Dosenku Sang Casanova

Dosenku Sang Casanova
Kejahatan Dibalas Kejahatan?


__ADS_3

Setelah mematikan panggilan, Alex kembali menatap istrinya. "Sayang,aku harus segera ke kantor, kamu istirahat lah! Jangan beranjak kemanapun karena kamu pasti capek. Biar Susi yang akan mengantarkan sarapan dan semua keperluan mu" Alex menunduk kemudian mencium kening sang istri yang masih dibanjiri peluh keringat kemudian mengelusnya.


Setelah itu, Alex segera mengambil perlengkapan dan meraih handuk kemudian pergi ke bathroom.


Tak lama kemudian, Alex keluar dari kamar mandi hanya handuk yang dililitkan di area pinggang nya. Kemudian bergegas menggunakan pakaian kerja yang sudah disiapkan dirinya sendiri sebelum masuk ke bathroom.


Dilihatnya sang istri yang masih tertidur lelap setelah pergumulan panas tadi, ia sangat memahami istrinya kelelahan karena sepanjang malam ia terus menghajar tanpa henti seakan-akan tidak ada hari esok untuk melakukannya lagi.


"Aku pergi sayang, Bye ... " Bisik Alex didepan wajah istrinya, berniat tidak ingin membangunkan nya, dengan hati-hati Alex mencium kening dan seluruh wajah istrinya sebelum berangkat.


Alex bangkit dari sana, kemudian meraih tas kerja nya dan berlalu meninggalkan istrinya yang masih terlelap begitu pulas.


Sampai di mobil, Alex mengendarai mobil dengan tergesa-gesa. Ia membelokkan mobilnya berlawanan arah menuju arah kantor.


Tiba lah di sebuah gedung tua tanpa penghuni, Alex menghentikan mobilnya di sana, kemudian keluar dari mobil dan berlari memasuki gedung itu.


Setelah sampai di lokasi yang Alex tuju, ia tampak memandangi tubuh menyedihkan yang sudah tak bernyawa. Perasaan bersalah yang begitu besar mulai menggerogoti kerongkongan Alex.


Mau sejahat apapun yang dilakukan oleh wanita itu pada nya dan keluarganya, seharusnya Alex tak membalas perlakuan jahatnya dengan kejahatan pula.

__ADS_1


Dirinya sadar kalau apa yang dilakukannya salah. Ia masih ingat betul nasehat ibu Anin saat ia ingin membalas dendam papa Jeremy, ibunya dengan tegas mengatakan agar Alex tidak membalas keburukannya karena jika setiap keburukan akan dibalas dengan keburukan, maka dendam itu tidak akan selesai sampai ke anak cucu.


Tapi entah kenapa petuah ibunya terlupakan saat mendengar Jenni diperkosaa sebanyak lima orang, dengan kepala panas Alex bertindak gegabah untuk membalas semua perbuatan Bella.


Dan saat ini, wanita yang sangat dia benci telah tak bernyawa lagi karena perbuatan biadab para anggotanya untuk memperkosaa Bella dalam keadaan apapun.


Dan yang lebih menyedihkan lagi, Bella lebih dulu menghembuskan nafas terakhirnya sebelum hukuman nya selesai. Baru tiga orang yang menggilir, dirinya lebih dulu merenggang nyawa.


Yang lebih menyakitkan, meski dirinya tak lagi bernyawa para manusia tak berhati itu tetap melaksanakan tugas dari sang tuan.


Dua orang terakhir yang diberi tugas untuk memperkosaa Bella seakan buta, dia terus menggagaahi wanita yang sudah menjadi mayat dengan brutal tanpa ampun.


Entah siapa yang lebih pantas dikatakan kejam jika seperti ini?


Sedangkan Alex masih menatap wanita itu dengan pandangan kosong, tubuh itu dipenuhi lebam berwarna biru. Alex tahu, itu adalah tanda yang diberikan para anggotanya saat memperkosaa Bella.


"Astaga, apa yang ku lakukan." Gumam Alex lirih penuh penyesalan. Dirinya memejamkan mata menyesali semua perbuatan.


Dirinya bukan seorang kriminal, bukan pula seorang mafia, ataupun seorang psikopat, lalu kenapa dirinya tega melakukan hal rendah seperti ini?

__ADS_1


Jika saja dirinya tidak lupa untuk memberitahu para anggotanya agar menghentikan hukuman pada wanita itu mungkin kejadiannya tidak akan seperti ini.


Ya, Alex memang berniat untuk menghentikan hukuman itu karena istrinya terbukti tidak diperkosaa, itu artinya dia tidak akan melakukan hal itu karena Alex hanya akan membalas setiap perbuatan Bella sama seperti yang Bella lakukan pada dirinya dan Jenni.


Jika saja dirinya tidak begitu larut dalam kebahagiaan serta kesenangan nya bersama istrinya, mungkin hal ini tidak akan terjadi. Mungkin Alex tidak akan melakukan dosa sebesar ini.


Ya, Alex mengakui dirinya sangat berdosa karena telah memperlakukan wanita sekejam itu.


Padahal dirinya juga seorang suami yang sebentar lagi akan menjadi orang tua, bagaimana jika tuhan mengaruniai seorang anak perempuan dan bagaimana jika hal yang sama akan terjadi menimpa anaknya?


Sungguh Alex tak pernah berfikir sejauh itu, Alex tak berpikir kalau karma itu ada, hukum alam itu berlaku, hukum kausalitas itu nyata!


Tapi mau menyesal sebesar apapun tak akan pernah bisa memperbaiki kesalahan yang sudah diperbuatnya kali ini.


...💙💙💙...


...TBC...


See you next chapter 👋🙂

__ADS_1


__ADS_2