
Pagi hari nya sepasang suami istri itu sedang menata barang barang nya untuk pulang.
Akhirnya setelah menunda kepulangan mereka, kini kedua insan itu melanjutkan perjalanan pulang.
Dua jam lagi mereka harus sampai di Bandara, namun Jenni masih sibuk memasukkan oleh-oleh ke dalam koper.
Alex hanya menggelengkan kepala saat melihat kelakuan istri nya, Jenni hampir memborong semua aneka oleh-oleh yang ada di sana.
Padahal dari awal Alex sudah memperingati Jenni tidak perlu membawa pakaian karena pastinya di sana juga akan membeli nya.
Tapi Jenni tetap ngeyel dan membawa beberapa pakaian.
Alhasil, saat ini mereka membawa banyak barang untuk di bawa pulang.
Setelah semua selesai di masukkan koper, Jenni beranjak dari sana dan berlari ke kamar mandi.
Jenni sangat buru-buru mengingat waktu sudah mepet, sedangkan diri nya belum mandi dan berganti baju.
Alex memasukkan koper ke dalam mobil sembari menunggu Jenni yang sedang mandi.
Tak lama setelah itu, Jenni selesai dari kamar mandi dengan tubuh yang hanya tertutup oleh selembar handuk.
"Sayang tidak usah buru-buru seperti itu, kita tidak akan terlambat. Masih sekitar satu jam lagi." Alex memperingati saat melihat Jenni berlari dari kamar mandi sedangkan keadaan lantai basah karena air yang menetes dari tubuh Jenni.
Alex takut Jenni justru terpleset karena tidak hati-hati.
"Iya sayang..." Jawab Jenni, namun ia tetap berlari hingga ke samping kasur tempat ia meletakkan baju yanga akan di pakai.
Untung saja kali ini Jenni tidak lupa menyiapkan baju yang akan di pakai nya sehingga tidak perlu membongkar baju dari koper.
"Sayang.. tinggal 23 menit lagi." Alex memperingatkan Jenni.
Sebenarnya Alex was was ketinggalan pesawat, namun ia tetap bersikap santai karena tidak ingin Jenni panik.
"Iya.. ini sudah selesai." Ucap Jenni setelah menyisir rambut tanpa di keringkan lebih dulu bahkan air di rambut nya masih menetes di baju nya.
"Kamu tidak mengeringkan rambut dulu sayang?" tanya Alex saat melihat rambut Jenni basah.
"Tidak perlu, nanti kita terlambat sayang." jawab Jenni sambil tergesa-gesa memasukkan peralatan make up ke dalam tas jinjing nya.
"Kalo kamu masuk angin gimana? lihatlah, baju mu sudah basah sayang.."
Alex khawatir Jenni masuk angin saat melihat baju bagian atas nya basah karena rambut nya.
"Nanti juga akan kering sendiri, ayo kita berangkat." Jenni menggandeng tangan Alex dan kedua nya
Alex hanya menuruti ucapan istri nya dan keluar dari resort itu.
Kedua nya masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi belakang.
Sedangkan di kursi pengemudi sudah ada driver yang memang sengaja di utus dari pihak tour agar nantinya mobil itu sekalian di kembalikan pada pihak rental.
__ADS_1
Mobil itu melaju dengan kecepatan tinggi karena sang driver pun tahu jadwal lepas landas pesawat ke Indonesia.
Setelah beberapa menit, akhirnya mereka sudah sampai di Bandara.
Mereka langsung menuju ke tempat check in dengan Alex yang mendorong troli berisi barang barang mereka.
Saat ini kedua nya sudah berada di dalam pesawat.
Alex mengambil fast food yang sengaja ia bawa untuk Jenni karena belum sarapan.
"Sayang..makan dulu." Jenni hanya mengangguk dan menerima suapan Alex yang telah menyodorkan makanan ke depan mulut nya.
Dengan telaten Alex terus menyuapi Jenni.
"Sudah.." Ucap Jenni setelah merasa kenyang.
"Tapi belum habis sayang.." Kata Alex lagi.
"Tapi aku sudah kenyang.." jawab Jenni dengan bibir di manyun kan setengah centi.
Alex hanya menghela nafas kemudian memakan sisa makanan Jenni.
