
Seorang pria tampan berperawakan tinggi dan bertubuh tegap keluar dari ruangan, kaki jenjang nya terus melangkah menapaki lantai tak tentu arah.
Pikiran nya kacau, hati nya gelisah memikirkan masalah pelik akibat kesalahan nya sendiri.
Dia lah Alexander Lemos, seorang Casanova yang kini sudah bertobat berkat seorang wanita berhati malaikat berparas cantik mau menerima nya dengan tulus meski masa lalu nya yang buruk.
Ia terus melangkah menulusuri lorong rumah sakit dengan pandangan kosong dan pikiran kacau sampai-sampai ia tak memperhatikan objek di depan nya hingga ia menabrak sesuatu di depan nya.
Brukk
"Auuhh ...," Pekik seseorang yang tidak di sengaja di tabrak oleh Alex.
Refleks Alex menangkap tubuh yang hampir tumbang ke lantai.
deg
Detak jantung wanita itu bekerja lebih cepat dari biasa nya saat merasakan tangan kekar Alex merengkuh badan nya hingga kedua tubuh itu menempel tak berjarak di antara kedua nya bahkan hembusan nafas Alex sangat terasa mengenai wajah nya.
Pandangan kedua nya bertemu, detik berikut nya Alex menarik tubuh wanita itu untuk berdiri tegak kemudian melepaskan kedua tangan nya.
"Maaf, aku tidak sengaja." Kata Alex pada wanita yang di tabrak nya tadi.
"Ah ... iya, tidak apa Alex." Sahut wanita itu menampilkan senyum manis khas milik nya sembari merapikan baju nya untuk menghilangkan kegugupan nya itu.
Entah kenapa ia merasakan hal yang tidak biasa saat Alex tidak sengaja memeluk nya, rasa nya ia begitu bahagia merasakan tangan kekar Alex memegang tubuh nya itu.
"Dimana Calvin?" Tanya Alex pada wanita itu yang tidak lain dan tidak bukan adalah Bella saat tidak mendapati Calvin bersama nya.
"A..ahh itu, Calvin tadi sudah ku antar pulang. Aku takut udara rumah sakit tidak baik untuk kesehatan anak seusia nya." Jawab Bella memberi penjelasan pada Alex.
"Oh ...," Alex membulatkan mulut nya seraya mengangguk.
"Kenapa kamu tidak sekalian pulang?" Tanya Alex lagi.
"E..um ... anu, aku mau bertemu dengan dokter untuk konsultasi penyakit ku dulu." Sahut Bella seraya menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal.
Terlihat seperti sedang menyembunyikan sesuatu saat mengamati kegugupan Bella saat ini, tapi Alex yang tidak ingin berprasangka buruk langsung menepis kecurigaan nya pada Bella.
"Apa masih lama? jika tidak keberatan aku ingin berbicara dengan mu sebentar." Tanya Alex memastikan sembari melirik jam tangan mewah yang melingkar indah di pergelangan tangan nya itu.
"Iya, tentu tidak keberatan." Sahut Bella begitu antusias, sama sekali tidak terlihat gugup seperti saat berbicara di awal tadi.
"Baik lah, kalo begitu lebih baik kita berbicara di kantin saja." Kata Alex sembari melangkahkan kaki nya sebelum menerima persetujuan dari Bella.
__ADS_1
Bella hanya mengikuti Alex di belakang nya dengan sedikit berlari agar bisa menyeimbangi langkah lebar Alex yang begitu cepat membuat nya tertinggal sedikit jauh dari Alex.
Setelah beberapa saat kedua nya sampai di kantin rumah sakit, Alex langsung menuju salah satu meja kosong yang ada di sana.
Bella mengikuti Alex di belakang nya dengan nafas terengah-engah setelah tadi mencoba menyesuaikan langkah lebar Alex yang mau tidak mau ia harus berjalan sedikit berlari supaya bisa menyamakan langkah.
Alex dapat melihat wajah lelah Bella akibat menyesuaikan jalan nya, tapi ia tidak ingin meminta maaf atau memberikan perhatian apapun yang membuat istri nya merasa tidak nyaman.
Apalagi Alex sudah sedikit peka dengan tingkah Bella saat ini, ia merasa kalau Bella memang masih menyimpan rasa kepada nya.
"Silahkan duduk." Kata Alex datar tanpa ada sedikit pun yang menghiasi wajah nya.
"Ah, terimakasih Alex." Bella sedituk tersentak karena sedang mengatur nafas nya tiba-tiba mendengar suara Alex.
Ia masih bersikap ramah seperti biasa dan selalu menampilkan senyum meski saat ini ia sedang kecapean karena mengejar Alex.
"Apa kau ingin memesan minum?" Tanya Alex saat melihat Bella memegang tenggorokan nya seperti kehausan.
"Boleh, aku ingin lemon tea saja." Jawab Bella cepat.
"Apa ada yg lain?" Tanya Alex lagi.
"Tidak, itu saja." Sahut Bella.
"Oke," kemudian Alex memanggil pelayan untuk memesan minuman untuk Bella dan diri nya.
