Dosenku Sang Casanova

Dosenku Sang Casanova
Part 91


__ADS_3

"Ibu, pembantu ini tidak baik. Tadi dia memarahi Calvin karena tidak sengaja menjatuhkan sendok." Ujar Bella dengan ekspresi dibuat-buat.


"Susi, apakah yang dikatakan Bella itu benar?" Tanya ibu Anin penuh selidik, meski sebenarnya ia tidak terlalu percaya karena selama ini Susi terlihat baik.


"Saya ...,"


"Saya tidak bermaksud memarahi nyonya, saya hanya menegurnya." Jawab Susi dengan kepala tertunduk.


Lebih baik mengakui kesalahan yang sama sekali tidak ia perbuat dari pada harus berdebat dengan Bella yang sudah dipastikan Bella tidak akan mau dikalahkan oleh nya.


"Astaga Susi, kenapa kamu memarahi cucu ku. Lain kali jangan seperti itu lagi." Kata Ibu Anin menahan kesal.


"Sudah, sini Calvin ikut nenek." Lanjut nya seraya mengulurkan tangan untuk menjangkau tubuh Calvin.


Calvin pun menerima uluran tangan sang nenek hingga mau tidak mau Bella melepaskan Calvin.


"Calvin sudah sarapan dan minum obat?" Tanya sang nenek lembut seraya mengusap puncak kepala Calvin.


"Sudah nenek." Sahut Calvin sambil menganggukkan kepala.


"Bella kamu bisa pergi karena tugas mu sudah selesai." Perintah ibu Anin itu sontak menambah kekesalan Bella.


Namun mau tidak mau ia harus patuh, karena tidak ingin di cap menjadi orang buruk seperti aslinya.


"Baik ibu, aku permisi." Kata Bella kemudian beranjak dari sana, sedangkan ibu Anin hanya diam dengan ekspresi datar tanpa menyahuti perkataan Bella.


Entah mengapa ia masih saja tidak menyukai Bella meski beberapa hari ini tidak menemukan tingkah aneh pada Bella.


Setelah Bella keluar disusul oleh sang nenek dan Calvin kini tinggal lah Susi yang berada di sana untuk membersihkan dapur yang sudah kembali berantakan karena ulah Bella.


Sebelum ia memulai membersihkan dapur, ia merogoh saku celana untuk mengambil benda berharga di dalam sana.


Ia mengambil benda pipih dari dalam saku dengan senyum mengembang, namun tiba-tiba saja ponsel itu mati karena kehabisan daya.

__ADS_1


"Yaah ... baterai nya lowbat, belum sempat ku kirim kan ke pak Alex lagi." Gumam Susi yang hanya bisa di dengar dirinya sendiri.


Kemudian ia beranjak dari sana menuju ke kamar untuk mengisi daya terlebih dahulu.


Setelah menghabiskan beberapa menit, akhirnya Susi menyelesaikan semua pekerjaan nya.


Kini ia berjalan menuju kamar untuk mengecek ponsel apakah sudah terisi daya atau belum.


Namun langkah Susi terhenti saat ibu Anin memanggil nya, ia pun berbalik arah dan menghadap kepada ibu Anin.


"Susi, apakah kamu bisa memijat? badan saya sakit semua." Kata ibu Anin sembari meregangkan otot-otot nya.


"Insyaallah bisa ibu, kalau di rumah saya sering memijat ibu ketika kelelahan." Jelas Susi dengan senyum mengukir di bibir nya.


"Syukurlah, tolong kamu bantu pijat punggung saya sebentar saja." Perintah ibu Anin sembari berjalan menuju sofa di ruangan itu.


Susi pun mengangguk patuh kemudian berjalan mengikuti ibu Anin.


Susi hanya diam dan tetap meneruskan pijatan tanpa menyahuti pujian yang diberikan ibu Anin.


Ternyata pijatan Susi memang benar-benar merilekskan tubuh ibu Anin hingga tertidur di sofa sembari duduk.


Akhirnya Susi berinisiatif membaringkan badan ibu Anin di sofa panjang itu.


Setelah selesai ia beranjak dari sana untuk mengecek ke kamar Calvin, ternyata bocah berumur lima tahun itu sedang bermain sendirian.


Susi yang tak tega melihatnya pun berjalan mendekati Calvin.


"Halo tuan muda." Sapa Susi.


"Hai mba Susi, Sudah dibilang panggil aku Calvin saja jangan ditambah yang lain, Calvin tidak suka." Sahut Calvin dengan sedikit nada memerintah.


"Baik Calvin."

__ADS_1


"Bagus, sekarang temani Calvin bermain." Perintah Calvin dengan ceria seakan tidak ada beban apapun.


Setelah beberapa lama akhirnya Calvin merasa kelelahan kemudian menyudahi permainan itu.


"Aku mau ke kamar aunty tapi takut mengganggu." Gumam Calvin lirih seraya memandang pintu kamar yang sejak tadi masih tertutup.


Sepertinya keberuntungan sedang berpihak pada Calvin, baru saja ia mengatakan ingin menemui Jenni ternyata pintu yang di pandanginya itu terbuka, menampilkan sosok cantik yang sudah berpakaian rapi.


"Hai sayang ...," Sapa Jenni pada Calvin yang sedang memandang ke arah nya.


"Hai aunty, apakah bayi di dalam perut menyakiti aunty? kenapa Calvin lihat tadi pagi aunty muntah-muntah?" Tanya Calvin dengan antusias.


"No sayang, dia baik seperti mu. Hanya saja aunty yang tidak ingin memakan sarapan tadi." Jelas Jenni seraya mengusap kepala Calvin setelah berada persis di depan anak itu.


"Oke, Calvin percaya." Kata Calvin dan di detik berikutnya ia menguap.


"Calvin sepertinya lelah ya?" Tanya Jenni.


Calvin hanya mengangguk dengan mata yang sudah berair setelah menguap tadi.


"Calvin sebaiknya istirahat sayang, sini aunty temani kamu ke kamar." Bujuk Jenni dan akhirnya Calvin menurut.


Sebelum berjalan, Jenni menghadap ke arah Susi terlebih dahulu "Susi, tolong cuci udang dan siap kan bahan-bahan untuk makan siang pak Alex. Nanti aku sendiri yang akan memasaknya."


"Baik nyonya ...," Susi mengangguk patuh.


Setelah itu Jenni dan Calvin berjalan ke arah kamar Calvin sedangkan Susi menuju ke arah dapur untuk melaksanakan tugas yang diberikan Jenni.


...❤️❤️❤️...


...**TBC...


MARHABAN YA RAMADHAN 🙏😊**

__ADS_1


__ADS_2