Dosenku Sang Casanova

Dosenku Sang Casanova
Meminta Maaf


__ADS_3

"Berhenti Jennifer !!!" Bentak Alex keras.


Namun Jenni tak menghiraukan bentakan suaminya, Ia tetap melanjutkan langkah nya seraya menggandeng tangan sang mertua.


Rahang Alex mengeras, mata nya memerah, tangan nya mengepal kuat saat melihat reaksi sang istri masih biasa saja, bahkan tak menoleh ke sumber suara sedetikpun.


"Jenni !!! Aku bilang berhenti !!!" Bentak Alex dengan suara menggelar seperti petir.


Namun, sang pemilik nama itu masih melanjutkan langkah nya tanpa menghiraukan panggilan itu.


Dengan langkah lebar, Alex berjalan kearah Jenni.


Nafas Alex memburu menahan amarah nya.


Detik berikutnya Alex berhasil mencekal tangan Jenni dengan kuat membuat nya merasa sakit akibat cengkraman Alex.


"Lepaskan !!" Pekik Jenni seraya menatap tajam Alex.


"Jangan harap aku akan melepaskan mu !!" Jawab Alex dengan suara berat nya, mata itu masih menatap tajam Jenni seakan ingin menelan nya hidup-hidup.


"kyaaaaa...!!!!" Teriakan Jenni begitu keras saat tiba-tiba Alex mengangkat tubuh nya dan memanggul seperti karung beras.


Orang-orang yang ada di sana saling menatap heran ke arah Alex dan Jenni karena tingkah kedua nya.


"Alex turun kan aku !" Jenni mengeraskan suara sembari meronta dari gendongan Alex.


Alex tak menghiraukan pekikan Jennifer kemudian berjalan setelah berhasil memanggul tubuh Jenni dengan satu tangan nya, dan satu tangan lagi ia gunakan untuk meraih tangan ibu nya.


Mereka berjalan menuju apartemen dengan posisi Alex memanggul Jenni dan menuntun ibu nya.


Setelah berada di depan pintu, Alex melepaskan tautan tangan dari ibu nya kemudian memencet kode apartemen.


Alex masuk terlebih dahulu lalu di susul ibu nya yang masih terlihat bingung dengan sikap Alex yang tiba-tiba membawa nya ke apartemen.


Namun setelah mendapatkan lirikan tajam dari Alex, ibu nya cepat-cepat masuk supaya tidak bertambah marah.


Setelah berada di dalam apartemen, Alex menurunkan tubuh Jenni dengan hati-hati.


"Kamu tidak boleh pergi kemana pun tanpa izin dari ku Jenni. Ingatlah ! bahwa aku ini suami m!!" Apakah pantas seorang istri meninggalkan rumah tanpa izin suaminya ??" Mendengar pertanyaan Alex, Jenni hanya tersenyum sinis menatap nya.


Bagaimana bisa Alex berkata pantas atau tidak ?? sedangkan dirinya masih melakukan kesalahan yang lebih dari itu ?


"Kamu bertanya apakah pantas seorang istri meninggal kan rumah tanpa izin suami ?? Lalu apakabar dengan mu ? Apakah pantas seorang anak membentak ibu nya ?? Apakah pantas seorang anak menyakiti orang yang sudah bersusah payah mengandung dan mempertaruhkan nyawa demi melahirkan seorang anak ??" Tanya Jenni dengan menggebu-gebu.

__ADS_1


Jenni sangat membenci sikap Alex yang ebgitu egois, tidak mau mendengarkan penjelasan ibu nya sedikitpun.


Alex speechless di buat nya, kali ini dia tidak bisa menjawab atau pun menyanggah pertanyaan istri nya.


Alex sadar dirinya sudah keterlaluan memperlakukan ibu nya.


Padahal sang ibu sudah menjelaskan kalau dirinya terpaksa meninggalkan Alex, lalu kenapa Alex masih tak mau mendengarkan penjelasan nya ?


Bahkan Alex tidak bertanya alasan sang ibu meninggalkan dirinya.


Bukan kah setiap manusia tak ada yang sempurna ?


Setiap manusia pasti melakukan kesalahan, entah sedikit atau banyak, di sengaja atau pun tidak manusia pasti pernah melakukan kesalahan.


So jangan pernah men judge orang hanya karena melihat kesalahan nya.


Lihatlah berapa banyak mereka melakukan kebaikan bukan sebaliknya yang justru mengukur kebaikan seseorang dengan melihat seberapa banyak manusia melakukan keburukan, karena penglihatan manusia itu tidak sempurna, bisa jadi apa yang kita lihat belum tentu kebenaran nya.


