Dosenku Sang Casanova

Dosenku Sang Casanova
Kenapa Kamu yang Mengejar ku?


__ADS_3

Akhirnya Dion mengerti bahwa Alex sedang dalam pengaruh obat, mau tidak mau ia pun melaksanakan perintah dari boss nya, Ia berjalan cepat keluar gedung untuk mengejar Jenni.


Saat sampai di luar gedung Dion melihat Jenni masuk ke dalam taksi, secepat kilat ia mengendarai mobil dan mengejar mobil yang di tumpangi Jenni.


Mobil yang di tumpangi Jenni berbelok berlawanan arah dengan jalur menuju apartemen nya.


Seperti nya Jenni tidak mengetahui kalau Dion sedang mengikuti nya karena sang driver mengendarai mobil itu dengan kecepatan sedang yang tentu mempermudah Dion untuk mengikuti nya.


Saat berada di kawasan yang sepi, Dion menyalip mobil itu hingga membuat sang driver menghentikan laju nya.


Dion keluar dari mobil kemudian berjalan ke arah pintu tempat Jenni duduk dan mengetuk nya.


Jenni menurunkan kaca mobil hingga setengah, ia menatap jengah wajah datar Dion.


Dia tahu kalau Dion pasti di suruh Alex untuk mengejarnya. "Ada apa?" Tanya Jenni.


"Nyonya, saya di tugaskan tuan Alex untuk mengejar Anda." Sahut Dion.


"Mengejar? untuk apa?" Jenni tersenyum meremehkan.


"Kenapa harus kamu yang mengikuti ku?? aku bukan siapa-siapa kamu. Kenapa bukan Alex suami ku sendiri yang mengejar ku??" Cecar Jenni.

__ADS_1


"Say--" tanpa memberi kesempatan Dion untuk berkata, Jenni langsung menjawab pertanyaan nya sendiri.


"Ah iya aku lupa, Alex pasti sedang sibuk bermain dengan wanita nya." Jenni tersenyum miris memikirkan hal itu.


"Bagaimana mungkin aku berharap Alex akan mengejar ku? mimpi mu terlalu tinggi Jenni! sadarlah, kau sudah tidak di butuhkan lagi. Kini saat nya kau pergi dari nya sejauh mungkin." kata Jenni dalam hati.


"Kamu harus menjadi wanita kuat, ini sudah resiko karena berani mencintai seorang casanova. Kamu tidak boleh lemah Jenni! ini demi anak mu." Jenni menguatkan diri sendiri, tanpa sadar air mata itu kembali menggenang di pelupuk mata yang dalam satu kedipan saja maka akan tumpah mengalir ke wajah sendu nya.


"Tolong singkirkan mobil mu Dion! jangan halangi jalan ku!!" Seru Jenni dengan nada tegas.


"Tidak nona, saya ditugaskan untuk--"


"Baik non." Sang driver menuruti perintah Jenni membuat Dion kelabakan karena setelah putar balik mobil itu melaju dengan cepat.


Tak ingin membuang waktu lama, Dion pun langsung masuk kedalam mobil lalu melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi.


Ia tidak ingin ketinggalan jejak Jenni karena itu sudah pasti akan menjadi masalah terhadap pekerjaan nya.


Sedangkan Jenni yang berada di dalam mobil tak bisa menahan tangis nya, satu tangan nya terus mengusap perut yang mulai membuncit.


"Kamu tidak apa-apa kan jika lahir tanpa daddy sayang, mommy akan merawat kamu dengan baik. Mommy akan berjuang agar bisa menggantikan peran seorang Daddy." Jenni menangis memikirkan nasib anak nya yang akan lahir tanpa ayah.

__ADS_1


Ia ingat, nasib nya pun tak seberuntung anak-anak lain karena sudah lama ia juga terpisah dari kedua orang tua nya.


Tapi setidaknya Jenni masih di rawat oleh orang tua nya waktu kecil, meski menginjak SMA ia harus berpisah dari orang tua nya karena tuntutan pekerjaan.


Jenni merasakan bagaimana rindu nya berpisah dari orang tua, bagaimana kecewa nya saat penerimaan raport harus diwakilkan oleh asisten rumah tangga. Ia seperti anak yang tidak memiliki keluarga, dan itu cukup menyakitkan bagi diri nya.


Jenni tidak ingin anak nya bernasib sama seperti dirinya, tanpa sadar ia menangis tersedu membayangkan anaknya akan bernasib seperti diri nya, merindukan seorang ayah namun tak bisa bertemu.


...💙💙💙...


...**TBC...


terlalu sedikit?


ada yg mau hujat author malas up ini?


hujat Bella?


hujat Alex?


kasih dukungan buat Jenni**?

__ADS_1


__ADS_2