
Mau tidak mau Alex mengangkat tubuh Bella yang sudah terjatuh ke lantai.
Dengan segera ia membawa Bella keluar dari kantin kemudian bergegas menuju ruang pemeriksaan, sebelum sampai di sana beberapa perawat sudah mendorong brangkar menuju ke arah nya.
Akhirnya ia bernafas lega setelah membaringkan tubuh Bella di sana, kini ia akan kembali ke ruangan istri nya sembari menunggu Bella di periksa.
Alex berjalan menuju ruangan di mana istri nya berada dengan penuh semangat.
Cklek
Alex membuka pintu ruangan dengan hati-hati takut mengganggu istirahat istri nya di dalam.
Namun saat memasuki ruangan, ternyata istri nya belum beristirahat bahkan masih dalam posisi duduk seperti semula.
"Sayang, Kenapa tidak istirahat hm?" Tanya Alex lembut sembari melangkahkan kaki nya mendekat ke arah sang istri.
"Aku belum ingin istirahat." Jawab Jenni cuek.
Alex hanya mampu menghela nafas kasar mendapati respon istri nya masih saja acuh terhadap nya, dan itu berarti sang istri itu memang benar-benar belum memaafkan diri nya.
"Makan dulu ya ... dari pagi kamu belum sarapan sayang." Alex meraih bubur yang berada di atas nakas pemberian rumah sakit.
"Aku bisa sendiri!" Kata Jenni saat Alex menyodorkan sendok berisi bubur ke depan mulut nya.
Dengan sigap kepala Jenni langsung menghindar ke arah samping hingga Alex tak bisa memasukkan ke dalam mulut nya.
Alex yang mulai geram dengan tingkah Jenni langsung melahap bubur yang ada di sendok itu tanpa menelan nya.
Dengan segera Alex langsung menahan tengkuk Jenni supaya menghadap ke arah nya dan mulai melancarkan aksi nya dengan menempelkan bibir nya pada bibir Jenni hingga bubur yang tadi nya berada di mulut sang suami kini berpindah ke mulut Jenni bahkan tanpa sadar Jenni menelan habis bubur di mulut suami nya itu.
Saat Jenni ingin menyudahi kegiatan nya itu Alex masih menahan tengkuk istri nya sehingga mau tidak mau ia menikmati benda kenyal milik sang suami yang terus mengeksplor ke seluruh rongga mulut nya, ciuman itu semakin lama semakin menuntut, baik Jenni maupun Alex sama-sama terhanyut dalam permainan lidah itu.
Tangan Alex yang tadi nya menahan tengkuk Jenni kini berpindah kebawah mengelus punggung Jenni ke atas dan kebawah dengan satu tangan nya lagi sudah berada di salah satu bukit kembar milik istri nya.
"Eummhh ...," lenguh Jenni tertahan saat merasakan sensasi aneh ketika Alex me re mas kuat bukit kembar nya, sesekali memainkan pucuk nya hingga membuat nya menggelinjang tak karuan.
__ADS_1
Tiba-tiba hawa di sana berubah menjadi panas, ciuman yang tadi nya begitu lembut kini semakin menuntut, kedua nya mulai di selimuti kabut gai rah.
Alex merebahkan tubuh Jenni dengan lembut tanpa melepaskan ciuman nya.
Saat Jenni mulai kehabisan nafas akhirnya Alex menyudahi kegiatan itu, Alex menyeka sudut bibir Jenni yang membengkak akibat ulah nya.
Alex menempelkan kening nya pada kening Jenni, kedua nya saling menatap satu sama lain sembari mengatur nafas yang masih belum beraturan.
"Ayo habiskan dulu bubur nya." Alex berkata dengan suara serak nya.
Sangat terlihat kalau ia sedang menahan sesuatu yang mulai sesak di bawah sana dengan wajah nya yang berubah memerah.
Tapi saat ini ia harus lebih mengutamakan Jenni dan calon bayi nya.