Memang sejak dulu Alex tidak pernah membuang makanan karena ia teringat saat masih kecil sering kekurangan makanan.
Alex ingat betul di saat-saat ia tidak punya uang sepeserpun setelah ia di larang menjual kue milik tetangga karena tidak bisa menyetorkan uang.
Sedangkan di rumah tidak pernah ada makanan semenjak sang ibu pergi dari rumah.
Dan semenjak saat itu lah, Alex sangat menghargai yang namanya makanan.
Ia tidak pernah membuang sebutir nasi pun, karena teringat betapa menderita nya dulu saat ia kelaparan, ia tidak bisa tidur sepanjang malam.
"Sayang..minum nya mana?" tanya Jenni saat merasakan tenggorokan nya kering.
Alex pun mengangguk kemudian menyodorkan air kemasan pada Jenni dengan mulut yang masih di penuhi makanan.
"Terimakasih sayang.." Ucap Jenni tersenyum setelah dirinya merasa kenyang.
"You're welcome baby.." Jawab Alex setelah menghabiskan makanan itu kemudian mengelus rambut Jenni yang mulai mengering.
"Sayang.. tidur lah, tadi malam kita kurang tidur sekarang istirahat lah." Perintah Alex karena semalam mereka menghabiskan waktu bersama, Alex terus mencangkul ladang Jenni hingga pagi dan menyiram benih nya disana. ( Kata ibuk )
Jenni hanya mengangguk karena memang mata nya terasa berat, bahkan ia sudah beberapa kali menguap.
Detik berikutnya Jenni benar benar terlelap dalam dekapan Alex, tangan itu terus mengelus tubuh Jenni agar merasa nyaman.
Alex sangat bersyukur karena Jenni tidak pergi dari nya walau pun rasa kecewa itu tetap menyarang di hati Jenni.
Tapi setidaknya ia akan membujuk sedikit demi sedikit agar bisa meluluhkan hati Jenni kembali.
Alex tahu Jenni bukan lah tipe wanita yang memikirkan masalah hingga berlarut, ia yakin sebentar lagi Jenni akan kembali seperti semula.
__ADS_1
Meski saat ini sikap yang di tunjukkan biasa saja, tapi Alex tahu kalau Jenni sebenar nya masih sangat terluka, dan Alex berjanji akan mengobati luka itu.
Setelah beberapa lama Alex mengelus rambut dan bahu Jenni, akhir nya Alex pun ikut terbawa ke alam bawah sadar nya.
Mereka benar-benar terlelap hingga berjam-jam lama nya.
Kedua insan itu saling memeluk satu sama lain hingga memberikan kehangatan di antara kedua nya.
.
.
Setelah hampir menghabiskan dua puluh jam di pesawat, akhirnya mereka tiba di bandara Internasional Soekarno Hatta.
Kedua nya berjalan beriringan keluar dari sana untuk menuju mobil jemputan nya.
Saat sampai di mobil Alex merasa ingin buang air kecil.
Ia hanya meletakkan koper itu yang sebagian sudah di bawa Dion sang asisten Alex.
"Sayang..aku ke toilet dulu sebentar." Alex memberi tahu Jenni.
"Aku juga ingin ke toilet sayang..kita bareng." Kebetulan sejak tadi Jenni tertidur di pesawat dan belum sempat mencuci muka namun keburu keluar dari sana.
"Ya sudah ayo." Alex menggandeng tangan Jenni.
Mereka berjalan beriringan sesekali di iringi canda tawa.
Alex terus menghadap ke samping melihat senyum Jenni sampai tak menghiraukan ke arah depan.
Brukk
Tiba-tiba badan Alex menubruk seseorang di depan nya.
Alex terhuyung ke depan namun tidak sampai jatuh karena tangan nya di tahan oleh Jenni.
Sedangkan orang itu sudah terpelanting ke lantai karena tubuh nya yang lemah.
Alex pun segera melihat ke arah orang itu.
Degg !
Alex menegang di tempat nya, seketika jantung itu berhenti berdetak saat melihat sosok yang sangat ia rindukan selama ini ada di depan nya.
**Jangan lupa tinggalkan jejak...
...❤️❤️❤️...
...TBC...
See you next chapter 👋😜**
__ADS_1