Dosenku Sang Casanova

Dosenku Sang Casanova
Menyadari kesalahan?


__ADS_3

"Tidak ibu, seharusnya ibu tidak perlu minta maaf. Terimakasih sudah mengingatkan kami." Kata Alex menatap teduh ibu nya.


Sang ibu memandangi Alex dan jenni secara bergantian kemudian menghela nafas nya dengan kasar.


"Alex, boleh ibu katakan sesuatu pada mu?" Tanya sang ibu.


"Tentu ibu, apa yang ingin ibu katakan?" Jawab Alex mantap.


"Alex, ibu juga seorang wanita. Ibu tahu bagaimana sakit nya perasaan Jenni saat suami nya memberikan perhatian lebih pada wanita lain. Apalagi wanita itu tidak lain dan tidak bukan adalah mantan kekasih mu yang bahkan sudah membuahkan cinta di antara kalian hingga lahir seorang Calvin,"


"Sebelum bertindak, coba posisikan hal yang sama, bayangkan jika Jenni yang melakukan itu semua pada mu apa kamu akan sanggup menerima? bayangkan jika Jenni tiba-tiba membawa mantan pacar nya untuk tinggal serumah dengan mu, apa kamu akan mengizinkan?" Jelas sang ibu panjang lebar.


Alex masih diam di tempat seraya mencerna semua perkataan ibu nya tanpa menjawab pertanyaan yang di lontarkan sang ibu.


Kali ini ia benar-benar sadar sudah menyakiti istri nya, ia tak pernah berfikir membayangkan ada di posisi Jenni.


Bagaimana mungkin ia menjadi sangat bodoh dan tidak peka?


Alex merutuki dirinya sendiri, hanya karena mendengarkan semua keluhan Bella membuat diri nya buta akan perasaan istri nya yang seharusnya ia jaga.


Kini Alex berganti menatap sang istri yang masih duduk di atas brangkar seperti posisi semula.


"Sayang, aku sudah salah pada mu tolong maafkan aku." Kata Alex dengan penuh penyesalan.


"Dan setelah aku memaafkan mu, kau akan mengulangi kesalahan lagi, lalu begitu mudah nya kau akan meminta maaf pada ku kemudian kau akan mengulangi nya lagi dan lagi?" Kata Jenni seraya menggelengkan kepala dan menatap sinis Alex.


"Tidak Alex, kali ini aku benar-benar kecewa pada mu. Berulang kali aku memberi kesempatan agar kau bisa memperbaiki kesalahan mu, tapi kenyataannya tidak bukan? kau masih saja mengulangi kesalahan mu lagi dan lagi! Jangan harap kita masih bisa seperti dulu!" Ucap Jenni dengan berapi-api.


"Kedengaran nya begitu kejam kalau aku tak memaafkan mu, bukan tidak memaafkan mu tapi lebih tepat nya aku tidak akan memberi mu kesempatan untuk memperbaiki hubungan kita lagi." Tambah Jenni lagi.


"Sayang, apa yang kamu katakan?" Tanya Alex lirih dengan suara bergetar.

__ADS_1


"Maafkan aku Alex, setelah semua yang terjadi aku memutuskan untuk berpisah dari mu." Kata Jenni seraya memalingkan wajah nya ke arah lain.


Ia tak sanggup untuk menatap Alex yang justru akan membuat nya lemah di hadapan nya.


"Sayang, jangan pernah kamu memiliki keinginan untuk pergi dari ku! karena kamu adalah milikku, kamu istri ku dan tempat kembali mu adalah aku!" Tandas nya.


"Maka mari kita bercerai!"


Duaarrr


Bagai di sambar petir berjuta-juta volt mendengar kalimat terlarang yang keluar dari mulut Jenni.


Tubuh Alex menegang kaku di tempat nya, sedangkan sang ibu yang sedari tadi menyimak pembicaraan itu langsung membekap mulut nya seakan tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar.


"A..pa yang kamu katakan?"


"Aku ingin kita bercerai." Kata Jenni mengulangi kalimat nya.


"Ti..tidak!! Kamu tidak boleh pergi dari ku, kita tidak boleh berpisah. Kamu hanya milikku dan jangan harap kamu bisa lari dari ku!!" Alex tampak panik setelah mendengar ucapan Jenni.


