak pada Jenni." gumam Alex saat tidak mendapati respon dari pemilik nya.
Saat ia memencet bell kesekian kali, ada seorang perempuan setengah baya menghampiri nya.
"Cari pak Adrian ya?" Tanya orang itu menggunakan bahasa di sana.
"Benar Bu, apakah Anda melihatnya?" jawab Alex yang juga memakai bahasa France yang memang sudah lincah dengan bahasa itu.
"Pak Adrian sudah pergi sekitar 15 menit yang lalu bersama seorang wanita Pak..." Sang ibu menjeda ucapan nya.
"Sepertinya mereka akan pergi lama karena membawa koper juga." Jelas orang itu membuat Adrian terkejut bukan main.
"Baiklah bu, terimakasih atas informasinya." Ucap Adrian berusaha menetralkan debaran jantung yang hampir melompat dari tempat nya.
Ibu itu hanya mengangguk kemudian beranjak dari sana.
Alex pun segera berlari menuju lift untuk keluar dari apartemen.
Saat sudah keluar, Alex langsung menuju mobil dan menyalakan mesin kemudian melesat begitu saja.
__ADS_1
"Aarrgghhh.." Alex tiba-tiba berteriak saat melajukan mobilnya dengan gelisah.
Ia sangat takut kalau Jenni akan kabur dari nya begitu saja kemudian dipertemukan kembali setelah sekian lama seperti di novel novel yang sering Alex baca.
"Kumohon sayang..jangan tinggalkan aku, aku tidak sanggup jika kau pergi dari ku." Alex bergumam lirih sambil terus mengemudikan mobilnya.
.
.
Sedangkan disisi lain, Adrian dan Jenni sudah berada di Polinesia bandara Bora Bora untuk melakukan penerbangan ke Jakarta.
Jenni tampak sedikit ragu pulang tanpa pamitan Alex, tapi ia juga masih sangat sakit saat mengingat kenyataan bahwa Alex telah memiliki anak dari wanita lain.
"Apa kau siap?" Tanya Adrian saat mendapati wajah murung Jenni.
Jenni mengangguk menghadap ke arah Adrian.
"Hm..I'm oke.." Walau mata nya terlihat sendu namun ia tetap memaksakan senyum nya.
Adrian menjadi tidak tega melihat nya, ia segera mendekap tubuh ringkih sahabat nya yang sudah ia anggap sebagai adiknya itu.
"Tenang lah..semua akan baik-baik saja, kamu pasti bisa melewati nya. Meski ini tidak mudah, tapi kamu adalah wanita paling tangguh yang pernah ku temui. Tunjukkan pada dunia bahwa kamu bisa bangkit bisa memulai hidup mu yang baru."
Jenni memang sejak kecil memanggil sahabat nya itu dengan sebutan Ian, jadi sekarang pun ia masih menyebut nya seperti itu.
Ia sangat beruntung, disaat ia mengalami keterpurukan tiba-tiba saja dipertemukan dengan sahabat kecil nya yang selama ini selalu melindungi nya.
Dan kali ini ia datang lagi seperti malaikat penolong, yang tiba-tiba hadir saat Jenni terpuruk karena dikhianati suaminya.
"Ssstt.. sudahlah, kamu tidak perlu menangisi manusia ba ji ngan seperti dia. Air mata mu terlalu berharga untuk menangisi nya." Tutur Adrian menenangkan Jenni.
Namun bukanya tenang, Jenni justru menangis semakin kencang.
"Hiks.. hiks..dia jahat Ian..dia jahat hiks..dia berbohong padaku hiks..hiks..aku membenci nya." Jenni meraung-raung dalam dekapan Adrian.
Bahkan dada Adrian menjadi sasaran pukulan tangan Jenni, namun ia tak melarang nya.
Adrian tahu betapa sakitnya rasa dikhianati itu, karena dia pernah mengalami nya.
Maka dari itu, Adrian membiarkan Jenni melepaskan semua rasa sakit di hati nya.
"Menangis lah..aku tahu beban ini sangat sesak di hati mu maka lepaskan lah semua rasa yang ada di hati mu dan keluarkan semua, aku akan mendengar nya."
__ADS_1
"Hiks..Ian..dia hiks..--" Jenni belum selesai mengatakan nya tiba-tiba saja ada yang menariknya dari sana.
"Sayang.. jangan pergi dari sini sendiri. Kita pulang bersama." Alex tiba-tiba muncul dari sana.
"Lepaskan!!" pekik Jenni menghempaskan tangan Alex darinya seraya menatap tajam Alex dengan muka yang masih basah air mata.
"Sayang..kumohon jangan seperti ini, kita bisa bicara baik-baik." Tutur Alex dengan netra sendu memandang wajah istrinya yang berlinang air mata.
Ingin rasanya ia menghapus air mata itu, namun ia tak mampu melakukan nya karena pasti akan dilarang eh pemilik nya.
"Sayang, dengarkan aku. Aku memang memiliki anak dari nya, tapi aku tidak pernah bertemu dengan mereka sungguh. Bahkan aku baru bertemu mereka Minggu lalu."
"Bohong!! aku tidak akan percaya lagi dengan semua ucapan dusta mu!" Pekik Jenni.
"Aku pikir kamu telah berubah dan hanya setia pada ku dengan aku terus melayani semua nafsu over mu.." Jenni menjada ucapan nya sambil tersenyum miris.
"Tapi aku salah, seorang Casanova tidak akan pernah berubah! dia tidak akan puas dengan hanya satu wanita saja!!"
"Maka carilah wanita jallang di luar sana, yang bisa kau pakai kemudian bisa kau tinggalkan!!!" Ucapan Jenni yang begitu menggelar itu sangat menyakiti hingga ke relung hati Alex, namun Alex tetap diam dan menerima semua tuduhan jenni.
"Sayang..kumohon percaya padaku. Aku harus apa supaya kamu percaya padaku?" Alex terlihat frustasi sambil meraih tangan Jenni saat melihat Jenni akan beranjak dari sana.
"Lepaskan!!!" Sentak Jenni lagi kemudian meraih tangan Adrian yang sejak tadi hanya menyaksikan drama pertengkaran sepasang kekasih itu.
"Ayo Ian kita pergi." ucap Jenni setelah berhasil menggandeng tangan Adrian.
"Jenni..!" ucap Alex namun terjeda saat mendengar teriakkan anak kecil yang sangat ia kenali.
"Tante cantik!!" seru anak kecil dari kejauhan sambil berlari mendekat ke arah nya.
Jenni pun menoleh ka arah sumber suara.
"Calvin.." Gumam Jenni lirih.
"Tante cantik..! tunggu Calvin..!" Calvin terus berlari kencang mendekat ke arah nya.
Brukk
Jangan lupa tinggalkan jejak..,
...❤️❤️❤️...
...**TBC...
__ADS_1
See you next chapter 👋😜**