
Happy reading βΊοΈ
πππ
Setelah beberapa menit, akhirnya Alex kembali ke apartemen.
Ia begitu bersemangat untuk menceritakan berita bahagia ini kepada istrinya, walaupun sebenarnya Jenni sudah tahu apa yang akan terjadi dalam konferensi pers ini, tapi Alex begitu bersemangat untuk memberi tahu kan pada nya.
Jangan lupakan wajah nya itu yang terus tersenyum sejak perjalanan tadi dari hotel.
Rasanya ia begitu lega dengan permasalahan nya yang sudah bisa diselesaikan kali ini.
Alex sudah berada di depan apartemen, dengan segera ia memencet kode pintu apartemen nya kemudian langsung bergegas masuk dengan tidak sabaran.
"Sayaangg...aku pulaaang.." Suara Alex begitu menggema di seluruh ruangan apartemen karena apartemen nya memang sepi di tambah Alex bersuara dengan keras seperti sedang berteriak saja.
Alex mengedarkan pandangan nya ke seluruh ruangan, tidak ada sahutan dari istri tercintanya itu.
Kemudian Alex berjalan menuju dapur, ia pikir Jenni sedang sarapan karena mungkin Jenni baru saja bangun tidur.
"Sayang.. kamu di dapur??" Alex berteriak lagi mancari Jenni, dilihatnya dapur masih rapi seperti tadi, Jenni tidak ada disini.
"Sayaang..kamu dimana..???" Suara Alex benar benar menggema di seluruh ruangan, karena Alex juga panik takut istri nya itu melarikan diri karena kebuasan Alex dalam menerkam istri nya itu sampai tidak bisa berjalan batin Alex ckckck!.
Kemudian Alex berbalik, berjalan menuju kamar mereka.
__ADS_1
Saat membuka pintu, Alex mengedarkan pandangan nya ke seluruh ruangan itu.
Tidak siapapun!
"Sayaang..kamu sembunyi dimana..??? jangan buat mas takut dong..??" Alex mulai panik karena tidak menemukan Jenni dimana pun, bahkan kamar nya masih berantakan dengan selimut tebal yang masih menggulung di atas kasur dan baju masih berserakan di lantai.
Alex kemudian berjalan kearah lemari, ternyata baju Jenni masih utuh seperti sedia kala.
Alex kemudian berinisiatif untuk menelpon nya, tapi alangkah terkejutnya saat melihat ponsel nya pun masih ada di rumah.
Alex segera menuju ke kamar mandi, ia ingin memeriksa di sana siapa tahu Jenni ketiduran di bathtub atau jangan-jangan Jenni tenggelam di bathtub seperti di novel novel itu?? pikiran Alex mulai tidak menentu karena sejak masuk kamar ia tidak mendengar kan gemericik air di sana.
Alex segera berlari untuk mengecek di kamar mandi.
Dengan nafas memburu, Alex membuka pintu kamar mandi itu dengan keras.
"Sayaang..kamu jangan bunuh diri dulu ya..?? kita baru aja nikah, baru aja ngerasain enak enak sebentar sayang.. bahkan kita belum mencoba semua gaya bercinta kita!!" Belum juga melihat Jenni di sana Alex sudah melontarkan kata-kata begitu menjengkelkan jika Jenni mendengar nya.
Tidak tahu entah mengapa otak waras Alex yang tadi baru saja ia gunakan untuk menghadapi konferensi pers mendadak hilang dan berubah gesrek.
Walau sebenarnya Alex berbicara konyol itu hanya untuk mengurangi kepanikan nya.
"Say..." Alex tidak melanjutkan kata-katanya saat mendekati bathtub tidak ada Jenni di sana.
Bahkan lantai kamar mandi terlihat kering dan tidak terlihat bekas habis di pakai.
__ADS_1
Pikiran Alex mulai tidak tenang, ia menduga-duga kalau ayah nya lah yang telah menculik Jenni.
Atau mungkin saja Jenni kabur karena Alex yang begitu buas??
Rasa nya tubuh Alex sangat lemas saat mengetahui Jenni tidak ada di ruangan mana pun.
Saat ini kaki nya sudah benar-benar tidak bisa menopang tubuh itu lagi, seketika tubuh Alex merosot ke lantai.
Sudut mata nya yang tadi hanya berair akhirnya tidak bisa ia bendung lagi.
Alex menangis karena Jenni tidak ada dimana pun, ia membayangkan Jenni pergi meninggalkan dirinya "Sayang..kamu dimana..?" Suara Alex tertahan dengan tangisan nya.
Kini ia hanya bisa meratapi hidup nya yang penuh kepiluan jika Jenni benar benar tidak berada di samping nya lagi.
othor: lebay banget sih bang?π
Alex : Othor nya aja yang lebay Mak!
...----------------...
...β€οΈβ€οΈβ€οΈ...
...TBC...
See you next chapter π
__ADS_1