Dosenku Sang Casanova

Dosenku Sang Casanova
Pulang ke Apartemen


__ADS_3

"Apa setelah mengatakan ini kau akan pergi begitu saja ?? Jangan harap ibu bisa pergi sebelum menjelaskan semua nya !!" Bentak Alex seraya mencekal pergelangan tangan sang ibu dengan kuat.


Tanpa sadar mulut sang ibu mendesis mengeluarkan suara lemah saat merasakan tangan nya sakit akibat di cekal kuat Alex.


Setelah menyadari tangan ibu sakit, Alex segera melepaskan cekalan itu.


Namun bukan melepaskan dengan baik, melainkan di hempaskan tangan yang mulai memutih akibat aliran darah tersendat karena cekalan tadi.


Sang ibu hanya bisa menunduk sedih saat mendapati perlakuan anak nya yang begitu kasar.


"Apa jika kau mengetahui semua kebenaran nya kau masih menganggap ku ibu Alex ?? sedangkan saat ini saja kau sudah memperlakukan ku seperti ini ? apalagi jika kau mengetahui kebenaran nya. Sungguh ibu tak sanggup kehilangan mu jika harus mengatakan dengan jujur tentang mu." Gumam sang ibu dalam hati dengan mata nya masih menunduk lesu tanpa berani memandang sang anak yang sedang menatap nya tajam.


"Alex !!! kau keterlaluan sekali pada ibu mu sendiri !! Aku diam bukan berarti membenarkan sikap mu pada ibu mu !! Aku sangat kecewa pada mu !! Ternyata seperti ini cara mu memperlakukan orang tua mu sendiri ??" Pekik Jenni yang sudah mulai tersulut emosi karena sikap Alex yang begitu arogan dan angkuh pada ibu nya.


"Jika memang kau tidak ingin menganggap nya sebagai ibu mu ! setidaknya perlakukan lah dia layak nya orang tua lain yang harus kau hormati !" Setelah mengatakan kalimat itu Jenni langsung menarik tangan sang ibu kemudian beranjak dari sana.


"Ayo ibu, kita pergi dari sini." Perintah Jenni pada sang mertua.


"Tapi nak..--"


"Sudah, jangan pikirkan apapun ibu. Kita pulang ke Apartemen Alex, ibu tidak perlu memikirkan sikap Alex, dia hanya sedang emosi. Nanti akan sembuh sendiri, ibu jangan khawatir ya.." Tutur Jenni pada ibu mertua nya.


Sang ibu hanya mengangguk lemah dan menuruti kemauan Jenni.


Keduanya berjalan beriringan, tangan Jenni terus menggenggam tangan ibu mertua nya dengan erat seolah memberi keyakinan bahwa ia akan baik-baik saja bersama anaknya.


Alex masih berdiri mematung di tempat sambil menatap nanar dua wanita berharga dalam hidup nya yang saat ini berjalan menjauhi nya.


"Aku merindukan mu ibu.." Gumam Alex lirih dengan mata berkaca-kaca.


Arah mata nya masih tertuju pada mereka.


"Kenapa kau tega meninggalkan ku sendiri ? Aku sangat menderita setelah kau pergi." Alex masih dalam bergumam sendiri.


Sebenarnya Alex pun sangat merindukan sosok sang ibu.


Namun, akibat ego nya yang terlalu tinggi sebisa mungkin ia membentengi hati nya agar tidak memperdulikan kondisi ibu nya saat ini.


Tetapi ternyata sangat sulit, bahkan Alex ikut merasakan kesedihan yang mendalam saat memperlakukan ibu nya dengan kasar.


Apalagi saat melihat gurat kesedihan di wajah sang ibu ketika Alex membentak nya membuat ia semakin sakit hati.


Alex hanya beralasan pada sang ibu saat mengatakan tidak boleh pergi sebelum menjelaskan semuanya.


Padahal sebenarnya Alex tidak tega melihat tubuh ibu nya yang kering dan kurus hidup sendirian tanpa keluarga.


Mencari nafkah untuk menghidupi dirinya sedangkan tubuh nya sudah sangat lemah.

__ADS_1


Alex kembali berfikir, bagaimana nasib ibu nya selama ini ?


Apa dia baik-baik saja ?


Kenapa terlihat sangat kekurangan materi ?


Apa kekasih ibu nya sudah menelantarkan dirinya ? sehingga ia hidup kekurangan ?


Alex terus bergumam dalam hati, begitu banyak pertanyaan dalam benak nya namun tak mampu ia tanyakan pada sang ibu.


Setelah termenung beberapa saat, kaki Alex bergerak menyusul Jenni dan ibu nya.


Saat sampai di depan mobil, Alex menatap wajah datar sang istri yang berada di kursi belakang bersama ibu nya.


