Dosenku Sang Casanova

Dosenku Sang Casanova
Menjambak Rambut Kribo


__ADS_3

Waktu terasa cepat berlalu, detik berjalan berganti menjadi hari, hari-hari terus berlalu berganti bulan. Tak terasa kini usia kandungan Jenni sudah menginjak tujuh bulan.


Setiap pergerakan yang di lakukan Jenni, tak lepas dari pandangan Alex. Alex memang over protektif terhadap istri nya.


Bukan tanpa sebab Alex melakukan itu, pernah beberapa waktu lalu Jenni hampir terpeleset di lantai kamar mandi. Dan itu cukup membuat Alex merasa sangat khawatir karena keselamatan istri dan calon buah hati nya terancam.


Sedangkan Jenni hanya mendengus kesal saat suaminya terus mengamati setiap pergerakan nya selama 24 jam.


Bahkan Alex rela tak berangkat ke kantor selama 2 bulan terakhir ini hanya untuk mengawasi Jenni.


Alex lebih memilih melakukan pekerjaan nya di rumah, dan sesekali melakukan meeting secara virtual. Karena bagaimanapun Alex harus tetap profesional dalam pekerjaan nya.


Ia tidak akan mencampur adukkan pekerjaan dengan hal pribadi. Jika memang fi perlukan pertemuan di luar, maka Alex membawa istri nya untuk ikut bersama nya.


Selama berjam-jam Jenni menunggu suami nya sampai meeting selesai. Terkadang Jenni merasa bosan, dan itu membuat nya kesal pada suami nya.


Namun saat mengingat semua yang di lakukan Alex adalah bentuk cinta dan kasih sayang nya pada nya, maka Jenni pun memaklumi dengan semua perlakuan Alex.


Seperti kali ini, Alex sedang menunggu klien di salah satu cafe terkenal dekat dengan perusahaan nya. Jenni ikut menunggu di bangku lain, namun karena sang klien belum datang, Alex pun menemani istrinya yang sedang menghabiskan makanan nya.


Porsi yang di makan Jenni pun tidak seperti biasa. Mengingat dia sedang berbadan dua, Jenni menambah satu porsi makananya. Sebenarnya memang nafsu makan nya yang bertambah, tapi ia mengatakan pada Alex menambah porsi makan dengan alasan untuk baby yang di kandung nya.


Dan Alex tidak mempermasalahkan selama itu baik bagi kesehatan Jenni dan calon buah hati.


"Eeeuk ... sayang, aku kenyang." Jenni bersendawa sembari memegangi perut nya setelah menghabiskan 2 porsi makanan yang di pesan nya di tambah 2 jus alpukat dan jeruk membuat perut nya benar-benar terisi.


Alex hanya menggelengkan kepala melihat tingkah Jenni berubah 180 derajat dengan sebelum mengandung.


Dulu Jenni selalu menjaga sikap nya walau di depan Alex sekali pun. Tapi sekarang, tak perduli di hadapan nya ada siapa Jenni akan melakukan sesuai kemauan nya sendiri.


Ting


Bunyi lonceng cafe terdengar di telinga Jenni dan Alex. Kedua nya sama-sama menatap ke arah pintu.


"Sayang, aku mau rambut itu." Tunjuk Ana pada seorang pengunjung laki-laki yang baru datang. Laki-laki itu berambut kribo dan Jenni Meu rambut seperti itu?


"Ha??" Alex hanya menatap istri nya cengo.

__ADS_1


Ia tak tahu apa yang sedang istri nya pikirkan saat ini.


"Maksud kamu apa, sayang?" Tanya Alex hati-hati takut membuat ibu hamil yang sangat sensitif ini tersenggol hati nya.


Jenni menunjuk pada orang berambut kribo yang saat ini sudah duduk di salah satu kursi pengunjung. "Aku mau kamu Jambak rambut itu!"


Duarrr


Alex terbengong-bengong menatap tak percaya pada istri nya dengan apa yang baru saja ia dengar, ia tak habis pikir dengan kemauan istri nya ini.


Bagaimana mungkin ia menjambak rambut seorang pelanggan cafe?? Astagaa ... rasanya Alex ingin menghilang saja dari muka bumi ini. Andai saja pintu ajaib Doraemon ada di sini, sudah pasti Alex akan menghilang lebih dulu.