Pelayan mengantarkan minuman kepada mereka, tanpa menunggu lama Bella langsung meraih gelas itu kemudian meminum nya hingga tandas.
Setelah melihat Bella meletakkan gelas itu di meja, Alex menarik nafas terlebih dahulu untuk memulai pembicaraan.
"Eum ... begini Bella, Sebelum nya aku ingin minta maaf pada mu. Untuk permintaan mu kemarin agar tinggal bersama ku dan Jenni di apartemen seperti nya aku tidak bisa mengabulkan." Kata Alex sembari menatap wajah Bella serius.
Ada rasa sedikit menyesal di benak Alex, tapi ini juga demi kebaikan rumah tangga nya.
"Apa?? kenapa seperti itu Alex?? bukan kah kemarin kau juga menyetujui nya??" Tanya Bella dengan penuh amarah.
"Bella, dengarkan aku dulu ...,"
"Apa kau sudah lupa dulu saat kau sakit Alex? siapa yang merawat mu?? Aku Alex!! aku lah yang merawat mu!!" Ucap nya dengan menggebu-gebu.
Ia sangat tidak terima saat mendengar Alex tidak menerima ia tinggal di rumah nya.
Ya, bukan Alex yang meminta Bella tinggal bersama, tapi Bella sendiri lah yang meminta pada Alex untuk tinggal di apartemen nya.
__ADS_1
Sebelum Bella meminta tinggal di sana, ia mengungkit kebaikan diri nya dulu saat Alex sakit Bella lah yang merawat, bahkan tinggal di rumah Alex berhari-hari hanya untuk merawat Alex saat itu.
Dulu Jeremy sama sekali tidak memperdulikan Alex meski ia sakit selama berhari-hari tidak pernah sekalipun mengecek keadaan nya, hingga saat itu Bella tidak tega dan merawat nya, karena ia juga satu-satunya orang yang dekat dengan Alex saat itu.
Akhirnya Alex mau tidak mau mengiyakan kemauan Bella, meski sedikit ragu tapi tidak ada salah nya membiarkan Bella tinggal bersama.
Setidaknya akan ada orang yang tahu jika bella sewaktu-waktu sakit sekaligus membalas budi tanpa memikirkan perasaan Jenni saat itu.
"Terserah kau setuju atau tidak! Aku hanya ingin keutuhan rumah tangga ku. Meski aku ingin sekali membantu mu, tapi aku tetap lebih mengutamakan istri ku. Maaf jika kata-kata ku menyakiti mu, tapi ini lah kenyataan nya. Aku harus lebih mengutamakan perasaan istri ku dari pada orang lain."
"Jika kau membutuhkan orang untuk menemani mu, aku akan menyewa asisten untuk tinggal bersama mu dam Calvin. Jika kau keberatan mengurus Calvin, maka aku akan membawa ke apartemen, kau tidak perlu khawatir Calvin akan baik-baik saja tinggal bersama ku dan Jenni." Jelas Alex panjang lebar tanpa memberi kesempatan pada Bella untuk membalas ucapan nya.
"Aku rasa perkataan ku sudah cukup jelas, aku pergi dulu." Alex langsung bangkit dari posisi nya dan berjalan ke arah pintu keluar setelah tadi membayar minuman tentu nya.
"Tapi Alex ...," Bella menghentikan langkah Alex dengan mencekal pergelangan tangan nya saat Alex melewati diri nya.
"Apa lagi?" Tanya Alex datar, ia mulai jengah pada bella karena terus mengungkit kebaikan nya dulu hingga terkesan tidak ikhlas dan meminta imbalan atas pertolongan Bella saat Alex sakit.
"Apa kau tega membiarkan ku tinggal bersama orang yang tidak ku kenal? bagaimana kalau mereka jahat pada ku?" Tanya Bella dengan mata mulai mengembun.
Alex mengusap wajah nya kasar, ia terlihat frustasi dengan sikap Bella yang seakan tidak ingin jauh dari nya.
"Tidak perlu khawatir, kau bisa menyesuaikan diri. Tenang saja, aku akan mengirim orang yang ku percaya untuk tinggal bersama mu." Kata Alex seraya melepaskan cekalan tangan Bella.
"Aku pergi." Kata Alex sembari melanjutkan langkah nya berjalan keluar dari kantin dengan langkah lebar.
Ia ingin cepat-cepat menemui istri nya saat ini dan mengatakan yang sebenarnya bukan kemauan Alex, tapi Bella sendiri yang meminta untuk tinggal bersama mereka.
"Auuuhh sshh ...," Desis Bella seraya memegang perut nya.
Belum ada lima langkah Alex beranjak dari sana, langkah Alex kembali di hentikan oleh suara desisan seseorang yang mau tidak mau harus berbalik arah kembali.
Brukk
Detik berikutnya tubuh Bella ambruk ke lantai.
"Bella!" Alex langsung berlari ke arah Bella.
...❤️❤️❤️...
...**TBC...
Jangan lupa like, komen, gift dan vote nya ...,
__ADS_1
Terimakasih 😘
See you next chapter 👋**