
Degg !
Alex menegang di tempat nya, jantung itu seakan berhenti berdetak saat melihat sosok yang sangat ia rindukan selama ini ada di depan nya.
"Ibu.." gumam Alex lirih.
Ia tidak menyangka, setelah bertahun-tahun lama nya tidak bertemu dengan sang ibu sekarang di pertemukan kembali dengan keadaan ibu nya yang sangat memprihatinkan.
Tubuh kurus kering seperti tak terurus di balut dengan pakaian lusuh, siapapun yang melihat nya pasti merasa sangat iba.
Dada Alex sesak melihat keadaan ibu nya, namun ego itu kembali muncul saat mengingat betapa tega nya sang ibu meninggalkan diri nya dulu hingga ia harus berjuang sendiri untuk mempertahankan hidup.
"Tante, ada yang sakit?" Tanya Jenni yang sudah mendekati ke arah ibu nya.
Jenni mengulurkan tangan hendak membantu ibu itu, namun sang ibu justru terus menatap ke arah Alex dengan sudut mata berair.
"Tante.." Panggil Jenni lagi sehingga membuyarkan lamunan sang ibu.
"Oh iya nak, saya tidak apa-apa." Ucap sang ibu memberi tahu sambil bangkit dari lantai.
"Biar ku bantu Tante.." Jenni ikut membantu sang ibu berdiri.
"Terimakasih nak, kamu baik sekali.." Tutur sang ibu sambil tersenyum menatap Jenni.
"Sama-sama Tante, lagian ini salah suami say..--" Jenni tidak meneruskan ucapan nya saat mengingat suami nya bahkan tidak ikut membantu wanita yang telah di tabrak nya.
"Kemana dia?" gumam Jenni dalam hati sambil mengedarkan pandangan.
Kemudian Jenni memutar tubuh nya ke belakang dan ternyata suami nya masih terdiam di posisi nya sambil menatap ke arah sang ibu dengan tatapan mata sulit di artikan.
"Sayang, kenapa masih disitu. Ayo kesini minta maaf pada Tante!" Seru Jenni saat melihat suami nya masih mematung di tempat.
Alex pun berjalan ke sana dengan tatapan terus tertuju pada sang ibu.
"Alex.." Gumam sang ibu lirih namun masih terdengar di telinga Jenni, membuat Jenni bertanya tanya dalam hati.
Mata nya sudah tak bisa lagi membendung air mata yang sejak tadi ingin keluar, dan detik itu pula tangis sang ibu pecah.
"Alex..Ibu sangat merindukan mu, maaf kan ibu nak.." Kata sang ibu dengan air mata yang berlinang di wajah nya saat Alex sudah berada di hadapan nya.
Sang ibu menangkup kedua pipi Alex namun langsung di tepis oleh Alex.
"Jenni ayo kita pergi dari sini!" Tegas Alex membuat Jenni semakin tidak mengerti situasi saat ini.
__ADS_1
"Alex tunggu!!" Sang ibu mencekal lengan Alex saat ingin beranjak dari sana.
"Dengarkan ibu nak, ada hal penting yang harus kamu tahu." Ucap sang ibu memohon.
"Lepaskan !! Aku tidak mengenal mu !!" Sentak Alex tanpa mau memandang ke arah wanita itu.
"Alex ! kenapa kau kasar sekali !" Jenni marah saat melihat Alex melepaskan cekalan itu dengan keras hingga membuat sang ibu kembali terhuyung ke belakang.
Beruntung nya sang ibu tidak jatuh karena Jenni langsung menangkap tubuh itu.
"Tante tidak apa-apa kan?" Tanya Jenni memastikan.
"Tidak nak, terimakasih.." Ucap sang ibu.
"Ibu, sebenarnya apa hubungan mu dengan suami ku ? Apa benar Alex itu anak ibu?" tanya Jenni to the poin sambil menatap kedua orang itu bergantian.
"Aku adalah..--" Belum sempat berbicara Alex sudah menarik Jenni dari samping nya.
"Jenni ayo kita pergi dari sini !! Supir sudah menunggu sejak tadi." Seru Alex kemudian menyeret Jenni dan berlalu sana.
"Tunggu Alex ! tolong dengarkan penjelasan ibu nak !" Wanita itu berlari mengejar Alex dan Jenni dengan susah payah.