"Kamu adalah hidup ku sayang, aku tidak bisa hidup tanpa mu. Kamu adalah tempat ku pulang, maka jangan pernah meninggalkan rumah tempat ku kembali. Apalagi sekarang ada baby diantara kita yang menjadi pelengkap kebahagiaan kita."


Mendengar itu semua Jenni tertawa sarkas sembari menatap wajah Alex.


"Benarkah seperti itu? ahahaha ... kamu tidak pantas berkata manis seperti itu Alex! pernah kah kamu memikirkan kebahagiaan ku? pernah kah kamu bertanya apa keinginan ku?" Jenni menggelengkan kepala nya lagi seakan memberikan jawaban dari semua pertanyaan yang ia lontarkan pada Alex.


"Tidak pernah bukan? karena jika kamu bertanya apa kebahagiaan ku, maka aku akan menjawab ...," Jenni menghentikan kalimat nya lebih dulu kemudian menghembuskan nafas untuk menghilangkan sesak di hati nya.


"Kebahagiaan ku cukup sederhana, aku hanya ingin hidup damai bersama mu tanpa ada duri di antara kita. Tidak perlu hidup mewah, asal kita selalu bersama tanpa ada orang ketiga maka aku sanggup bertahan bersama mu."


"Tapi sepertinya hati mu belum sepenuhnya milik ku, sehingga kamu masih memikirkan mantan kekasih mu bahkan memberikan perhatian lebih pada nya." Kata Jenni seraya memalingkan muka, karena saat ini mata itu kembali mengeluarkan cairan bening tanpa izin si pemilik nya.

__ADS_1


"Maafkan aku Jenni, aku benar-benar tidak ada maksud lain kecuali menolong nya. Aku tidak memiliki perasaan apapun pada dia kecuali rasa kasihan ku padanya. Hati ku sudah sepenuhnya milik mu sayang, kamu harus percaya." Jawab Alex seraya menangkup wajah Jenni menggunakan kedua tangan nya kemudian ia hadapkan persis di depan wajah Alex sehingga kedua nya saling memandang satu sama lain.


Jari-jemari Alex tergerak mengusap cairan bening yang membasahi pipi sang istri, di tatapnya bola mata indah itu dengan penuh penyesalan saat menangkap begitu banyak kekecewaan pada sang istri melalui tatapan mata nya.


"Sayang, maafkan suami mu yang terlalu bodoh tentang perasaan, aku tidak menyadari kau akan terluka dengan semua sikap ku ini. Tapi ku mohon maafkan aku, beri aku kesempatan untuk memperbaiki lagi. Sekarang aku sadar, aku telah salah karena menyakiti hati mu dengan tindakan ku ini." Kata Alex seraya menatap lekat manik mata istri nya penuh penyesalan.


"Kamu memang sudah menyadari kalau tindakan mu itu salah ...," Jenni menjeda kalimat nya untuk mengambil nafas.


"Tapi itu karena ibu yang sudah mengingatkan mu! jika saja ibu tidak menjelaskan pada mu, maka aku yakin seyakin-yakin nya kalau kau tidak akan menyadari bahwa tindakan mu itu salah Alex!" Sarkas Jenni pada Alex karena memang itulah kenyataan nya, Alex baru menyadari kalau sikap nya salah setelah sang ibu menjelaskan pada nya.


Sesaat ruangan itu menjadi hening karena Alex tak menanggapi ucapan Jenni yang memang itu lah kebenaran nya, ia tak tahu harus bicara apa agar bisa merubah keputusan istri nya.


"Jenni, Alex, boleh ibu bicara?" Akhirnya ibu Anin mengeluarkan suara setelah tadi hanya menyimak perdebatan sepasang suami istri yang tidak lain dan tidak bukan adalah anak dan menantunya sendiri.


**Bosen ya baca cerita ku yang biasa-biasa aja?😂


Mohon maaf jika alur dari cerita ini tidak sesuai dengan harapan kalian, karena author juga masih belajar.


Aku berharap kalian tidak bosan membaca cerita ku yang biasa-biasa saja ini ya..🤗


Terimakasih banyak buat kalian semua yang masih setia membaca cerita ku hingga bab ini.


Terimakasih juga atas dukungan kalian, berkat kalian author menjadi semangat buat update.


Lop u all 💞💞💞


...❤️❤️❤️...


...TBC...


See you next chapter 👋**

__ADS_1


__ADS_2