
Happy reading βΊοΈ
πππ
Setelah hampir sepuluh menit Alex menangisi Jenni sambil bersimpuh di lantai kamar mandi, sekarang mulai bangkit berjalan menuju kamar untuk mengambil ponsel nya yang berada di sana.
Ia akan menghubungi Dion untuk mencari tahu Jenni.
Alex memencet kontak Dion
"Hal--"
"Dion, kau cari keberadaan istri ku sekarang, periksa rekaman cctv di sekitar apartemen ini."
tutt
Alex langsung mematikan panggilan nya sepihak sebelum Dion menjawab nya.
Ia tak ingin berlama lama bicara pada Dion, rasanya bibir nya begitu kelu saat ingin berbicara.
Alex kembali menangis tanpa mengeluarkan suara, ia berjalan menuju ranjang dan duduk di pinggiran nya.
Saat tangan nya ingin menyingkirkan selimut di atas kasur itu, Alex merasakan berat seperti ada beban yang menghalangi selimut tebal itu.
Saat diraba-raba Alex merasa seperti ada sesuatu dibalik selimut tebal itu, kemudian menyibak nya.
Alex melongo dibuatnya, ia begitu tercengang saat melihat kenyataan ini.
Rasanya masih tidak percaya, berulang kali Alex menyadarkan diri nya dengan menepuk nepuk pipinya, nyata nya ia memang sadar bahwa dirinya sedang tidak bermimpi.
Lalu apa ini?? sungguh ini sangat menjengkelkan sekaligus membagongkan.
Bagaimana tidak?? istrinya yang sudah ia tangisi karena tidak di temukan di seluruh ruangan apartemen ternyata ada dibalik gulungan selimut.
Alex benar benar merutuki kebodohan nya karena tidak teliti memeriksa ranjang.
Memang selimut itu terlihat kosong tidak ada orang karena Jenni bertubuh kecil meringkuk dan menutupi seluruh tubuh nya. Hanya terlihat selimut tebal yang masih menggunung di atas kasur.
" Ya ampun sayaang..banguun!!" Alex sangat kesal melihat Jenni enak enakan tidur, sedangkan dia khawatir bukan main saat sejak tadi memikirkan Jenni.
Alex menarik selimut yang masih menggulung tubuh Jenni dan membuangnya asal, sehingga Jenni merasakan dingin karena ac di ruangan nya cukup dingin.
"Ish.. apasih! ganggu aja!" Jenni masih terus memejamkan mata sambil mengumpati Alex.
__ADS_1
Ia meraba-raba sisi ranjang untuk mencari selimut nya lagi tapi tidak ditemukan karena selimut nya sudah lebih dulu di lemparkan Alex ke lantai tadi.
Saat tidak menemukan selimut di semua sisi ranjang, akhirnya Jenni membuka mata kemudian pandangan nya beralih kepada Alex yang sedang menatap horor diri nya.
Jenni yang tidak mengerti apapun hanya bisa mengerutkan keningnya, ia sungguh tidak tahu apapun kenapa Alex terlihat sangat menyeramkan saat ini.
"Sayang.. berikan selimut nya, aku masih mengantuk." ucap Jenni sambil menguap di sela sela omongan nya.
Seketika Alex melebarkan mata nya kala mendengar itu, bagaimana tidak? Jenni sudah tidur sejak tadi ia akan berangkat ke hotel sekitar pukul 10 dan sekarang sudah hampir pukul setengah 3, itu artinya Jenni sudah tidur sekitar 5 jam.
Bahkan jenni sudah melewatkan sarapan dan makan siang nya, karena tadi ia belum sempat sarapan sebelum bersiap siap menuju konferensi pers tapi akhirnya tidak jadi karena justru berakhir di ranjang melakukan pergulatan panas tadi.
"Jenni! bangun!! kamu itu perempuan tidurnya kaya kebo!!! sekarang kamu cepat mandi!" Alex memerintahkan pada Jenni dengan tidak ingin di bantah.
Ia langsung merebut selimut yang tadi sudah di ambil Jenni di lantai dan menatap nya tajam.
"Ish..iya iya..aku bangun! lagian juga aku seperti ini gara gara kamu yang udah bikin badan aku remuk tau nggak??" Jenni ikut kesal karena bagaimanapun dia seperti ini, karena perbuatan Alex yang sudah menghajar diri nya habis habisan.
Kalau Alex tidak terlalu ganas Jenni juga pasti tidak seperti ini.
Akhirnya Jenni berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan diri, ia ingin cepat-cepat makan karena merasakan perutnya sangat lapar.
Setelah selesai mandi, Jenni keluar dengan selembar handuk yang melilit di tubuhnya.
Alex yang melihat nya sebenarnya langsung terpancing gairah nya, namun karena ia masih sangat kesal pada Jenni, jadi Alex enggan untuk menyerang istri nya.
Alex terus memperhatikan Jenni mulai dari berganti pakaian di depan nya kemudian menyisir rambut, sungguh Alex sangat menginginkan tubuh itu, tapi karena mood nya masih tidak bagus membuat nya enggan untuk berolahraga.
"Sayang..kamu sudah makan belum? makan yuk, aku siapin"
Saat ini Jenni sudah kembali segar dan melupakan kekesalan nya pada Alex hingga ia menawari Alex untuk makan sambil tersenyum.
Tapi Alex hanya melirik nya sekilas sambil berjalan keluar menuju kearah dapur.
Ia masih enggan untuk mengeluarkan suara karena kekesalan nya pada Jenni.
Jenni hanya bisa menghela nafas nya berat.
"Mau makan apa?" jenni masih terus saja bersikap lembut, karena tidak ingin terlalu larut dalam pertengkaran.
Menurut Jenni, Alex marah padanya karena Jenni terus tidur dan tidak mengurusi Alex, padahal yang sebenarnya tidak seperti itu.
"Aku buatin omlet aja yang cepat ya..?"
__ADS_1
"hm" Alex masih terus acuh pada Jenni, hingga bunyi dering telepon membuyarkan mereka.
Alex segera mengangkat nya
"Halo tuan, saya sudah memeriksa CCTV yang ada di depan apartemen anda, nona Jenni tidak keluar sejak tadi dan saya juga sudah menyuruh anak buah kami untuk mencari kemana pun tapi tidak ada."
Jenni yang mendengarkan dengan jelas seketika bertanya tanya, kenapa Alex mencari nya? padahal sejak tadi dia ada disini.
"Tidak usah! istriku ada disini.
walaupun Alex berbicara pelan, tapi Jenni tentu masih bisa mendengar nya.
Tutt
Seketika bola matanya melebar, ia sangat tidak percaya dengan semua ini.
Jadi Alex marah marah sejak tadi karena mencari dirinya? pantas saja Alex sangat marah saat tadi melihat dirinya masih bergelung selimut.
Dan matanya terlihat sembab, jadi Alex menangisi dirinya sejak tadi? batin Jenni
Membayangkan itu, seketika tawa Jenni pecah tidak tertahan.
"Bhahahaha...jadi kamu sejak tadi nyariin aku sayang? ahahaha.." Jenni memegangi perut nya yang terasa kaku karena tertawa.
Alex yang melihat nya hanya menatap sengit Jenni.
Tak
Alex membanting sendok ke meja makan kemudian bangkit dari duduk nya.
Brakk
Alex keluar dari dapur setelah menendang kursi yang tadi di duduki nya.
Jenni yang melihat itu, seketika menghentikan tawanya dan langsung mengejar Alex.
...----------------...
...β€οΈβ€οΈβ€οΈ...
...TBC...
See you next chapter π
__ADS_1