Dosenku Sang Casanova

Dosenku Sang Casanova
Pagi yang panas


__ADS_3

Hari ini Alex akan mengadakan konferensi pers tentang foto-foto tidak senonoh dengan Feerya yang sudah tersebar luas.


Saat ini Alex sedang bersiap untuk menghadiri konferensi pers, Jenni ikut membantu Alex menggunakan baju beserta dasi karena baru saja ia menerima panggilan dari Dion.


"Bagaimana? apakah semua bukti sudah terkumpul?." Tanya Alex pada Dion melalui sambungan telepon.


"Beres tuan, semua bukti sudah terkumpul. Tidak ada lagi yang perlu dikhawatirkan tuan." Dion sangat yakin dengan semua bukti yang telah terkumpul, ayah Dion maupun Feerya tidak akan bisa lagi menuntut Alex.


"Baguslah, aku naikkan gaji mu bulan ini 2x lipat." Alex sangat senang dengan kinerja Dion yang sangat bagus.


Dion selalu bisa mengatasi permasalahan yang dibuat Alex dengan sempurna.


Walaupun kenakalan Dion hampir sama dengan Alex, tapi ia selalu profesional dalam bekerja.


Ia tak pernah melupakan tanggung jawabnya sebagai asisten pribadi Alex, dimana ia selalu dibutuhkan Alex dalam hal apapun termasuk para wanita yang dikencani nya dulu saat Alex belum memiliki sarang untuk beo nya itu.


"Benarkah tuan?? ah.. sebenarnya saya tidak mengharapkan itu, tapi kalau tuan memaksa saya akan menerima." Dion sangat senang mendengar gaji nya akan dinaikkan.


Selama ini Alex jarang sekali memberikan bonus pada nya walaupun Dion sering bekerja ekstra, tapi ia juga tidak pernah meminta lebih karena gaji pokok nya saja sudah sangat banyak di banding ia bekerja di tempat lain.


"Ah baiklah, kalau kau memang tidak senang aku memberi mu bonus, aku tidak jadi menaikkan gaji mu." Sebenarnya Alex heran pada Dion, biasanya dia selalu datar dan terkesan dingin.


Dia tidak akan bicara panjang jika tidak penting.


Tapi ini? dia bahkan bisa bercanda pada Alex? sungguh keajaiban dunia ke delapan batin Alex.


"Ah tidak tidak tuan, saya sangat senang anda memberikan saya bonus sebanyak itu, terimakasih tuan." Dion gelagapan dibuat nya.


Alex mengulum senyum geli


"Syukurlah jika kau senang, aku akan meminta pihak HRD untuk menaikkan gaji mu." Alex memang selalu care terhadap Dion karena memang dia sudah bersahabat lama dengan nya.


Tapi justru Dion yang selalu bersikap formal padanya, padahal Alex sudah sering mengingatkan Dion untuk bersikap bisa saja saat tidak ada orang di antara mereka.

__ADS_1


Tapi Dion sendiri lah yang seakan menjaga jarak pada Alex.


Alex pun tidak pernah tahu sebabnya, namun ia juga tidak ambil pusing dengan sikap Dion.


"Sudah, aku tutup dulu kita bertemu nanti di konferensi."


"Tutt"


Alex menutup telepon nya kemudian menatap Jenni yang sedang fokus memakaikan dasi pada nya.


Alex menarik pinggul Jenni hingga tubuh keduanya menempel dalam posisi yang sangat intim.


Alex tersenyum memandang lekat wajah Jenni yang begitu sempurna, ia bahkan tidak berkedip saat memperhatikan Jenni yang masih serius menautkan simpul dasi nya.


"Kenapa kau sangat cantik hm?" satu tangan Alex terulur menyentuk lekuk wajah Jenni.


Jari-jari besar Alex terus menari pada wajah Jenni, membuat Jenni merasa kegelian dibuat nya.


"Sayang.. hentikan, geli ah."



Jenni sudah tidak tahan lagi saat tangan besar Alex masuk ke dalam bajunya.


Ia mendesis pelan saat tangan besar Alex meremas pelan dua benda yang masih terbungkus pelindung itu.


Satu tangan Alex masih terus bergerak pada benda kenyal itu, mencoba memainkan choco chips yang masih terhalang pelindung itu, dengan satu tangan nya lagi meraba-raba tubuh bagian belakang untuk melepas pelindung benda keramat Jenni.


Alex sangat senang saat melihat wajah Jenni yang memerah semakin frustasi dibuat nya.


Dengan tidak sabaran Jenni langsung menyerang bibir Alex, tangan nya berusaha melepaskan semua pakaian yang melekat ditubuh Alex.


Saat Jenni berhasil membuka paksa baju Alex yang tinggal menyisakan benda segitu yang menutupi senjata keramat nya, Jenni langsung saja mendorong tubuh Alex ke atas ranjang.

__ADS_1



Alex begitu terkejut dengan sikap Jenni yang begitu agresif, bahkan tubuhnya tidak terjatuh ke atas ranjang melainkan dipinggiran nya karena memang posisi nya dengan ranjang masih sedikit jauh, tapi Jenni langsung mendorong nya.


Kini Alex hanya bisa pasrah dengan perlakuan Jenni, karena Alex pun sebenarnya sudah on fire sejak tadi tapi ia berusaha menahannya.


Alex ingin melihat Jenni yang bekerja terlebih dahulu.


Jenni sudah melepas semua pakaian yang melekat di tubuh nya, ia berjalan merangkak keatas tubuh Alex.


Alex terus mendesah tertahan saat Jenni bekerja dengan baik di atas tubuh Alex dengan bibir nya yang masih disumpal oleh bibir Jenni.


Jari jari lentik Jenni mengelusi senjata keramat Alex yang sudah on fire sejak tadi dan sekarang dibuat tambah menegang.


Alex yang sudah sangat tidak tahan disiksa oleh Jenni, ia kembali menyerang nya.


Alex langsung membalikkan tubuh Jenni sehingga posisi kedua nya kini terbalik, Alex sudah berada di atas tubuh Jenni.


Alex yang memang sudah tidak tahan, ia melepas semua benda yang masih melekat di tubuh mereka melempar nya dengan asal.


Alex langsung memasukkan miliknya kedalam sarang itu.


Jlepp


Dengan sekali hentakan, milik Alex sudah terbenam sempurna dalam sarang nya.


Jenni memekik tertahan saat Alex tiba-tiba memasukkan miliknya tanpa aba-aba, ia merasakan sensasi yang begitu nikmat seperti disengat aliran listrik berjuta juta volt saat miliknya yang dimasuki tanpa permisi yang memang sudah berkedut sejak tadi.


Akhirnya mereka melakukan itu berulang kali, Alex terus memacu tubuh Jenni dengan berbagai gaya.


Alex sudah menyemburkan lahar panas itu beberapa kali, tapi seakan tidak ada puasnya. Ia terus saja memacu tubuh Jenni yang sudah sangat lemas itu dengan terus melontarkan kata cinta disela sela kegiatan nya.


...----------------...

__ADS_1


...❤️❤️❤️...


...TBC...


__ADS_2