Jenni yang mengetahui Alex sedang berusaha menahan has rat sedikit merasa kasihan, apalagi ia sangat paham kalau Alex memang mudah sekali terbakar gai rah.
"Ayo buka mulut mu." Alex kembali menyodorkan bubur itu ke depan mulut Jenni.
Jenni hanya menurut memakan bubur itu tanpa berkata, tapi sorot mata nya terus menatap wajah merah Alex yang terlihat gusar, ia tahu saat ini Alex merasa tersiksa karena has rat nya tidak tersalurkan.
"Minum nya sayang ...," Alex menyodorkan air putih yang langsung di sambut oleh Jenni.
Gelas itu di sodorkan kembali pada Alex setelah meneguk hingga setengah.
"Sekarang kamu istirahat, aku ke kamar mandi sebentar." Kata Alex lembut sembari membaringkan tubuh Jenni.
Wajah nya masih saja memerah karena menahan sesuatu di bawah sana yang terus menegang.
Saat Alex berbalik dan ingin melangkahkan kaki, tangan nya lebih dulu di cekal oleh Jenni.
"Mau ngapain?" Tanya Jenni sembari menatap wajah gusar Alex.
"Eum ... i..tu mau anu," Alex menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal, mendadak gagap saat ditanya Jenni karena tidak mungkin ia menjawab jujur ingin bermain solo.
"Apa?" tanya Jenni lagi.
__ADS_1
"Sayang ... kamu tadi membangunkan ini." Kata Alex sembari mengarahkan jari-jemari menggenggam milik nya.
Seketika mata Jenni melotot tajam bahkan hampir keluar dari tempat nya.
"Alex!!!" Jenni menjerit seraya melepaskan tangan nya yang berada di sana.
"Ahahaha ...," Alex justru tertawa terbahak-bahak saat melihat wajah kaget istri nya, bahkan kini wajah Jenni nya memerah karena malu.
"Dasar me sum!!" Sungut Jenni sembari memalingkan wajah nya ke arah lain.
Ia tak ingin Alex mengetahui kalau saat ini pipi nya memanas bahkan kulit nya sudah memerah seperti kepiting rebus, tapi sia-sia saja karena Alex sudah lebih dulu tahu.
"Tapi kamu suka kan?" Goda Alex seraya menaik-turunkan alis nya.
"Issh ... apaan sih," Jenni memukul bahu suami nya.
"Sudah sana keluar, kata nya mau ke kamar mandi." Usir jenni karena mulai tidak nyaman saat Alex menggoda nya.
"Eum, seperti nya aku tidak jadi ke kamar mandi. Lebih baik di sini saja, biar istri ku yang cantik ini membantu menidurkan nya. Lagian, ini juga karena kamu yang sudah membangunkan nya." Kata Alex dengan suara serak nya, bahkan wajah nya kini sudah mengendus ke leher jenjang Jenni.
"Alex ... hentikan, ini di rumah sakit." Jenni mencoba mendorong Alex untuk tidak melanjutkan aksi nya.
Tapi ia tidak mengindahkan perkataan sang istri, bahkan tangan nya sudah berhasil membuka kancing baju rumah sakit itu hingga terpampang dua buah pir jumbo kesukaan Alex yang masih terbungkus oleh kain.
Padahal niatnya hanya ingin menjahili istri nya, tapi lama kelamaan Alex justru tambah tersiksa dan tidak tahan ingin segera menuntaskan nya.
Alex berjalan ke arah pintu dan menguncinya kemudian berjalan mendekat ke arah Jenni dan naik ke atas brangkar.
"Maaf sayang, aku sudah tidak tahan." Kata Alex dengan serak nya, belum sempat Jenni menjawab, bibir itu sudah di bungkam oleh bibir suami nya, Jenni yang semula kaget kini hanya bisa pasrah dan lama kelamaan ikut membalas ciuman Alex.
...❤️❤️❤️...
...**TBC...
See you next chapter 👋**
__ADS_1