Penglihatan itu bisa menipu, jadi jangan pernah mengukur kanaikan manusia hanya dari penglihatan saja.


"A..aku--" Alex tampak ragu untuk menjawab sehingga tak meneruskan ucapan nya.


"Apa ?? kamu masih menyalahkan ibu mu lagi ?? Sebegitu benci kah kamu pada ibu mu ?? Apakah sudah tak ada lagi rasa iba pada ibu mu Alex ??" Tanya Jenni yang kemudian diakhiri dengan gelengan kepala.


"Bukan begitu maksud ku sa--" perkataan Alex kembali di potong oleh Jenni.


"Lalu apa maksud mu ?? dengarkan Alex !! Jika kamu tidak ingin meminta maaf pada ibu, maka mulai hari ini kita akan tidur berpisah." Ucap Jenni dengan suara menggebu.


Mata Alex melotot sempurna, bahkan bola matanya hampir terlepas dari tempat nya.


"Sayang.. kenapa bisa begitu ?" Tanya Alex dengan tatapan mengiba.


"Kenapa ? tidak suka ? terserah ! mau suka atau tidak ! yang jelas aku tidak ingin tidur seranjang dengan orang yang durhaka pada ibu nya !" Tegas Jenni.


"Sayang, tapi ak--"


Lagi-lagi perkataan Alex kembali di potong oleh Jenni, ia tak memberi Alex waktu untuk berbicara sedikit pun.


"Aku hanya memberi mu pilihan! Jika kamu mau kita tetap bersama maka minta maaf lah pada ibu. Tapi, itu terserah kamu ! Mau minta maaf atau tidak, karena aku tidak rugi."


"Ayo ibu, kita ke kamar dulu. Kita akan tidur bersama." Ajak Jenni saat tak mendapatkan jawaban dari Alex.


" Tapi nak.." sang ibu terlihat ragu, ia tak ingin rumah tangga anaknya bermasalah hanya karena dirinya, tapi ia pun tak ingin menolak ajakan sang menantu.

__ADS_1


"Sudah ibu, jangan pikirkan apapun. Ini yang terbaik untuk kita." Kata Jenni lirih di dekat telinga mertua nya.


Ibu Alex menghela nafas sejenak.


"Baik lah nak.." sang ibu akhirnya menyetujui permintaan Jenni.


Jenni hanya tersenyum kemudian berjalan beriringan menuju kamar kosong yang tak pernah di pakai.


"Tunggu !!" Ucap Alex sedikit berteriak.


Alex berjalan mendekati Jenni dan ibu nya yang sudah berjalan beberapa langkah dari nya.


"A..aku minta maaf." Ucap Alex lirih seraya menunduk tanpa mau menatap ke arah Jenni dan ibu nya.


"Kamu bicara apa ?" Tanya Jenni yang sebenarnya sudah mendengar ucapan Alex namun pura-pura tak mendengar karena ingin sedikit mengerjai nya.


"Maaf.." Alex mengulangi ucapan nya.


"Memang nya kau salah apa ?" Jenni kembali bertanya membuat Alex menghela nafas berat.


"Ibu, aku minta maaf pada mu atas sikap ku selama ini. Maaf, aku telah menyakiti mu." Ucap Alex setelah meraih kedua tangan sang ibu.


"Tentu nak, ibu sudah memaafkan mu. Bahkan sebelum kau meminta maaf, karena bagaimana pun ibu lah yang bersalah nak. Ibu pantas mendapatkan semua perlakuan buruk dari mu karena telah meninggalkan mu sendiri." Jawab sang ibu menahan tangis.


"Tapi percayalah nak, ibu sangat menyayangi mu. Ibu sangat merindukan mu setiap waktu. Taukah kamu ? ibu diam-diam sering mengikuti mu tanpa sepengetahuan mu setelah kau berkata kamu membenci ibu dan tidak ingin bertemu ibu lagi."


Alex tampak bungkam, ia masih mengingat dengan jelas saat ibu nya sering menemui dirinya saat di luar rumah, tapi Alex selalu menghindar.


Hingga ibu nya tidak lagi menemui dirinya setelah mengatakan Alex membenci nya dan tak ingin melihat wajah ibu nya lagi.


Dan mulai saat itu pula, Alex tak pernah mengetahui ibu nya yang ternyata diam-diam sang ibu sering melihat nya.


Rasa bersalah dalam diri Alex mulai menggerogoti hati nya, ia akui telah salah pada ibu nya.


Mulai saat ini ia akan berusaha berdamai dengan masa lalu dan mencoba menerima takdir ini.


...❤️❤️❤️...


...TBC...



Mampir Kuy novel baru ku. Kali ini author mengambil dr genre Spiritual romans.

__ADS_1


__ADS_2