
Kedua tangan Alex masih di genggam erat oleh Adrian sehingga tak bisa untuk mengejar Jenni ke dalam.
Setelah beberapa saat, Jenni keluar dari kamar hanya mengambil dompet tanpa membawa pakaian dan kotak kecil entah apa isinya hanya Jenni yang tahu.
Jenni melihat dua manusia yang sedang melakukan perdebatan sengit.
"Lepaskan!!" Alex terus memberontak meminta dilepaskan namun Adrian tetap bisa menahannya dengan kuat.
"Coba saja kalau kau bisa." Ucap Adrian santai sambil tersenyum mengejek tapi tak bisa dilihat oleh Alex karena posisi nya dibelakang Alex.
"Aku bilang lepaskan, bedebah!!" Alex seperti orang kesetanan dalam memberontak, tapi sekuat tenaga Adrian menahan Alex supaya tidak terlepas.
Tiba-tiba Alex menendang tulang kering Adrian, membuatnya memekik kesakitan namun tak urung ia melepaskan tangan Alex sehingga kedua nya limbung dengan posisi Adrian berada di bawah Alex.
Brukk
Keduanya terjatuh ke lantai dengan posisi Alex berada di atas Adrian.
"Bangun brengsek! kenapa kamu menindih ku!!" Seru Adrian.
"Apa kamu bilang?? kamu nggak sadar, siapa yang narik aku sampai terjerembap di atas tubuh buluk mu !!" Pekik Alex tak kalah lantang dengan posisi masih berada di atasnya.
__ADS_1
Dan disaat itu pula, Adrian tersadar kemudian melepaskan tangan Alex sambil bergidik saat melihat posisi mereka.
Kedua nya bangkit dari lantai, dan di saat itu pula mereka melihat Jenni yang sedang menatap tajam kearah keduanya.
"Sayang..dia men--..." Perkataan Alex terhenti saat melihat Jenni keluar dari resort.
"Sayang..kamu mau kemana? jangan tinggalkan aku. Ku mohon sayang..aku tidak bisa hidup tanpa mu." Kata Alex setengah berteriak seraya berlari mengejar Jenni.
Sementara Adrian yang melihat Alex mengejar Jenni, akhirnya ikut mengejar Alex agar tidak bisa mengejar Jenni.
Saat sudah di halaman resort, Alex melihat Jenni sudah berada di dalam mobil duduk di kursi pengemudi.
Ia yakin, saat ini Jenni pasti akan kabur mengendarai mobil sendiri.
"Sayang, aku bisa jelaskan semuanya. Semua itu tidak seperti yang kamu pikirkan, aku tidak memiliki hubungan apapun padanya.!" Alex terus menggedor kaca mobil itu, membuat Jenni geram namun tetap tidak membuka suara.
"Sayang, aku tidak bisa kehilangan mu. Jika kamu ingin meninggalkan ku, maka lebih baik aku yang pergi untuk selamanya." Ancam Alex kemudian beralih ke depan mobil.
Saat itu Jenni sudah menyalakan mesin, maka dari itu Alex tidak memiliki cara lain untuk menghentikan nya.
Dan di saat itu pula Adrian menyeret Alex untuk berpindah dari posisi nya.
__ADS_1
"Heh, bangkai sialan!! kalo kamu pengen mati sebaiknya jangan disini!! tabrak aja tubuh mu ke rel kereta. Daripada disini nyusahin tau nggak? Jenni bisa di penjara akibat kelakuan konyol mu ini !"
"Benar juga yang dikatakan si kampret itu. Ah kenapa aku jadi bodoh. Lagian siapa juga yang mau mati? kalo aku mati pasti si kampret bakalan nikahin Jenni ku. Oh..tidak bisa di biarkan!" Gumam Alex dalam hati.
"Heh kutuu!! kenapa malah bengong?? cepetan minggir! aku mau pergi!" Adrian menarik Alex ke posisi nya hingga Alex kini sudah berada di sisi mobil.
Dengan segera, Adrian berlari ke arah pintu mobil di samping kemudi, meninggalkan Alex yang tengah bersiap menghentikan nya.
Namun Jenni lebih dulu melajukan mobilnya sehingga ia tak bisa menghentikan mereka.
"Aaaahh..sial!!" Umpat Alex saat mendapati mobil itu sudah meleset jauh dari hadapan nya.
"Aku harus bisa mendapatkan mu lagi Jenni. Aku tidak akan membiarkan siapapun merebut mu dari ku !!" Ucap Alex dengan gigi bergemelutuk menahan kesal.
Dikit banget ya? iya😂
Aku mau up lagi, tapi biasanya part sebelumnya gak kalian like kalau doble up.
Jadi nunggu ini di baca dan kasih like, komen, gift dulu ya..😘
...❤️❤️❤️...
__ADS_1
...**TBC...
See you next chapter 👋😜**