
**Yang baru mampir jangan lupa masukkin favorit ya..
Happy** reading 💞
🍁🍁🍁**
"Sayang...marahan nya udahan dong, aku mau berangkat kerja nanti nggak konsentrasi mikirin kamu." Alex masih setia membujuk jenni untuk tidak marah lagi.
Sejak tadi Alex selalu mengikuti Jenni di belakang nya sambil merengek meminta Jenni untuk berbicara.
Sekarang Jenni dan Alex sedang berada di depan meja rias, karena Jenni belum selesai mengeringkan rambut.
Jenni yang duduk di depan cermin sedangkan Alex berdiri di belakang nya.
"Sayang ayolah..kamu ngomong dong, aku nggak tahan kalo di diemin kamu terus kaya gini.." Alex mulai frustasi sehingga meninggikan volume suara nya, karena Jenni tidak pernah menanggapi nya melainkan selalu mengacuhkan nya.
Jenni hanya melirik sinis kemudian bangkit dari kursi, dia berjalan keluar kamar diikuti Alex yang masih setia mengikuti nya seperti pengawal kemana pun Jenni pergi.
Jenni berjalan menuju dapur untuk menyiapkan sarapan mereka berdua.
"Sayang..biar aku aja yang buat sarapan, kamu duduk aja disini."
Alex memosisikan Jenni untuk duduk di kursi dan Jenni hanya menurut.
Sebenarnya Jenni tidak marah pada Alex, jika saja ia bisa bersikap romantis pada Jenni bukan malah meninggalkan nya seperti tadi, karena memang setelah melakukan kegiatan ber jam jam di kamar mandi Jenni merasakan lutut nya sangat lemas untuk berjalan.
__ADS_1
Jenni ingin di mengerti dan di perhatikan, tetapi Alex tidak peka tidak berinisiatif apapun.
Padahal Jenni sudah berkhayal, Alex akan menggendong nya sampai ke kamar kemudian memakaikan baju nya dan menyiapkan sarapan untuk nya.
Tapi semua itu hanya khayalan belaka yang sering ia temui di novel novel yang pernah di baca nya.
Kenyataan nya, Alex malah meninggalkan dirinya di kamar mandi sendiri karena ia beralasan ingin cepat-cepat ke kantor karena ada urusan penting setelah mencapai pelepasan yang ke empat kali.
Sungguh Jenni merasa dirinya diperlakukan seperti wanita malam yang sudah memuaskan Alex.
Jenni sangat kecewa saat tiba-tiba Alex meninggal kan di kamar mandi sendiri setelah Alex membersihkan diri.
Padahal Jenni belum membersihkan dirinya karena merasakan semua badan nya lemas, terlebih lagi lututnya yang sejak tadi berdiri membuat nya merasakan lemas seperti tak berotot.
"Aku buatin nasi goreng seafood mau ?." Alex tersenyum menoleh ke arah Jenni sambil menunjukkan udang di tangan kiri dan pisau yang di genggam di tangan kanan nya.
Saat melihat wajah Jenni, Alex tersenyum lagi dan melanjutkan memasak karena ia tahu Jenni menyukai makanan itu.
Beberapa saat kemudian, masakan yang di buat Alex sudah jadi.
" Sayang, ayo cobain masakan buatan ku." Alex menyodorkan satu piring untuk Jenni dan satu piring lagi untuk dirinya.
Lagi lagi kenyataan tidak sesuai ekspektasi. Jenni mengira Alex akan menyuapinya tapi ternyata itu hanya angan-angan nya saja.
Jenni menggelengkan kepala untuk menyadarkan dirinya agar tidak terpengaruh oleh cerita novel yang pernah dibaca nya yang memiliki pasangan romantis karena pada kenyataannya sangat berbeda jauh dari cerita novel.
__ADS_1
Jenni mulai menyuapkan makanan nya ke mulut, ia merasakan makanan buatan Alex yang ternyata lebih lezat dari masakannya sendiri karena memang sebenarnya jenni tidak pernah memasak.
Sejak dulu Jenni selalu makan masakan buatan art di rumah nya.
"Bagaimana sayang? apa masakan ku enak?" Alex menatap wajah Jenni dengan lekat, ia menunggu jawaban dari nya takut jika masakan nya kurang pas di lidah Jenni karena selama ini Alex belum pernah memasak untuk Jenni.
"Hm.. lumayan." Jenni menjawab singkat karena ia masih enggan berbicara pada Alex, meski sebenarnya dia sudah tidak marah lagi.
"Lumayan ya? bagaimana kalau aku suapi? pasti makanan nya semakin enak." goda Alex sambil menyodorkan sendok ke mulut Jenni.
"Ishh..nggak lucu!" ketus Jenni sambil memalingkan muka, walau sebenarnya hati nya sangat berbunga-bunga karena kehaluan nya menjadi nyata.
"Ayo..buka mulut nya sayang.." Akhirnya Jenni membuka mulut dan memakannya sambil menahan senyum karena tidak ingin Alex mengetahui kalau dia sudah berhenti marah..
Tapi Alex mengerti hal ini, di mana Jenni saat ini sedang menahan senyum nya dan Alex sangat senang karena akhirnya Alex bisa membuat Jenni tidak marah lagi.
Dengan begitu, ia akan bekerja dengan tenang karena saat ini ada beberapa masalah di perusahaan nya.
...----------------...
...❤️❤️❤️...
...TBC...
like, commant, vote dan hadiahnya.
__ADS_1
See you next chapter 👋