"Sayang ... kamu tidak sungguh-sungguh kan?" Tanya Alex dengan wajah memelas nya.


"Beneran, sayang...! Aku ingin melihat mu menjambak rambut itu sampai rontok." Bahkan gigi Jenni saling bergemelutuk dengan kedua tangan nya yang mengepal kuat memperagakan dia yang menjambak rambut itu.


"Tapi itu tidak mungkin, sayang. Nanti orang nya marah." Bujuk Alex memberi pengertian.


Entah mengapa, semakin hari Jenni semakin meminta yang aneh-aneh.


Pernah kemarin meminta Alex memanjat pohon nangka tapi yang di petik harus buah durian.


"Tapi aku mau nya kamu Jambak rambut itu! Aku gemes melihat nya!" Sungut Jenni, bahkan hidung nya sudah kembang kempis bersiap ingin segera menangis.


"Kenapa tidak kamu saja?" Alex kesal pada istri nya. Yang gemas dia tapi menyuruh Alex yang menjambak, itu sangat tidak wajar menurut nya.


"Pokoknya aku mau nya kamu titik! Kalau kamu nggak mau menjambak rambut kribo itu, aku nggak mau pulang ke rumah! Aku mau ke rumah papi saja!" Jenni sudah sangat marah pada Alex karena tak mau memenuhi permintaan nya.


Air mata nya sudah keluar, wajah nya memerah menahan tangis.


"Ya sudah, aku turuti!" Putus Alex.


Meski hari nya kesal tapi tetap memenuhi keinginan istri nya, demi keutuhan rumah tangga nya.


Akhir-akhir ini memang Jenni sering mengancam akan tinggal di rumah papinya kalau Alex tidak menuruti keinginan nya. Karena sekarang papi dan mami nya sudah kembali ke Indonesia.


Masa kerja nya sudah habis, Papi mami Jenni sudah menyerahkan sepenuhnya tanggung jawab perusahaan pada sepupu nya yang bernama Regan.

__ADS_1


Saat ini Regan tinggal di Singapura untuk mengelola bisnis orang tua Jenni.


Sebenarnya papi Jenni sudah menawarkan Alex untuk mengelola perusahaan di sana, tapi karena Jenni dan Alex tidak menyetujui nya maka ia serahkan pada sepupu nya.


Alex akan kewalahan jika mengelola dua perusahaan sekaligus, apalagi perusahaan mertua nya di Singapura. .


Pasti akan sulit membagi waktu antara mengurus pekerjaan dan istri di rumah. Maka dari itu, papi dan mami Jenni pun memaklumi dengan keputusan Alex yang lebih memprioritaskan keluarga kecilnya.


Apalagi sebentar lagi ia akan segera mendapatkan seorang anak, tentu waktu kebersamaan mereka harus di tambah agar lebih harmonis.


"Permisi, mas." Alex mencoba memberanikan diri menghadap ke laki-laki berbadan besar dan berambut kribo itu. Kulit nya terlihat lebih gelap dari nya. Alex sedikit merinding melihat orang itu.


"Ada apa?"


Belum apa-apa orang itu sudah menatap Alex membuat nya menelan ludah kasar.


"Begini, mas. Istri saya sedang hamil_"


"Lalu apa hubungannya dengan saya?! Anda mau menuduh saya yang menghamili istri Anda?!"


Astagaa ... Alex hanya bisa menggaruk kepala belakang nya yang tidak gatal.


Belum apa-apa orang itu sudah galak sekali pada nya. Lalu bagaimana kalau dia mengatakan keinginan istri nya?


Bisa-bisa wajah tampan menawan rupawan dan dermawan Alex bonyok di tangan orang gendut itu.


"Bukan seperti itu, mas. Istri saya sedang hamil, dan tiba-tiba dia mengidam ingin saya menjambak rambut bagus punya kamu, mas." Kata Alex takut-takut.


"Apa??!"


Aneh-aneh aja kamu Jenni, pasti karena anaknya Ana. Mama Jenni ngidam nya somplak gini.😩😩🤧


Yang belum mampir ke cerita anak Jenni, Kuy kepoin dibawah ini.😩😩



...💙💙💙...

__ADS_1


...TBC...


See you next chapter 👋🙂


__ADS_2