Dosenku Sang Casanova

Dosenku Sang Casanova
Menerima tawaran?


__ADS_3

"Aaaa sakiiiittt!!!" suara perempuan berteriak kesakitan yang terdengar begitu memilukan.


Deg!!!


Dada Alex bergemuruh hebat saat mendengar pekikan suara istri nya dari alat suara yang dibawa Bella.


Air matanya seketika keluar saat memikirkan istri nya sedang kesakitan disana.


"Jangan sentuh istri ku!!! jangan lakukan apapun padanya!!!" Bentak Alex penuh emosi di sertai ketakutan.


"Alex tolong aku ... selamat kan bayi kita." kata Jenni di seberang sana dengan suara tertahan menahan sakit.


"Hahahaha ...," terdengar suara tawa beberapa laki-laki mendengar perkataan Jenni. "Istri anda sangat cantik tuan, seperti nya sayang kalau di sia-sia kan, bagaimana kalau sebelum menghabisi nya kita pakai bergilir dulu hahahaha ...," Kata salah satu laki-laki yang ada disana.


"Wow, ide yang bagus!!" Kata Bella menyahuti seorang di panggilan video itu dengan senyum kepuasan.


"Jangan coba-coba berani menyentuh istri ku!!! aku tidak akan melepaskan kalian!!!" Teriak Alex seraya merebut ponsel yang di pegang Bella hingga membuat nya terkesiap.


"Jangan dibanting lagi Alex! jika sampai kau melempar ponsel nya lagi itu berarti kau memilih nyawa istri mu hilang saat ini juga!" ancam Bella setelah ponsel itu sudah berada di tangan Alex.


Bella memang sengaja membawa dua ponsel karena khawatir ponsel nya akan di banting saat menunjukkan video itu dan ternyata dugaan nya benar, salah satu ponsel nya sudah hancur akibat kemarahan Alex.


"Berapa kalian dibayar wanita itu??? aku akan membayar nya 50 kali lipat tapi selamatkan istri ku!!" Kata Alex saat melihat wajah dari salah satu orang yang menyekap istri nya.


"Mereka itu setia pada ku Alex, kau tidak akan bisa membujuk nya!" Sahut Bella yang berada di samping Alex sembari tersenyum mengejek.

__ADS_1


"Benar tuan, lagian anda tidak akan mungkin bisa membayar seperti yang diberikan nona Bella." Sahut orang satu nya lagi sembari tersenyum messum melihat Bella.


Alex tentu tahu maksud perkataan laki-laki itu, "Apa maksud kalian?" Tanya Alex pada laki-laki diseberang sana.


"Apakah kau membayar mereka dengan tubuh mu??" Tanya Alex seraya menatap jijik tubuh Bella dari atas sampai bawah.


"Tidak!! mana mungkin aku melakukan nya!!" Sahut Bella cepat.


Alex seperti ingin menanggapi jawaban Bella namun ia urungkan saat melihat layar berganti menjadi tubuh istri nya yang duduk di kursi kayu dengan seluruh tubuh nya diikat menggunakan rantai.


Terlihat ada bekas tamparan di pipi nya dan darah yang sudah mengering di sudut bibir.


Mata nya tertutup membuat Alex bertambah panik melihat nya. "Sayang, aku akan segera menyelamatkan mu. Bertahan lah sebentar untuk ku." Kata Alex bergetar menahan tangis namun tak mendapat sahutan dari istri nya.


"Lihat lah istri mu Alex, dia sangat menyedihkan. Sekarang pilihan nya ada pada mu, ingin melihat istri dan calon anak mu tidak bernyawa atau ...,"


"Kau mau melayani ku saat ini juga dan kita berbagi keringat bersama." bisik Bella sembari berjinjit kemudian menghembuskan nafas nya di tengkuk Alex.


"Katakan," Kata seorang laki-laki ber aura menyeramkan duduk di kemudi mobil sembari menempelkan benda pipih itu ke telinga nya.


"Baiklah, cepat selamat kan dia. Jika sampai terjadi sesuatu pada nona Jenni dan juga bayi nya maka aku tidak akan segan-segan menghabisi kalian!!" Ancam Dion pada orang di seberang sana.


Setelah memutari seluruh kawasan kota, bahkan meminta orang untuk ikut membantu mencari Jenni melalui CCTV akhirnya tahu kalau Jenni pergi ke taman setelah keluar dari perumahan.


Namun tiba-tiba saja ada beberapa orang berpakaian hitam lengkap dengan penutup kepala membius Jenni kemudian membawa nya ke mobil.

__ADS_1


Beruntung plat mobil itu bisa dilihat jelas sehingga memudahkan Dion untuk melacak nya.


Sampai saat ini Dion belum mengetahui siapa dalang dari penculikan Jenni, karena yang lebih penting adalah keselamatan nya.


Setelah Jenni berhasil diselamatkan maka baru akan mencari motif di balik penculikan itu.


Setelah mengakhiri panggilan itu, Dion bergegas tancap gas menuju lokasi tempat penyekapan Jenni. Ia melajukan mobil nya dengan kecepatan penuh agar segera sampai di lokasi.


Tak membutuhkan waktu lama Dion tiba di sebuah gedung tua yang diyakini Dion itu adalah gedung bekas pabrik.


Dion melangkah keluar dari mobil setelah mengambil senjata api dan memasukkan nya ke dalam saku celana.


Tanpa menunggu waktu lama Dion akhirnya masuk ke dalam sana, ia berjalan melihat-lihat satu persatu ruangan.


Ada yang mau disampaikan ke author gak nih?


Ke Alex?


Ke Jenni?


Ke Bella?


Ke Dion?


See youuu😘😘**

__ADS_1


__ADS_2