"Alex kumohon dengarkan penjelasan ibu !" Teriak wanita itu.
Dengan satu tarikan tangan Jenni berhasil terlepas dari cengkraman Alex kemudian berlari mendekati wanita itu.
Alex meradang saat Jenni kembali pada wanita itu.
"Tante, jawab dengan jujur pertanyaan ku. Apa benar kau adalah ibu nya Alex yang selama ini pergi?" Tanya Jenni memastikan.
Wanita itu hanya mengangguk sebagai jawaban dengan mulut yang sudah terisak dan air mata terus mengalir di wajah nya.
Detik berikutnya Jenni menghambur ke pelukan sang ibu.
"Ya Tuhan, akhirnya aku di pertemukan dengan mertua ku. Aku senang sekali ibu.." Jenni mendekap erat tubuh lusuh itu sambil menitihkan air mata.
"Jenni !! ayo kita pergi dari sini !!" Tegas Alex dengan sorot mata tajam.
Namun Jenni sama sekali tak menghiraukan sorot mata Alex yang terlihat menahan amarah.
"Tidak Alex, aku hanya ingin pergi dengan mu jika kau mengajak ibu mu bersama kita." Ungkap Jenni tegas.
Alex tersenyum miris mendengar kata-kata Jenni.
__ADS_1
"Ibu ku ?? Bahkan ibu ku sudah mati saat aku masih kecil, lalu bagaimana bisa kau menyebut wanita asing ini ibu ku ??" Perkataan Alex sangat melukai hati sang ibu, namun ia pun tak bisa menampik kesalahan karena telah meninggalkan diri nya hingga terlantar.
"Maafkan ibu Alex, sungguh aku meninggalkan mu karena terpaksa." Ucap sang ibu sambil menunduk saat air mata itu masih terus mengalir.
"Terpaksa ?? dengan pergi dari rumah meninggalkan anak dan suami nya demi laki-laki asing apakah itu terpaksa ??" Ucap Alex menggelegar hingga semua pasang mata yang sedang berlalu lalang menatap ke arah mereka.
"Alex, kamu salah paham nak. Bukan itu kejadian sebenarnya.." Ucap sang ibu sambil menatap wajah Alex dengan mata sembab.
"Lalu kejadian yang bagaimana maksud Anda ??" Tanya Alex lagi sambil menatap tajam ibu nya.
"Alex, waktu itu kamu masih sangat kecil untuk mengetahui keadaan yang sebenarnya. Saat itu ib..--" Ucapan wanita itu kembali terpotong dengan ucapan Alex.
"Saat itu apa ?? Kau ingin mengatakan kalau ayah tidak memiliki uang dan kau pergi dari nya dan memilih hidup bersama laki-laki selingkuhan mu yang lebih kaya ?? itu maksud Anda ??" hardik Alex tanpa mau mendengarkan penjelasan dari sang ibu.
Wanita itu hanya mampu menggelengkan kepala sembari terisak di tempat nya.
Sungguh ! hati wanita itu hancur saat mendengar lontaran kata-kata dari mulut anak nya yang bahkan tidak pernah ia lakukan.
Sakit sekali rasanya, saat orang yang ia sayangi tidak mempercayai nya, bahkan tidak memberi waktu untuk menjelaskan.
Sebegitu benci kah sang anak pada ibu nya ?
Padahal ibu Alex meninggal kan nya hanya demi kebaikan Alex, sebenar nya ia pun tak sanggup meninggalkan sang anak tapi hanya itu satu-satunya pilihan.
Lalu kenapa sekarang seakan dia lah ibu terburuk di dunia yang tega menelantarkan anak nya ??
Miris sekali nasib nya !
"Baik lah, jika memang kau sudah tidak lagi menganggap ku ibu mu tidak apa nak. Ibu memaklumi, kau sangat menderita karena ibu meninggalkan mu..." Sang ibu terlihat menghela nafas nya untuk menghilangkan rasa sesak di dada nya.
"Tapi kau harus tau ini, Jeremy bukan lah ayah kandung mu !"
Duarr !
Seperti tersambar petir mendengar kan lontaran itu, aliran darah Alex seakan berhenti.
**Jangan lupa tinggalkan jejak...
...❤️❤️❤️...
...TBC...
See you next chapter 👋😜**
__ADS_1