Alex tahu Jenni tengah kecewa pada nya karena memperlakukan ibu nya dengan kasar.


Namun hanya itu satu-satunya cara agar Alex tidak mudah memaafkan ibu nya.


Ia takut jika setelah Alex kembali menerima ibu nya tiba-tiba sang ibu pergi dari nya lagi.


Alex tidak sanggup merasakan kecewa lagi.


"Jalan pak." Ucap Alex pada sang Driver.


"Baik Tuan." Sang supir mengangguk kemudian menyalakan mesin.


Mobil itu meleset dari tempat nya dengan kecepatan sedang.


Ketiga orang itu masih termenung dalam fikiran nya masing-masing.


Begitu banyak pertanyaan di benak Alex, yang terus mengisi pikiran nya.


Siapa ayah Alex sebenarnya ??


Jika Jeremy bukan ayah kandung nya, mengapa ia mau mengasuh diri nya ??


Lalu, kenapa ibu nya mengatakan kalau ia terpaksa pergi meninggalkan Alex ??


Apa yang sebenarnya terjadi di masa lalu nya ??


Jika ibu nya terpaksa, lalu kenapa Alex melihat dia pergi bersama laki-laki lain ??


Siapa laki-laki itu ?? Apa hubungan nya dengan sang ibu ??


Sungguh Alex tak mengerti apapun saat itu, ia hanya lah anak kecil yang hanya membutuhkan kasih sayang orang tua tanpa mengerti masalah yang terjadi di antara kedua nya.


Setelah termenung beberapa waktu, tanpa terasa mobil yang mereka tumpangi sudah sampai di loby apartemen.

__ADS_1


"Ayo ibu, kita sudah sampai." Sapa Jenni saat melihat ibu mertua nya masih menatap ke depan dengan pandangan kosong.


Jenni tahu kalau mertua nya sedang menyimpan banyak beban, tapi ia juga tidak akan memaksa ibu nya untuk bercerita jika bukan kemauan nya sendiri.


"Iya nak.." Sang ibu mengangguk kemudian keluar dari mobil setelah pintu nya di buka kan supir.


Sedangkan pintu di dekat Jenni di buka oleh Alex.


"Sayang, biar aku dan pak supir saja yang membawa." Alex langsung merebut koper besar dalam genggaman Jenni.


Alex tidak akan membiarkan Jenni kesusahan, apalagi membawa koper sebesar itu.


Perhatian Alex beralih pada ibu nya yang juga sedang membawakan koper besar seukuran dengan koper yang di bawa Jenni tadi.


"Jangan sentuh barang ku !! Aku tidak mau barang ku kotor karena tangan mu !!" Bentak Alex saat ibu nya akan menyeret koper itu.


Hati ibu Alex sangat sakit saat mendapat bentakan dari anaknya.


Apalagi kata-kata nya sangat menghina dirinya.


Sang ibu hanya bisa menunduk lemah dengan mata berkaca-kaca.


Tangan nya mengendur melepaskan koper yang sudah ia genggam sambil mengucapkan maaf.


"Maaf.." Jawab sang ibu lirih dengan kepala masih menunduk tak berani menatap wajah sang anak.


"Kau sudah sangat keterlaluan Alex !! Kenapa hati mu menjadi sekeras batu ?? Apa seperti ini sifat asli mu ?? Aku sangat kecewa pada mu !!" Bentak Jenni dengan wajah memerah menahan amarah.


"Kenapa kau tega sekali membentak ibu mu sendiri ?? Inikah yang kau sebut sayang ?? Inikah balasan yang didapat seorang ibu yang telah mengandung mu ??" Jenni terus memberi pertanyaan pada Alex agar dia sadar, bahwa perjuangan seorang ibu sangat berat rela mempertaruhkan nyawa demi melahirkan seorang anak.


Lalu kenapa setelah dewasa kebanyakan anak tak mengingat orang tua nya ??


Bahkan tak sedikit, anak tak memperlakukan layak pada orang tuanya.


Jenni tak ingin suami nya tersesat di jalan yang salah.


Maka dari itu, Jenni ingin menyadarkan Alex dengan caranya sendiri.


"Baiklah, jika memang kau tidak menginginkan ibu mertua maka aku pun akan pergi dari sini. Aku akan tinggal di rumah ku dengan ibu." Setelah mengatakan itu Jenni benar benar beranjak dari sana setelah menuntun mertua nya.


Mereka berjalan sedikit cepat dari sana, Jenni tidak ingin berlama lama di sana yang pastinya akan membuatnya semakin marah.


"Berhenti Jennifer !!!" Bentak Alex keras.


Jangan lupa tinggalkan jejak...


...❤️❤️❤️...

__ADS_1


...**TBC...


See you next chapter 👋😜**


__ADS_2